
Pagi menyapa Jakarta, pemandangan keluarga bahagia terlihat di rumah tuan Adi.
Ada putri dan menantu nya yg kini bersiap untuk sarapan, memang ini pertama kali nya mereka menginap di sini setelah menikah.
"Ayah bagaimana dengan Ruko?"tanya amerra di sela-sela sarapan mereka.
Tuan Adi memang memiliki sebuah ruko yg ia gunakan untuk berjualan sembako,di bantu dengan keponakan nya Roffi.
"Alhamdulillah baik,Roffi bertugas dengan baik.oh ya,kemarin nak Aldo datang mencari mu"jawab nya,ia ingat Aldo Eka Tri putra alias adik Rendy datang menanyakan kabar amerra.
"Aldo?"kening nya mengeryit dalam pertanda dia heran,ya amerra heran kenapa Aldo tiba tiba mencari nya.
"Ra!hari ini kita check up"sela Kevin ia tak ingin membahas apa pun.
"Benarkah?wah sebentar lagi ayah jadi kakek"keantusiasan tuan Adi tak di ragukan lagi,beliau memang amat menginginkan seorang cucu.
"Tentu saja yah, princess ku akan lahir di dunia"amerra yg mendengar mendongak,entah kenapa laki laki ini sangat yakin bayi nya perempuan.
"Bagaimana jika laki laki mas ?"tanya amerra .
"Aku yakin dia perempuan"sanggah Kevin semangat, membayangkan sang princess lahir ia sudah amat bahagia kebahagiaan yg ia tunggu berbulan bulan.
"Mau perempuan atau laki laki itu tidak masalah ini masalah rezeki"walaupun tak memiliki anak tuan Adi faham keinginan sosok ayah seperti Kevin.
Merawat amerra kecil, mengajak nya bermain, bahkan memasakan makanan untuk putri kecil nya menjadi kebahagiaan tersendiri.
Walaupun putri yg ia besarkan bukan dari darah dagingnya,ia sama sekali tak masalah bagi nya amerra adalah anugerah terindah yg di kirim tuhan.
Kini pasutri itu sudah memasuki lobby rumah sakit ED,untuk menjaga privasi Kevin memakai masker.
Tangan nya sedari tadi tak terlepas dari sosok ibu hamil yg menempel padanya.
"Aku ingin rujak"perkataan mendadak itu membuat sosok Kevin terhenti.
"Nanti"singkat Kevin, mendadak mata itu berkaca kaca membuat nya serba salah.
Semenjak kehamilan,amerra benar benar berubah 360% menjadi lebih manja, perasaan nya lebih peka dan sering menangis.
"Hufhh,,oke aku akan minta Wahyu membelikan nya"akhirnya jawaban itu meluncur dari bibir Kevin membuat amerra senang bukan main.
"Vin"sapa dr.cettrynna Fauzi Eduardo,di ikuti oleh dr.ridwan yg baru datang.
"Apakah kalian akan check up?"tanya dr.ridwan penasaran.
"Iya"jawab Kevin semangat, sementara amerra ia memilih diam tak berpendapat.
"Selamat, semoga hasil nya baik baik saja"ucap Anna,tapi mata nya masih sibuk melirik ke arah amerra.
Tak lama sekertaris Wahyu datang dengan sekantung rujak di tangan nya,tentu saja mata amerra mendadak berbinar bahagia.
"Terima kasih sekertaris Wahyu"dengan cekatan ibu hamil itu langsung merampas nya.
"Ayo!"ajak amerra menarik tangan Kevin menuju ke ruangan dokter Edward Snowden.
Begitu masuk ia langsung duduk di sofa dan membuka rujak untuk Nya,lalu dengan lahap amerra memakan nya.
"Halo kakak ipar ku yg cantik"sapa dr.edward yg baru saja duduk di sofa tepat di depan Amerra.
"Kemana saja kau?"tanya Kevin dingin,dia telah tepat waktu tapi dokter satu ini yg terlambat.
"Ada persalinan tadi"memang dokter tampan nan ramah satu ini baru membantu persalinan dari pasien nya.
"Apakah persalinan itu sakit?"tanya Kevin.
"Orang orang bilang seperti 1000 urat putus"jawab amerra santai,tapi mampu membuat Kevin khawatir bukan main.
