
"Anda tak boleh menyerah tuan!anda harus semangat"hanya kata semangat yg sekertaris Wahyu berikan ia juga turut pusing karena dia tak ingin ikut campur dalam kasus percintaan sang bos.
"Baiklah,mulai detik ini aku akan bersemangat!"dengan semangat 45 Kevin berniat menaklukkan sang istri di mulai dari sore ini....
Daftar penaklukan amerra pun di buat melalui sistem musyawarah dan mufakat yg di lakukan oleh sekretaris Wahyu dan Kevin arlando Julliano.
Mereka juga tak jarang berdebat hanya demi hal ini dan itu,intinya satu bagi Kevin amerra nya segala nya tapi bagi amerra? hanya author yg tahu.
Malam ini mereka mulai menyusun langkah awal yaitu mengajak amerra untuk dinner berdua plus romantis.
Setelah membersihkan diri nya,Kevin melaksanakan shalat Maghrib,kata sekertaris Wahyu jurus paling mampu adalah meminta nya pada sang pemilik hati.
"Allah itu pemilik hati,jika anda ingin mendapatkan hati nona pinta pada sang pemilik hati supaya nona bisa di bukakan hati nya untuk tuan"
Perkataan Sekertaris Wahyu tadi siang terngiang di fikiran nya, karena itu ia memutuskan untuk bertaubat.
Setelah selesai shalat Kevin memutuskan untuk pergi ke kamar amerra,ia melihat sang istri telah tertidur di atas sajadah,bahkan masih mengenakan mukenah Marron yg menjadi mahar sewaktu ijab Qabul.
Dengan cepat tubuh yg lumayan berisi efek kehamilan itu melayang ke udara,Kevin menggendong nya dengan perlahan lalu merebahkan amerra di ranjang tak lupa melepas kan mukena yg melekat indah di tubuh sang istri.
Tampak tubuh itu menggeliat akibat terusik,jari jemari kekar Kevin menyelipkan rambut berantakan di wajah amerra.
Perlahan kelopak mata itu mengerjab, menyesuaikan dengan cahaya lampu yg menyilaukan mata indah nya.
"Mas, sedang apa di sini?"tanpa mau beranjak dari tidur nya,ia bertanya pada sang suami yg kini tengah duduk di sebelah nya.
"Memang nya tak boleh"bukan menjawab,Kevin malah balik tanya.
"Mas ih"rengek amerra kesal, menelusup kan wajah nya ke tangan kekar Kevin.
"Kau mengantuk?"Kevin bertanya dengan nada lembut,biasa nya kan amerra selalu merengek yg tidak tidak.
"Bagaimana jika kita makan malam"amerra sontak mendongak heran,sejak kapan Kevin jadi sepeduli ini.
"Dinner gitu?Wah berarti mas mengambil first dinner ku"ya,amerra jujur dia hanya berpacaran dengan rendy,karena itu ia tak pernah dinner.
Laki laki tampan itu terdiam,ia sebenarnya kesal mengetahui fakta bahwa amerra benar benar menutup diri setelah kepergian Rendy.
"Ayo!"ajak amerra memilih milih dress yg ingin ia pakai.
"Ra sayang,kita dinner jam19:50"Kevin heran melihat Ra nya sibuk sendiri memilih pakaian padahal kan dinner nya masih lama.
"Aku kan harus memilih yg bagus sih mas"amerra mengerucut kan bibir nya kesal,tak terima dengan sikap Kevin.
Detik berganti detik,adzan isya sudah berkumandang sedari tadi setelah semua makhluk selesai sholat sepasang suami istri sekarang ini sedang bersiap.
Ibu hamil satu ini tampak cantik dengan dress selutut berwarna marrron, Hells silver,dan juga satu set perhiasan berlian silver rambut nya di biarkan tergerai indah.



Dengan menenteng mini bag hitam amerra berjalan penuh anggun ke bawah di mana Kevin juga sudah menunggu nya.
"Wah wah ada yg dinner nih"Erik menggoda begitu sang kakak ipar turun dengan anggun nya.
Pipi amerra bersemu merah begitu di goda oleh adik ipar nya, sementara tuan Estrank beliau hanya senyum senyum tak karuan.
"Berhenti menggoda nya"suara bariton menyapu pendengaran mereka,Kevin datang dengan gagah nya menenteng buket mawar merah.
Rasa bahagia menggelayut hati amerra kini,rasa yg telah lama menghilang semenjak kepergian Rendy.
