
Matahari mulai terbenam,berganti dengan langit jingga yg indah, memanjakan setiap mata insan tuhan yg menyukai sunset.
Para manusia mulai kembali ke tempat bernaung nya,ada juga yg baru keluar untuk memulai aktivitas nya.
Begitu pun dengan Kevin yg telah sampai di mansion,dengan sekertaris Wahyu yg masih mengekor setia.
Setelah mandi dan bersih bersih,semua penghuni mansion bersiap untuk makan malam.
Semuanya telah hadir,tinggal menunggu amerra.tak lama wanita itu datang dengan rambut di sanggul tinggi.
"Malam kakak ipar"sapa Erik dengan senyum mengembang indah di wajah nya.
Tuan Estrank yg melihat mengeryit bingung,semenjak kematian Kim na na Erik sama sekali tak pernah tersenyum.ada apakah gerangan dengan putra bungsu nya satu ini?ada kabar bahagia apakah?.
"Kau kenapa rik?"pertanyaan tuan Estrank di wakilkan oleh amerra,ya gadis itu juga ikut heran.
"Besok akan ada seseorang yg datang,dia secerah mentari"jawaban dari Erik bukan menjawab rasa penasaran,tapi lebih mengarah ke teka teki.
"Ame, bagaimana keadaan Nisa?"tanya tuan Estrank baru saja amerra akan menjawab sang adik ipar memotong.
"Kondisi nya lebih stabil,dokter mengatakan banyak peningkatan tinggal tunggu sadar nya saja dad"jelas Erik,jangan lupakan semangat 45 nya.
"CK,,tentu saja kau tahu...kau kan mengunjungi nya tadi"sindir amerra kesal.
"Dad,kapan mom pulang?"tanya Erik lagi dan lagi.
"Sebentar lagi"bohong tuan Estrank.
Setelah makan malam selesai entah mengapa amerra mendadak ingin buah mangga dari pohon nya.
"Aku ingin buah mangga"lirih nya ragu,membuat seluruh atensi di meja makan menoleh ke arah nya.
"Kau mau mangga nak?baiklah Daddy akan minta mang Ucup mengambil nya"tutur tuan Estrank,beliau amat menikmati ngidam amerra karena ia akan segera menjadi kakek.
"Tapi aku ingin tuan Kevin yg memanjatkan"
"Apa!!"Kevin otomatis berteriak mendengar keinginan amerra,oh ayolah malam malam ia harus memanjat mangga di halaman mansion,apa kabar dengan image nya?.
"Kevin,turuti keinginan amerra"titah tuan Estrank tak terbantahkan.
"Tapi dad.."
"Kau ingin menolak keinginan putri mu"cukup sudah jika menyangkut tentang sang calon putri Kevin tak berdaya.
Keinginan nya di panggil Daddy oleh seorang princess kecil,membuat nya cukup sulit.
Tapi apa boleh buat amerra sedang mengandung,dia tak ingin membuat putri nya kekurangan walau sedikit pun.
Mau tak mau dengan Langkah gontai,Kevin berjalan menuju halaman belakang mansion di mana banyak pohon pohon tumbuh.
"Semangat kak"ledek erik.
Amerra tak perduli yg ia mau sekarang adalah mangga muda yg di ambil oleh Kevin.
Rekor terbaru Kevin yg tak pernah memanjat kini harus memanjat pohon untuk calon putri nya.
Akhirnya,setelah lama berkutat 3 buah mangga muda.begitu turun dengan antusias nya amerra meminta pelayan untuk mengupas sekaligus mencuci buah nya.
"Enak"ucap amerra heboh begitu mencicipi mangga muda dari Kevin.
"Vin jangan seperti itu,putri mu yg menginginkan nya"ledek tuan Estrank,tentu saja karena ia melihat ke arah Kevin yg tengah memasang tampang super dingin.
"Kak,kau ingin anak laki laki atau perempuan?"tanya Erik.
"Perempuan"jawab kevin tegas,tentu saja keinginan nya memiliki Princess begitu menggebu.
"Lalu nanti anak mu mirip siapa?ku harap tak mirip orang lain karena Putri mu membenci mu"ledek erik.
Secara tak langsung Perkataan Erik berhasil membuat Kevin meragu,tak mungkin kah dia tak akan mirip dengan putri nya.
"Tak perlu mengurusi orang lain"ketus amerra.
"Kak,nisa.. bagaimana bisa ia di tinggal kan saat akad?"tanya Erik penasaran,tak ada asap tanpa api kan.
"Kenapa kau sangat penasaran"tanya tuan Estrank heran,tak biasa nya putra nya se penasaran ini.
"Mewakilkan sekertaris Wahyu"elak nya.
Yg menjadi kambing hitam langsung menoleh dengan tatapan andalan Nya, tatapan beku milik sekertaris Wahyu.
"Ah,,aku setuju jika kau suka dengan Nisa, setidak nya baik Aisyah atau Nisa tak akan ada yg tersakiti.huffhh...kerena mereka semua sama,sama mencintai sekertaris Wahyu"sahut amerra lirih.
"Wahh.. sekertaris Wahyu hebat di sukai dua gadis sekaligus"ledek erik,walaupun di dalam hati nya bersorak riang.
"Wah,yu dua gadis itu menyukai mu"ledek tuan Estrank,seisi mansion tentu tau jika sekertaris Wahyu tak pernah terjebak dengan wanita.
Dan kini benang takdir menjerat nya dalam hubungan rumit,hubungan antara dua sahabat sekaligus.
"Kenapa sahabat ku harus mencintai mu sekertaris wahyu,siapa yg akan mengalah?.Nisa dengan luka yg masih basah dan akan terkoyak lagi,atau Aisyah yg selama ini sulit melupakan cinta pertama nya?"lirih amerra pelan,ia bimbang mana yg harus ia dukung.
Aisyah yg selalu bersama nya,atau Nisa yg terlalu banyak berkorban untuk nya,jika mereka berdua menjadi rival apa kabar amerra.
Yang menjadi topik utama pembicaraan kini tengah merenung,ada apa kah dengan benang takdir?kenapa aku harus berada di sisi ini?.
Sedingin dan sekejam kejam nya sekertaris Wahyu, ia tetap manusia yg tak ingin salah satu tersakiti.
# assalamualaikum ๐.
si baby CEO lagi balas dendam guys sama si calon Daddy kesayangan nya author bidadari ayah ๐
like,like,like,and komen serta vote
I love you all.
Sarange๐