Rasa khawatir Kevin mengalahi apa pun,ia ingin putri nya lahir tapi wanita di sebelah nya ini sudah banyak tersakiti oleh nya.
"Tentu saja"jawab dr.edward dan amerra bersamaan.
"Apa ra akan kuat?"lirih Kevin pelan,manik tajam nya langsung ber tabrakan dengan manik teduh milik amerra.
Jangan tanya amerra,ibu hamil satu ini langsung tergelak ia percaya bahwa ini sudah kodrat seorang wanita.
Amerra yakin bahwa ada kebahagiaan setelah melihat malaikat kecil lahir dari rahim nya.
"Ayolah mas ini kodrat wanita,jangan khawatir Ra mu kuat"jawab Amerra santai,tapi tak menyurutkan kekhawatiran Kevin tentang nya.
Pengechekan di mulai,suster mengoles kan gel untuk melihat perkembangan bayi dari amerra dan Kevin.
Tampak dr.edward mulai menggerakkan alat di tangan nya,hanya ada layar hitam putih yg menampakan kondisi rahim amerra.
Detak jantung bayi terdengar jelas,menyapa gendang telinga sang Kevin air mata tanpa sadar menetes.
Rasa hangat nan haru menyelimuti hati laki laki yg sibuk menggenggam tangan sang istri yg terbaring di brankar.
"Kondisi nya baik baik saja,janin juga berkembang dengan baik.untuk jenis kelamin kita dapat melihat nya begitu bayi berusia kurang lebih 18 Minggu atau 4 bulan lebih dua Minggu"jelas dr.edward memperhatikan layar USG.
"Terima kasih"lirih Kevin pelan,mata nya masih menatap ke arah layar USG.
"Apa masih ada keluhan?"tanya dr.edward begitu ia mendudukinya kursi kebesaran nya.
"Tidak ada,aku juga tidak terlalu mual lagi"jawab amerra santai,masih sibuk dengan rujak tangan nya.
"Semua baik baik saja,ini vitamin nya kakak ipar"mengulurkan sebungkus yg berisi vitamin untuk ibu hamil satu itu.
Sepanjang jalan menuju mansion Kevin sama sekali tak melepaskan genggaman tangan amerra.
"Aku bahagia"seulas senyum tulus terukir indah Kevin tak tahu ada banyak kejutan yg menanti hubungan mereka nanti.
Beda di Indonesia beda juga di Swiss.
Seorang gadis cantik tengah sibuk dengan pensil dan sebuah kertas,sibuk mencoret dan mendesain gaun gaun terbaru untuk rancangan di butik baru nya.
Kaca mata bening bertengger indah di mata nya,mata nya menajam mengikuti garis garis indah di sana.
"Tok!tok!"terdengar ketukan pintu, membuat gadis yg sibuk dengan pensil mendongak.
Tak lama sosok jangkung datang,membawa kan rantang berisi sarapan.
"Selamat pagi"sapa Rendy hangat.
"HM"hanya dua huruf singkat yg menjadi jawaban gadis itu.
"Kau belum sarapan?aku bawakan sarapan untuk mu"mulai meletakan rantang di atas meja kerja yg berantakan dengan pena, pensil dan kertas.
"Aku sudah sarapan"menunjuk ke arah piring yg terletak tak jauh dari nya,Tampak bekas roti di sana.
Berdiri dari kursi kebesaran nya, mengambil mantel yg terbaring tak berdaya di kursi lalu memakai nya.
Jangan lupa kaca mata hitam yg menambah ke eleganan nya, dress putih rambut palsu hitam pendek,lalu mantel mocca.
"Kau ingin berjalan jalan?"tanya nya kepada gadis yg sibuk memasang sarung tangan putih.
"Hem,, panorama bridge sigriswill"jawab nya singkat keluar di ikuti dengan Rendy yg dengan senang hati mengekor.
Di luar terlihat sekertaris Lee di depan sana,lebih tepat nya bersender di mobil pribadi.
# assalamualaikum 🙏💗🥰🙏💗💗
author kesayangan kalian balik lagi nih eh, astaghfirullah kepedean.
bismillahirrahmanirrahim ada penasaran gk sih siapa gadis yg akhir akhir ini selalu bersama Rendy dan lebih parah nya lagi guys dia pakai rambut palsu 😂😂😂.