Kevin Yg membuat nya merasa beruntung,ada dan di hargai sosok yg menyediakan bahu untuk nya bersandar, telinga ketika ia ingin bercerita dan tangan yg menggengam ketika ia sulit,semua itu ia dapat dari Kevin.
"Khusus untuk mu Ra"amerra langsung mengambil buket bunga itu dari kevin,indah dan elegan satu kata yg cocok untuk ini.

"Terima kasih"seulas senyum manis ia berikan kepada sang suami.
"Cie cie!"peristiwa romantis menjadi berantakan ulah sang adik Erik.
"Rik! berhenti mengganggu mereka"kesal tuan Estrank,tak bisakah anak nya berhenti mengganggu keromantisan di depan nya ini,kapan lagi sosok Kevin yg dingin nan kejam berubah jadi romantis.
"Ayo Ra"ajak Kevin,dengan cepat amerra melingkar kan tangan nya ke lengan kekar sang suami, senyum tak pernah pudar dari wajah cantik nya.
Di depan sudah berdiri gagah sosok sekertaris serba guna bak perkakas yaitu sekertaris Wahyu, dengan sigap membukakan pintu untuk kedua majikan nya.
"Terima kasih sekertaris Wahyu"ucap amerra begitu duduk manis di mobil.
"Mas kita mau kemana?"amerra benar benar bingung ia akan di bawa ke mana.
"Sebuah tempat romantis"amerra mengerucut kan bibir nya kesal, kenapa hanya sesingkat itu sih jawaban nya.
Tak lama mereka sampai di sebuah pantai,dapat netra ibu hamil itu tangkap beberapa lampu lampu,baru saja akan bertanya sang suami sudah menarik nya keluar.
Hells silver nya berbenturan dengan karpet merah yg sudah di hiasi dengan taburan kelopak bunga mawar,indah satu kata yg ada di fikiran amerra.
Ia tersentak ketika melihat pemandangan di depannya,mulut nya membulat karena terkejut di depan nya terdapat dua kursi yg di kelilingi lampu gantung,dan juga taburan bunga menghadap ke laut.


"Happy birthday"entah kapan Kevin datang dari belakang nya.
"Memang nya ini tanggal berapa?"karena banyak peristiwa yg terjadi akhir akhir ini,ia sampai lupa kapan ulang tahun.
"6 Juli"sontak jawaban itu membuat amerra menangis,tak ada yg ingat ulang tahun nya tapi Kevin...
Dengan langkah cepat amerra menabrak tubuh kekar itu,menangis menyembunyikan rasa haru nya karena Kevin mengingat hari ulang tahun nya.
"Terima kasih mas"Kevin mengelus lembut punggung berbalut dress merah maroon yg bergetar seiring tangis nya.
"Ra,apa kau tak ingin memotong kue?"Kevin bertanya sembari merapikan rambut sebahu yg berantakan efek menangis itu.
"Ayo"Kevin menarik lembut tangan amerra, setelah samping di hadapan kue Lilac itu amerra mengadahkan tangan nya berdoa untuk satu permintaan.(hanya amerra, author dan tuhan yg tahu)
Perlahan kue tersebut terbelah paksa,kala pisau itu menyentuh nya.
Wajah ibu hamil berpakaian Marron tersebut tak pernah luntur dari senyum yg menghiasi bibir tipis nya.
"Ini"amerra menyodorkan kue pertama untuk Kevin yg masih setia berada di sebelah nya.
Setelah Kevin menyicipi kue Lilac,kini giliran amerra yg ia suapi momen manis itu tak luput dari pandangan sekertaris jomblo alias Wahyu.
"Ini hadiah mu"Kevin mengeluarkan kotak beludru berwarna putih, amerra benar benar tak menyangka sosok Kevin bahkan menyiapkan semua nya tanpa terkecuali.
Perlahan jari lentik amerra membuka kotak beludru berwarna putih,kotak itu terbelah paksa di ikuti sebuah cincin berlian putih yg menyembul dari dalam nya.
"Ini..."amerra tak dapat melanjutkan perkataannya, sederhana indah dan elegan tiga kata yg mampu menjabarkan cincin di genggaman nya.

Rasa hangat,haru, bahagia,dan kecewa bercampur menjadi satu di relung hati istri CEO JL group.
Hangat karena ada yg memperdulikan nya,haru?karena ia tak menyangka Kevin begitu perduli pada nya, bahagia?ini pertama kali nya ia di perlakukan secara romantis,kecewa? ya,karena yg di sisi nya bukan En cinta pertama nya bukan Kevin.
