
"Kau tahu di mana en?"tanya amerra serius.
"Aku tahu"jawab nya santai,netra nya langsung menatap ke arah Asiyah yg menggeleng.
"Dimana?"tanya amerra lagi, tangan nya mengguncang erat lengan gadis itu.
"Suatu tempat"hanya itu yg di dapat tak mampu membuat wanita itu puas.
"Nis"panggilan jitu,namun tak membuat gadis itu goyah ia sibuk dengan tatapan nya pada Aisyah.
"Sayang"kini hal yg tak pernah amerra sebutkan ia ucapkan kepada Kevin,namun laki laki itu tetap tak bergeming dengan wajah dingin nya.
Semua orang yg ada hanya terdiam mendengar seribu satu cara yg amerra lakukan agar Kevin menanyakan nya.
"Amerra"jika sang tuan muda sudah mengatakan dengan nama itu, sekertaris Wahyu yakin bahwa tuan muda nya tengah menekan emosi yg kini meledak ledak.
Kret!
Suara pintu terbuka menampilkan sosok tampan nan jangkung yg bola mata nya membulat melihat sosok gadis yg ia rindukan.
"Nisa"panggilan Erik membuat Nisa menoleh lalu tersenyum.
"Apa kabar"hanya sapaan singkat, tapi membuat Kevin bahagia bukan main.
"Kau kembali aku bahagia"dengan mata berbinar Erik mendekati gadis itu.
"Yah seperti itu"jawab nya asal.
"Nona Nisa ikut saya"suara dingin Kevin, mengalihkan pandangan Nisa dari Erik.
Langkah kaki berhells hitam itu, mengikuti langkah kaki tegap milik Kevin tanpa basa basi.
Kini mereka sudah berada di kantin rumah sakit dengan jus jeruk di hadapan mereka masing-masing.
"Ada apa?"tanya Nisa setelah lama terdiam dalam lamunan masing-masing.
"Kenapa anda membawa Rendy kembali"benarkan tebakan Nisa,pasti Kevin mengintrogasi nya soal ini lagi.
Gadis di hadapan nya tergelak,sambil menyeruput jus jeruk favorit nya Nisa mulai menjawab.
"Kenapa?bukan kah dia berhak kembali"lagi dan lagi gadis ini menguji kesabaran nya,dengan mudah nya gadis itu melempar pertanyaan pada nya.
"Nona"nada dingin namun tak mampu membuat gadis itu menciut,dengan santai ia menatap ke arah luar jendela.memperhatikan dokter dan pasien serta para perawat berlalu lalang di sana.
"Memang nya kenapa tuan?apa anda mencintai amerra"benar dugaan ku kan batin Nisa tersenyum puas,begitu melihat Kevin terdiam.
Ini yg ia cari sosok yg mencintai sahabat nya,sosok seperti Kevin yg tak sana dengan Rendy.
"Tuan anda tahu kan lelah nya menunggu,ada dua manusia yg terhalang oleh anda sedang menunggu.beda benua memang tapi itu benang takdir,anda harus butuh kepastian kan?apa ame masih mencintai Rendy atau tidak?.dengan kembali nya Rendy anda bisa mengetahui masih ada kah rasa?tuan ini resiko mencintai,saya faham Ame mulai melunak tapi..... menghapus nama yg telah lama bertengger itu menyulit kan"Kevin terdiam tak menyangkal,ia kalah telak dengan gadis di hadapan nya yg dengan mudah membungkamnya dengan nama amerra.
"Anda tahu? mencintai sepihak bukan hal mudah saya juga merasakan nya"menerawang jauh ke masa lalu"ini resiko,anda harus siap berkorban demi ame"lagi Kevin terdiam,ia tahu ini resiko tapi... egois kah dia memisahkan mereka berdua?.
"Ra milikku"Nisa tergelak lucu, Jawaban yg tak sesambungan dengan nya.
"Terserah tuan,buat amerra menoleh dan melihat ke arah anda dengan begitu dia sulit menengok kembali"dengan cepat,gadis itu meraih tas nya lalu berlalu keluar.
Nisa tersenyum miring,ingin rasa nya ia tertawa nyaring melihat keputusasaan di wajah kevin namun ia tahan sebisa mungkin.
Tak lama Nisa dan Kevin kembali lagi di ruang rawat amerra,jangan lupakan ibu hamil yg satu itu tengah memasang wajah cemberut.
"Ada apa Ra?"tanya kevin, merapikan rambut sebahu sang istri yg menutupi wajah cantik nya.
"Aku merindukan mu"Nisa puas mendengar Jawaban amerra, setidak nya laki laki yg berada jauh di sana mendapatkan balasan.
"Sayang"rengek nya manja"aku ingin menginap di ponpes milik Abang nya Aisyah"sontak perkataan itu membuat Nisa menatap tajam kearah Aisyah.
Bukan ia tak tahu,namun ia terlalu lelah untuk melawan lebih baik ikut saja lah.
"Aku ikut"ada sosok yg menatap tajam yg menatap nya seakan tak suka dengan jawaban itu.
"Tak perlu"ketus Erik,amerra sudah menceritakan semua nya.
"Kenapa?suami ku ada di situ bukan"mata Nisa memicing curiga,tak lama kekehan keluar dari bibir nya.
"Nanti siapa yg menjaga mu"mata Kevin langsung menatap ke arah netra amerra yg sudah berkaca-kaca karena tak di turuti.
"Mas tak ingin menuruti ku"Kevin hanya bisa menghela nafas kasar, amerra akan menangis jika keinginan nya tak di turuti.
"Baiklah lusa yah"putus Kevin.
Akhirnya waktu yg di tentukan Tiba,kali ini Erik, sekertaris Wahyu,amerra,dan Nisa pergi ke ponpes Al faiz menuriti keinginan ibu hamil satu itu.
Amerra bersorak bahagia,dengan gamis army dan jilbab army ia turun dengan amat bersemangat.
Tapi tidak dengan sosok bergamis abu gelap satu ini ia ragu namun dengan cepat ia tepis,dan ikut turun di sebelah amerra.
"Ummi muda"sapaan seseorang membuyarkan tatapan antara sekertaris Wahyu dan Nisa,ada beberapa santri yg menundukan kepalanya di hadapan Nisa.
"Ummi muda?siapa itu"ibu hamil super kepo satu ini mulai menoleh kesana kemari, mencari sosok yg di panggil ummi muda.
"Perhatikan jalan mu"titah Kevin dingin, menarik pelan kepala istri nya yg sibuk menoleh ke sana kemari.
"Nis,jika tak nyaman jangan lupa hubungi aku,kapan pun dan di manapun aku siap siaga membantu mu"Erik berkata dengan bangganya bak super Hero.
"Wah itu Aisyah"amerra bersorak gembira begitu mendapati sang sahabat berserta keluarga nya datang menyambut kedatangan ibu hamil cantik istri CEO ini.
Tubuh itu tergugu di tempat,tidak amerra tak boleh egois ia melirik gadis yg bersembunyi di balik punggung kekar sekertaris Wahyu.
Sahabatnya yah sahabat nya,amerra yakin dia tak baik baik saja tapi demi dia gadis itu tampak baik baik saja.
"Ah Nisa jika kau ingin pulang pulang lah"bujuk amerra,namun tetap gadis itu menggeleng ragu.
"Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh"salam Abi Malik yg tak lain adalah Abi dari Aisyah.
"Wa'alaikumsallam warahmatullahi wa barakatuh"jawab mereka semua serempak,kecuali yg berada di balik punggung.
"Abi,maaf yah ame merepotkan"Panggilan Abi terbiasa amerra berikan,karena ia sangat dekat dengan keluarga Aisyah.
"Tak masalah nak, Abi turut bahagia atas pernikahan mu"Abi sudah mendengar kabar pernikahan amerra walau tak seluruhnya, bagaimana pun Aisyah menutupi juga aib nya.
Dert,dert,getar handphone Nisa membuyarkan lamunan gadis itu,dengan cepat ia melihat sekertaris Lee yg menelfon.
Baru saja akan menjawab, panggilan seseorang membuat nya membeku di tempatnya.
"Khumaira"sapaan itu sapaan yg membuat dada itu kembali sesak.
Nisa mendongak menatap ke arah snag suami berserta madu nya,ustad Yusuf dan Adiba.
"Khumaira apa kabar?"belum Nisa menjawab sebuah pesan masuk dari sekertaris Lee.
"Aku harus pergi"semua orang terkejut mendengar penuturan gadis yg satu ini, termasuk Adiba jika madu nya pergi lalu bagaimana ia akan menjadi ibu.
"Nis,tak bisa kah menginap di sini satu malam saja"memasang tampang memelas tapi tak mampu membuat Nisa goyah,kau mau aku hamil kan?itu alasan mu meminta ku menginap?ingin rasa nya Nisa ingin berteriak tapi nurani nya melarang.
"Kau mau pergi?"mata nya mulai berkaca-kaca,jika tahu ia tak meminta sang sahabat ikut kemarin amerra menyesal.
"Nak,ini rumah mu juga, Yusuf suami mu"suami? ingin rasa nya Nisa berteriak,namun ia menatap ke arah amerra yg berkaca kaca.
"Maaf"hanya itu yg keluar dari bibir Nisa, semakin membuat ibu hamil satu itu menangis.
"Khumaira,tak bisa kah tetap di sini"kekecewaan penuh rasa Rindu terpampang dari mata ustadz Yusuf.
"Nis,kau mau kemana? jangan pergi"larang Erik, walaupun tak menjadi milik nya.
Tak maukah kau melarang ku sekali saja, setidak nya aku tak kan pergi ekor mata nya melirik ke arah sekertaris Wahyu yg tak bergeming.
"Aku tak bisa me, maaf ku usahakan secepat nya kembali"walau tak ingin, lanjut nya dalam hati.
"Tak mau aku mau kau"menarik lengan berbalut gamis itu,amerra terus merengek sedih.
"Ame,aku tak bisa"Keukeh pendirian nya itulah Nisa.
"Tidak"amerra semakin menangis,memeluk tubuh sang sahabat yg memutuskan untuk pergi.
"Khumaira,ku mohon"sebenarnya Nisa ingin menolak, terutama ketika melihat tatapan memohon mereka tapi,di sisi lain ada tanggung jawab yg harus ia jaga.
"Mrs,Kim"sapaan seorang pria Korea membuat Nisa mendongak sekertaris pribadi nya datang.
"Aku harus pergi"dengan cepat nisa melepas kan pelukan amerra lalu berjalan mendekat ke arah sekertaris Lee.
"Jika Khumaira pergi,laknatullah"deg! langkah nya terhenti suami nya mengancam nya.
Nisa tampak sedang berbincang dengan sekertaris Lee menggunakan bahasa Korea yg membuat mereka tak mengerti.
#assalamualaikum author rindu kalian para readers 💗 s😂.
bismillahirrahmanirrahim 🙏
di balik segala ujian itu ada hikmah nya,mungkin kembali nya Rendy bisa membuat amerra mengerti bahwa ia di takdir kan untuk Rendy bukan Kevin 😂😂😂😂
like, like, like, like, like, like, like, like, like, like, like, like, like, like, like, like, komen, komen, komen, komen, komen, komen, komen, komen, komen and vote, vote, vote, vote, vote, vote, vote, vote.
Sarange 💗
author sayang kalian readers 💗
I love you all 💗
follow my Ig:Nis3263.