
Follow my Ig:Nis3263
______________________________________
Jika Khumaira pergi,laknatullah"deg! langkah nya terhenti suami nya mengancam nya.
Nisa tampak sedang berbincang dengan sekertaris Lee menggunakan bahasa Korea yg membuat mereka tak mengerti.
Tak lama Nisa membungkuk hormat lalu melambaikan tangan ke arah mobil sekretaris Lee yg sudah menjauh.
"Sekertaris Lee?"tanya Wahyu, begitu Nisa sudah berada di hadapan nya.
"Hem,anda tahu kan dia yg menjaga ku"kini mulai sibuk sendiri dengan tatapan nya pada sekertaris Wahyu.
"Tak salah saya mengirim anda ke korea,semua nya berjalan dengan baik"ya, keputusan laki laki tampan itu untuk mengirim Nisa ke Korea adalah hal yg baik.
"Baik dari mana sekertaris Wahyu!tak tahu kah aku menghawatirkan nya!dan juga kondisi Erik!dia itu hampir depresi karena kepergian Nisa"ibu hamil satu itu, tersulut emosi melihat tingkah tenang sang sahabat.
"Ra! kasihan bayi nya"mendadak amerra pias, begitu suara dingin menerpa telinga nya.
"Yah,maaf sekertaris Wahyu sih"tetap tak mau mengalah, membuat semua orang tergelak lucu.
Kini mereka sedang berjalan menuju rumah milik suami Nisa as bang Yusuf, begitu sampai banyak pohon rindang mulai dari mangga,jeruk, rambutan,dan juga jambu membuat ibu hamil itu girang.
"Wah,lama tak kemari buah nya lebat yah"berdecak kagum, menatap ke arah batang mangga yg berdiri dengan gagah nya.
"Jangan ngidam meminta tuan Kevin memanjat pohon mangga"ledek Aisyah,semua orang tertawa kecuali Nisa yg di apit oleh dua laki laki tampan.
"Nis,oppa oppa Tampan itu siapa?"tanya Aisyah penasaran.
"Asisten pribadi ku"Hanya jawaban singkat nan dingin yg didapat Aisyah.
Begitu sampai semua orang langsung duduk, mereka berbincang bincang hangat termasuk Kevin.
Kecuali sosok di sebelah sekertaris Wahyu yg hanya diam,tak lama mereka berpamitan pulang.
Nisa sama sekali tak mau menginap bahkan ia menolak dengan alasan penerbangan nya sebentar lagi.
MALAM INI
mansion di hebohkan dengan rengekan amerra yg sangat ingin bertemu dengan gril band black pink.
BLACK PINK salah satu gril band naungan YG entertainment,yg beranggotakan Empat orang yaitu Kim Jennie,Kim ji-soo,Rose Anne park dan lalisa manoban.
"Hiks,,aku,,hiks,,,mau black pink"Isak amerra keras membuat semua keluarga kalang kabut termasuk tuan Estrank.
"Vin!undang lah ke rumah"titah tuan Estrank pusing,menantu nya sedari tadi merengek ingin bertemu dengan black pink.
"Tak semudah itu dad,kita harus membuat janji"keputusasaan tergambar jelas,di wajah sang calon ayah.
"Aku,,hiks,,hiks,,ingin,,,hiks,,black,,,hiks,,pink"Isak amerra keras,dia berguling guling di sofa karena keinginan nya tak di turuti oleh sang suami.
"Huh,,,Ra sayang besok yah"kini Kevin mulai memberi penawaran agar sang istri berhenti menangis.
"Hiks,,,black,,,pink"Isak amerra keras,mata nya memerah karena terlalu lama menangis.
"Ra!"bentak Kevin keras, cukup ia sudah kehabisan kesabaran karena sang istri yg kekanakan.
Deg!
Jantung amerra mendadak berhenti,ia tak pernah di bentak sekeras itu oleh siapa pun.
"Jangan kekanakan!"suara nya masih meninggi, membuat tubuh amerra bergetar hebat ia terkejut sekaligus takut bersamaan.
Dengan nafas yg memburu penuh keterkejutan, amerra berlari ke kamar nya seakan lupa bahwa ia sedang hamil.
Menaiki tangga dengan tergesa-gesa,dengan air mata yg bercucuran.
Brak!
Dengan kasar amerra membanting pintu,lalu menguncinya dengan cepat tubuh itu terduduk di lantai, menangis tersedu-sedu.
Sedetik kemudian Kevin tersadar bahwa ia telah berlaku kasar kepada amerra,bisa bisa membuat nya stres.
"Sial"umpat Kevin kasar,ia sudah kelewatan karena membentak sang istri, seharusnya Kevin sadar bahwa itu keinginan dari bayi nya.
"Vin! kenapa kau membentak istri mu hah!"bentakan keluar,karena kekecewaan yg teramat kepada Kevin yg tak bisa mengendalikan emosi nya sedikit saja.
"Dad,aku lepas kendali"lirih Kevin,raut penyesalan membelenggu wajah tampan nya.
"Tuan, sebaiknya anda cepat menyusul nona muda saya takut terjadi apa-apa pada nya" saran pak nun, mendengar itu dengan langkah cepat kevin berlari ke dalam kamar amerra,dengan terburu-buru ia mengetuk pintu itu.
Tok,tok,tok,,
"Ra!buka!Ra!"teriak Kevin keras,namun sama sekali tak ada sahutan dari dalam membuat nya khawatir bukan main.