Jujur hati nya kian kemari semakin meragu, fikiran tentang perkataan nisa bahwa Rendy dekat dengan salah seorang sahabat nya membuat nya bingung.
Haruskah ia membuka hati nya untuk suami nya,suami yg slalu berada di sebelah nya dan mendukung nya bahkan menjadi tameng untuk nya.
"Terima kasih, terima kasih untuk semua nya"cup,satu kecupan mendarat sempurna di pipi Kevin.
Serangan mendadak yg di berikan oleh amerra mampu membuat manusia kutub satu ini mematung di tempat.
"Kau tak ingin makan mas?"amerra bertanya dengan polosnya,mata nya menatap ke arah makanan yg banyak tertata di meja.
"Eh iya"Kevin duduk dengan gagah nya di sebelah amerra,mereka menikmati angin malam yg indah di pantai.
Tapi sebelum itu ia melepaskan jas nya, lalu meletakkan nya di bahu amerra agar wanita nya tak kedinginan.
"Enak"sesuap demi sesuap meluncur indah di lidah amerra,ia juga bukan tipe orang yang pilih pilih pada makanan.
"Mas, bukan nya mas sibuk ya? bagaimana bisa menyiapkan semua ini,tak mungkin kan sekertaris Wahyu?"Kevin yg mendengar hanya mengangguk membuat amerra tergelak, Bagaimana bisa sekertaris jomblo itu menyiapkan dinner yg romantis nan istimewa?.
"Kenapa?"Kevin bertanya karena sang istri tak berhenti tertawa.
Amerra hanya menggeleng lalu melanjutkan makanan nya, sesekali ia mencuri pandang pada Kevin.
"Aku tahu aku tampan,jadi berhenti melihat ke arah ku"Kevin berkata dengan Pe-de nya,toh tak salah kan banyak yg jatuh ke dalam pesona nya mulai dari pebisnis,model,artis dan lain sebagainya.
"Suami ku memang sangat tampan"amerra menjawab dengan polos nya,tak sadar bahwa Kevin terbang akibat pujiaan dari wanita yg kini menempati hati nya.
Angin menerpa membuat rambut amerra sedikit berantakan,dengan penuh kasih sayang jari kekar Kevin merapihkan nya.
Sejenak pandangan mereka berdua bertemu,ada geleyar aneh yg sulit di jelaskan,rasa yg telah lama hilang setelah kepergian en.
Mungkinkah aku sudah mulai membuka hati?,lalu bagaimana dengan En?aku tak mau mengecewakan nya tapi,aku tak munafik bahwa aku merasa nyaman di dekat nya.amerra mulai menerka nerka semua yg terjadi pada nya.
"Bukan tentang yg lama singgah atau yg baru,tapi tentang hati mu jika hati mu nyaman dan merasa kebahagiaan yg telah lama hilang di orang baru,tak salah bagi mu untuk membuka hati mu,kau berhak bahagia walau bukan dengan orang yg sama"
Perkataan Nisa tempo hari terlintas di benak amerra, membuat ibu hamil cantik ini bingung.
"Apa kau sudah jatuh cinta pada ku? orang mengatakan cinta datang seiring waktu?"lagi lagi, perkataan Kevin semakin membuat nya bimbang, walaupun jujur Kevin tak yakin amerra membuka hati nya selain untuk Rendy.
Namun,ia tak boleh kalah sebelum berjuang.apa kabar dia yg meninggal kan amerra?ia tak perduli,yg ia peduli kan sekarang adalah bagaimana cara membuat amerra jatuh cinta.
"Mas dengar dari mana pepatah itu?"amerra memicing curiga, memang nya CEO tak ada perkerjaan lain apa?.
"Sudah lah Ra,mau ber dansa dengan ku?"ajak Kevin mengulurkan tangan nya,dengan lembut amerra menyambut uluran tangan itu.
"Tapi aku tak bisa ber dansa"jawab amerra,jujur ia tak suka semua hal yg berbau menari termaksud dansa.
"Ada aku"Kevin berkata dengan bangga, seolah dia lah pahlawan kesiangan,semua hal yg amerra takuti akan menjadi mudah karena diri nya.
Dengan gerakan pelan nan lembut kevin membimbing amerra untuk berdansa dengan nya.
Cinta tumbuh seiring waktu itu yg di rasakan Kevin,ia akan egois dengan menjerat wanita di pelukan nya ini dengan benang takdir tak kasat mata.
# Assalamualaikum 🙏💗🥰🙏💗
author balik lagi yah, VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE, KOMEN KOMEN AND VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE KOMEN AND LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE