Perfect Baby

Perfect Baby
part 21



Setelah amerra keluar dari ruang rawat sang sahabat,laki laki yg telah menunggu sedari tadi masuk.


Di lihat nya tak ada perubahan pada gadis nya,masih tetap sama.


Perlahan di genggam tangan itu hati hati, tangan yg masih terbalut selang infus.


Mungkin jika kau sadar kau akan langsung membogem ku karena memegang tangan mu,laki laki itu tertawa lucu memikirkan nya.


"Tak bosan kah kau tidur?lihat laki laki yg di sukai oleh mu juga di sukai sahabat mu,,,tak maukah kau berjuang,,,jika bukan untuk ku.hufhh,maka setidak nya sadar lah untuk memperjuangkan nya"lirih nya.


Mencintai dalam diam,itu lah yg di lakukan pria itu.mencintai gadis yg mencintai sekertaris sang kakak,yg menurut nya super datar.


Siapa lagi jika bukan Erik sang tuan muda bungsu keluarga julliano.


Semenjak kematian sang cinta pertama kim Na-Na seorang desainer dari Korea Selatan.


Hubungan mereka berdua cukup lama sekitar 3 th, sebelum tuhan mengambil sang kekasih melalui kecelakaan maut di sebuah jalan di kota Gangnam city.


Kini di saat dia mulai menyukai seorang gadis, kenyataan pahit nya gadis itu mencintai orang lain.


"Erik!"panggilan itu membuat Erik menoleh,betapa kaget nya ternyata sang kakak ipar belum pulang.


"Antar aku ke perusahaan ya...aku ada perlu dengan Aisyah"pinta amerra,Erik yg mendengar hanya mengangguk lalu menghapus air mata yg tanpa sengaja mengalir.


"Ayo"ajak Erik,lalu melangkah di ekori sang kakak ipar.


Tak perlu waktu lama,sebuah mobil Lamborghini Aventador warna biru sudah terparkir indah di parkiran JL group.


Di ikuti Erik dan amerra yg turun,karena tak ingin ada gosip amerra langsung melangkah cepat menjaga jarak agar tak terlalu dekat dengan Erik.


Sementara Erik,dia mengeryit bingung.


Ada apakah dengan kakak ipar nya?kenapa terkesan terburu-buru?.


Lamunan nya buyar,ketika handphone milik nya bergetar bergetar,jantung Erik terasa berhenti ketika melihat ID pemanggil yg tak lain adalah dokter Ridwan,dokter yg merawat Nisa.


Dengan tergesa-gesa kaki jenjang itu keluar dari lobby perusahaan, menginjak pedal gas dengan kencang bak orang kesetanan.


Divisi personalia.


Aisyah tengah sibuk di hadapan komputer nya,kubikel nya tampak berantakan dengan kertas kertas berserakan,botol minum di mana mana.


"Aisyah"Aisyah yg mendengar menoleh, menatap ke arah amerra dengan pandangan sinis.


"Maaf"lirih amerra pelan,membuat sang sahabat menghela nafas kesal.


"Apa!"tanya nya ketus.


"Maaf aku khilaf,,aku lelah menunggu"lirih amerra pelan,jangan tanya gadis itu Aisyah langsung memutar bola matanya jengah.


"Jika Nisa sudah sadar aku akan memaafkan mu"jawab nya tegas,lalu melangkah pergi meninggalkan sang sahabat yg masih termengu di tempatnya.


Tuhan kenapa ini menyesakkan?dengan langkah gontai,amerra pergi ia menyerah rasa sesak dan penyesalan kini semakin membelenggu.


Saat akan memasuki lift,tanpa sengaja ia berpapasan dengan sekertaris sang suami,siapa lagi jika bukan Wahyu.


"Nona anda di sini?"sapa sekertaris Wahyu,amerra yg sedang menunduk mendongak dengan netra berkaca kaca.


"Anda seharusnya di rumah kan?"ya,semenjak kondisi amerra yg terus terusan pingsan dokter meminta nya untuk bedrest.


"Tadi aku menjenguk Nisa"jawab amerra lagi,namun bagi sekertaris teliti satu itu ini belum membuat nya puas.


"Bagaimana bertemu tuan Erik?"tanya Wahyu lagi.


"Dia menjenguk Nisa"jawab amerra kesal lalu melangkah menuju lift meninggalkan Erik yg masih terdiam.


Wahyu yg mendengar hanya menggeleng lalu pergi ke ruang sang CEO,untuk mengantarkan berkas.


Tok,,tok.


"Masuk"ucap Kevin.


"Permisi pak ada berkas yg harus di tanda tangani"ucap Wahyu.


Kevin yg mendengar memijit pelipisnya,pusing heran kapan tumpukan berkas nya selesai.


"Kau sudah mendapatkan nya?"tanya Kevin,hanya sekertaris Wahyu yg tau arti sepenggal kata itu.


"Sudah tuan,dia mengambil jurusan manajemen bisnis di salah satu universitas di swiss.dia hanya tinggal di Italia selama 1 Minggu,lalu pindah ke Swiss"jelas sekertaris Wahyu,mata tajam nan dingin itu mengamati i pad di tangan nya.


"Kapan?"tanya Kevin.


"Menurut perkiraan dia akan pulang setelah menyelesaikan studi S2 nya"jelas nya lagi.


Sekertaris Wahyu adalah sekertaris paling kompeten di dunia bisnis,hanya sepenggal kata dari sang tuan muda ia sudah tau artinya.


Siapa di dunia yg tak kenal dengan Wahyu,SI SERIGALA DINGIN.berbahaya namun tatapan dingin nya amat mematikan, membuat siapa saja ikut membeku.


"Hufhhh, mom?"tanya kevin.


"Semua akses penyelidikan di tutup oleh tuan besar,tampak nya beliau sendiri yg akan menyelidiki nya"jawab Wahyu,semua akses di tutup oleh tuan Estrank.


"Mom tidak berubah"lirih Kevin pelan.


"Bagaimana dengan nya?"tanya Kevin lagi.


"Nona Nisa,saya belum tahu pasti keadaannya tuan.jika anda ingin tahu saya akan bertanya pada tuan muda Erik"tentu saja ia tak tahu,dunia nya terlalu sibuk untuk memikirkan orang lain.


"Erik?"tanya nya bingung.


"Selama ini,tuan muda selalu mengunjunginya"Jawab Wahyu yg tahu arti tatapan bingung sang bos.


"CK,,kalian akan terlibat cinta segitiga"ledek Kevin.


Cinta segitiga?oh ayolah tuan apaa apaan ini cinta?tak ada dalam kamus saya kata cinta.


# assalamualaikum 🙏


huffh,,dari Rendy kita belajar orang yg sudah terluka akan sangat berhati-hati agar tak kehilangan lagi.


fighting rik 😘 author kasih takdir indah untuk mu.