Perfect Baby

Perfect Baby
part 26



Setelah sempat mampir ke rumah Nisa untuk mengambil baju,kini Erik,amerra dan Nisa dalam perjalanan menuju ke mansion julliano dengan paper bag penuh di tangan.


Begitu keluar tuan Estrank langsung menyambut kedatangan mereka semua dengan senyum merekah indah.


"Assalamualaikum"salam Erik,amerra dan Nisa yg bergantian mencium punggung tangan tuan Estrank.


Punggung tangan yg menjadi saksi bisu sulit nya membangun JL group,saksi bisu perjalanan Estrank Juliano.


"Wa'alaikumsallam,ayo masuk!wah kalian baru belanja?"tanya tuan estrank begitu melihat mereka membawa paper bag.


"Iya dad,para wanita sedang menghabiskan uang belanja pakaian baby"Adu Erik,uhh uang nya terkuras karena keinginan amerra yg ingin ini itu.


"Baju baby berwarna biru nya sangat lucu tau"rengek amerra,bumil satu ini sangat bersemangat melihat baju baju bayi.


"Yg warna Lilac juga bagus, keponakan ku pasti cantik memakai nya"celetuk Nisa yg kebetulan membeli pernak pernik lucu,serta baju bayi berwarna Lilac.


"Kalian ini!oh ya sudah makan malam?"tanya tuan Estrank lagi.


"Belum"jawab mereka bertiga kompak menggeleng,membuat tuan Estrank terkekeh lucu.


"Ayo!Wahyu dan Kevin juga sudah menunggu"ajak tuan Estrank, lalu di ekori oleh amerra,Erik dan Nisa.


di sisi lain, sekertaris Wahyu tengah menghadap ke sang CEO melaporkan orang yg berada di balik obat perangsang.


"nona Cindy yg memasukkan obat perangsang ke minuman anda tuan"mendengar perkataan sekertaris Wahyu Kevin mengepal kan tangan nya geram.


ternyata Cindy sang sahabat tunangan nya yg berada di balik obat perangsang itu.


"hancur kan karir nya"titah Kevin telak, setelah membereskan beberapa hal kini mereka berdua turun untuk makan malam.


Begitu sampai mereka langsung duduk di posisi nya masing-masing,dan apes nya lagi Nisa langsung berhadapan dengan sekretaris Wahyu.


Tentu sekertaris Wahyu terkejut melihat kehadiran Nisa,tapi dia tetap bertahan dengan wajah dingin nan datar nya.


"Silahkan di makan nak"ucap tuan Estrank begitu melihat Nisa sungkan untuk makan.


Mau tak mau Nisa memakan nya walau dengan kecanggungan yg tercipta,tapi tidak dengan amerra.


Bumil satu itu hanya mengaduk-aduk makanan nya,mengaduk tanpa minat.wajah nya nampak lesu tanpa minat,wajah nya bak tak di aliri oleh darah saking pucat nya.


"Hikss"isakan amerra menganggu konsentrasi semua orang.


"Ada apa Hm?"tanya Nisa lembut.


"Aku,,,hiks,,ingin,,nasi goreng seafood lagi"isakan itu makin terdengar keras, mendadak gadis itu sering menangis dan cengeng.


"Oh ya baiklah"Nisa mendorong kursi nya lalu beranjak menuju dapur yg tak jauh dari sana.


"Hiksss,,,jangan lama lama,,,hikss"Isak amerra keras.


Erik hanya tertawa mendengar Isak tangis amerra yg keras, sementara semua orang langsung menggeleng kan kepalanya.


"Kapan ini berakhir"lirih Kevin kesal, untung ada Nisa atau dia yg akan ada di posisi nya sekarang.


"Sampai putri anda lahir"jawab Wahyu asal.


"Aku ingin bayi,,hiks,, laki laki"isakan itu masih terdengar keras pertanda tak setuju dengan perkataan sekretaris Wahyu.


"Perempuan"sanggah Kevin,no big no bagi nya bayi perempuan itu lebih lucu.


"Hey!siapa anda?"teriak amerra tak terima.


"Sudah sudah mau laki laki atau perempuan,semua itu kehendak Tuhan"Nisa kini menengahi sambil meletakkan beberapa piring di bantu oleh pelayan.


"Hiks,,aku tak mau"Rajuk amerra, menyingkirkan piring berisi nasi goreng favorit nya menjauh.


"Huffhh,, ada apa lagi amerra?"tanya nisa lagi.


"Hiks,,,aku ingin,,hiks,,,baby boy"amerra terus terisak di meja makan.


"No!baby gril"sanggah Kevin tak terima dengan pernyataan amerra.


"Bayi itu tentang rezeki terserah laki-laki atau perempuan,jika ingin anak perempuan dan laki-laki kenapa tak buat kembar"ketus Nisa.


Tak lama kepala pelayan yg merangkap sebagai ayah sekertaris Wahyu datang,di sebelah tangan pak nun terdapat undangan pernikahan.


"Permisi tuan besar,ada undangan dari tuan Irfan"sela pak nun, mendengar nama Irfan Nisa reflek menoleh lalu berjalan ke arah pak nun.


"Permisi"sela Nisa main serobot undangan itu dan...


Deg!


Jantung Nisa mendadak berhenti membaca nama yg tertera di sini,mata itu kini mulai menganak sungai terutama ketika netra nya menangkap sosok jangkung.



"Tak bisa kah tunggu luka ini sembuh?"lirih nya kecewa.


"Nis,,,maaf"lirih laki laki itu yg tak lain adalah Irfan Luqman.


Pyar!!


Sebuah undangan lagi di lemparkan tepat di wajah tampan Irfan,kali ini amerra pelaku nya.


"Breng*ek kau fan! sahabat ku bahkan masih menyimpan undangan pernikahan kalian"maki amerra keras, percaya lah kini ia juga terluka.


Irfan hanya mampu menundukkan pandangan nya,menatap ke arah undangan di bawah kaki nya.


Undangan dengan background khusus drama favorit Nisa,Hyun bin ah dia sangat ingin bertemu dengan nya.



Perlahan kaki jenjang itu berlutut, berlutut di hadapan sosok yg ia sakiti dengan alasan yg hanya ia tahu.


Rasa bersalah kini membelenggu di hati nya,tak seharusnya ia egois banyak jalan yg masih bisa di tempuh,tanpa harus mengorbankan hati tak bersalah.


"Jawab aku Irfan Luqman! kenapa kau mau menikah di saat pernikahan kita baru saja batal!"teriak nya frustasi, merobek undangan itu menjadi serpihan kecil.


Serpihan yg mewakilkan rasa sakit itu,rasa sakit di tinggal kan di detik detik pernikahan.


"Demi Aisyah"cukup sudah Irfan tak bisa memendam itu lagi,sebuah alasan yg membuat nya meninggal kan Nisa.


Deg!


Fakta apa lagi ini tuhan,demi aisyah?.


"Aisyah?"tanya amerra bingung.


"Ya,dia juga mencintai ku.aku tak ingin persahabatan kalian hancur karena aku,di tambah aku berhutang nyawa pada nya"jelas Irfan,tak ada yg di lebih lebih kan ini adalah faktanya.


"Aisyah lagi"gumam Nisa pelan,membuang pandangan nya ke arah kanan.mata itu?mata yg menjadi saksi kejadian kemarin,dan juga mata yg menatap nya dingin.


#assalamualaikum vote,vote,lagi,yah jangan lupa like plus koin hihih kasihan ni lah author bidadari ayah yg tak seberapa ini.