"Ra!!!"teriak Kevin,ah sial tak ada satu pun jawaban dari dalam.
Yah,di belahan kota Jakarta lain sosok sekretaris Wahyu sedang mencoba menghubungi nona Nisa,mungkin ia bisa membantu fikirnya.
"Assalamualaikum"~nisa.
"Wa'alaikumsallam,maaf mengganggu nona"~wahyu.
"Nona amerra sedang ngidam ingin bertemu dengan black pink"~wahyu.
"Apa!malam malam begini?"~nisa.
"Keadaan kacau,tuan muda tanpa sadar membentak nona hingga ia mengurung diri"~wahyu.
"Hufhhh,bisa kah anda menjemput saya?"~nisa.
"Baik"~wahyu.
"Assalamualaikum"~nisa.
"Wa'alaikumsallam"~wahyu.
Dengan cepat mobil yg di tumpangi sosok tampan itu membelah padatnya kota,di sana berdiri gadis dengan cardigan hitam, jilbab hitam dan piama navy.
Begitu melihat mobil mendekat dan berhenti,Nisa langsung masuk.
"Dimana ame?"tanya Nisa begitu datang.
Semua orang terdiam,termasuk Kevin yg setia dengan kebisuannya,ia menyesal membentak amerra.
"Kakak ipar, dia sedang di kamar"raut kekhawatiran juga tak dapat Erik sembunyikan,membuat Nisa menghembuskan nafas kasar.
"Black pink kah?"memastikan lagi berharap ia salah,namun semua orang mengangguk membenarkan.
"Jika dia ingin malam ini tak bisa,besok malam mungkin"hanya sebatas Situ, usaha yg Nisa berikan.
Sebelum kemari ia telah menelepon sahabat nya alias Kim ji-soo,ternyata mereka sedang berlibur di Thailand dan mereka setuju.
"Dari mana kau tahu nak"tuan Estrank sedikit penasaran,kenapa gadis ini cepat tanggap sedangkan putra nya malah mementingkan emosi nya.
"Aku berteman dengan mereka"hanya jawaban singkat yg di berikan oleh nisa.
"Siapa kau?"pertanyaan itu,membuat Nisa yg sedang fokus dengan handphone nya mendongak.
Mata nya menatap nyalang tak suka ke arah sosok seksi di sebelah Kevin,ada guratan tak suka di wajah nya.
"Ah Vania Chen bukan? wanita yg ikut menghina nona Kim"perkataan itu membuat Vania tersentak,siapa gadis ini hingga ia mengetahui hal itu.
"Kau kaget?benarkan?,saya mengaggumi cara anda menjebak nona Kim,hingga dia merasa bersalah pada erik"sindiran pedas membuat wajah Vania pias.
"Maksud nya?"Erik di landa kebingungan.
"Terserah,di mana amerra?"tak mengabaikan pertanyaan Erik,gadis itu langsung ke atas mengecheck keadaan sang sahabat.
Tok,tok,tok,tok,tok
Dengan terburu-buru Nisa mengetuk pintu kamar amerra.
"Ra!ini aku"Nisa berteriak amat kencang.
Pintu terbuka, dengan cepat Nisa masuk lalu mengunci nya kembali,ia memeluk tubuh amerra yg masih terisak.
"Hiks,,di-dia, membentak ku"Isak amerra keras,ia sedih kenapa Kevin memarahi nya.
"Semua akan baik-baik saja,kita kuat"suara Nisa juga ikut bergetar,sedetik kemudian tangis nya luruh lanta.
"Aku sudah mengundang Balck pink untuk mu,tunggu saja oke"denagn Utara bergatar Nisa menenangkan sahabat nya.
"Kau tau....jaga kandungan mu baik baik,banyak orang yg menginginkan anak....hiks,,,hingga tanpa sadar mereka mengorbankan sosok gadis tak bersalah".
Amerra kaget,ia tak sadar langkah terburu buru nya membahayakan kesehatan kandungan nya.
Benar kata nisa banyak orang yg menginginkan anak,termasuk mbak Adiba yg dengan tega menjebak sahabat nya.
"Maaf"lirih amerra pelan, menepuk hangat punggung sahabat nya yg bergetar seiring dengan tangisan hebat yg mendera.
Kedua sahabat itu berpelukan sambil menangis,tanpa sadar ada 5 pasang telinga yg mendengar kan nya.
Sekertaris Wahyu menyandarkan punggungnya ke dinding,menghela nafas pelan ketika mendengar gadis yg menjadi istri kedua seseorang itu terisak.
"Kau lihat Vin!jika kau bisa menjaga amarah mu amerra tak kan seperti ini"tekan tuan Estrank,sebelum ia melangkah pergi.
Erik tak berniat ikut campur,ia langsung kembali ke kamar nya.
"Wahyu sedang apa kau di sini? menunggu gadis yg sedang terisak itu?jangan seperti itu dia istri kedua seseorang walau dia tak menganggap nya"
"Saya permisi tuan muda"Kevin tergelak,ia yakin sahabat nya itu tertampar dengan kenyataan.
# assalamualaikum 🙏💗🥰🙏💗
author up lagi yah💗
bismillahirrahmanirrahim 🙏
like, like, like, like, like,, like, komen, komen, komen, komen, komen.
huh Kevin mah gak kasihan sama Amerra,main di bentak mulu,nama nya juga bumil bang banyak maunya😂 untung gk mau ke rumah author entar jauh lah dari Jakarta terbang ke Palembang 😂