Perfect Baby

Perfect Baby
part 27



"apa aku akan selalu kalah dari nya?"lirih nya dengan tawa miris yg semakin menyayat hati.


"Tapi bukan begini cara nya!"bentak amerra keras.


"Aku slalu berdoa agar kau bahagia,dan mungkin.....sekertaris Wahyu bisa menjaga mu dengan baik"jawab nya dengan air mata yg mulai mengalir deras di netra nya.


"Persetan dengan sekretaris Wahyu!dia akan bersama dengan Aisyah!lalu aku?"bentak nya frustasi,tentu saja lagi lagi demi Aisyah ia salah langkah.


demi Aisyah lagi dan lagi,laki laki yg ia cintai harus mundur untuk sang sahabat.


Nisa fikir Irfan memang selingkuh,tapi pada fakta nya Irfan mengatakan ini untuk Aisyah..


"Nis"lirih nya pelan memanggil gadis itu,tapi Nisa kini sibuk dengan handphone nya tak lama ia mendekati tuan Estrank.


"Paman Nisa pulang yah,Nisa titip amerra jangan biarkan siapa pun menyakiti nya"pinta nya mencium tangan tuan Estrank,lalu beralih pada Erik.


"Terima kasih Erik,terima kasih atas segala nya.untuk menunggu ku,dan juga cincin ini,ku fikir kau memberikan nya tapi ternyata ini couple"lirih nya, menatap cincin berlian yg sama di jari manis Erik.


"Semua nya Nisa pamit, sekertaris Wahyu jaga dirimu aku menyukai mu"pesan nya sebelum melangkah pergi.


Irfan,dan Erik yg melihat langsung berlari mengejar gadis itu,namun apa daya gadis itu menghilang di dalam taksi yg berada tepat di mansion julliano.


Ke esokkan pagi nya setelah drama panjang kini mereka semua tengah sibuk bersiap untuk sarapan.


Tak lama amerra datang dengan mulut yg mengomel,dan handphone yg masih stand by di telinga nya.


"Kemana sih Nisa"gerutu nya kesal,sedari malam Nisa sama sekali tak dapat di hubungi.


amerra benar benar khawatir bukan main,ia tahu sang sahabat tak bisa mengendalikan diri nya dengan benar dan baik.


Bahkan sampai di kantor,tak ada satu pun tanda tanda kehadiran amerra.


Berita mengejutkan lainnya,ada rumor yg mengatakan bahwa gadis itu mengundurkan diri.


Brak!


Pintu ruangan Kevin di buka secara kasar,dengan langkah cepat amerra berjalan ke meja sang suami.


Kevin dan sekretaris Wahyu yg sedang membahas sesuatu juga terkejut,kenapa amerra datang tiba tiba?.


"Ada apa me?"tanya Kevin bingung.


Pertanyaan Kevin sama sekali tak di perduli kan oleh amerra,netra nya terfokus pada Amplop putih di meja.


Srek!


Begitu kaget nya ia melihat nama yg tertera di sana.


"Nisa mengundurkan diri?"tanya nya tak percaya.


"Nisa?"Kevin dan sekertaris Wahyu ikut mengeryit bingung, kebingungan semakin melanda ketika Erik datang tergesa Gesa.


"Dia pergi,hiks,,pergi,,dia,,ke Korea"isakan Erik terdengar,pria tampan nan kekar itu lemah,lemah ketika mengetahui gadis nya pergi begitu saja.


Dia cukup trauma dengan kehilangan,tak mungkin kah ia akan kehilangan lagi Sekarang?.


"Rik! siapa yg pergi?"tanya Kevin bingung,ia sana sekali tak mengerti situasi ini.


"Nisa"jawab nya lirih.


"Akk!"teriak amerra frustasi,sontak saja Kevin langsung memeluk wanita itu menetralkan emosi nya.


amerra tau ia salah,salah menuduh sang sahabat dengan kata kata keji dan juga membiarkan nya pergi di saat dia butuh tempat bercerita.


"ra,tenang oke"dengan pelan tangan kekar itu mengulas surai panjang amerra.


"Dia,,pergi,,hiks"isakan itu semakin memilukan di telinga kevin,laki laki itu menggerutu dalam hati ulah Nisa yg pergi tanpa izin.


"Ra,pulang yah"bujuk Kevin pada gadis yg ada di dekapan nya itu,namun amerra tetap menggeleng.


"Aku,,hiks,,mau,,Nisa"lirihnya pelan, memeluk tubuh kekar itu.menyembunyikan kepala nya di dada Kevin,mencari kenyamanan di tengah sesak yg ia rasa.


"Oke,jangan menangis kau tak salah me,akan ku suruh anak buah ku mencari nya,jangan khawatir oke"lirih Kevin pelan.


Amerra POV.


Kini sudah dua bulan Nisa pergi,ku dengar sekertaris Wahyu juga sedang dekat dengan Aisyah.


Aku hanya heran,di manakah mommy mertuaku kenapa ia tak pulang pulang.


Lalu Nisa?kapan kau kembali keinginan mu terwujud kini, jangan seperti ini.


Aku menyayangimu nis.


terima kasih telah berkorban,tahu kah kau nis aku selalu mengetuk pintu kamar tuan Kevin hanya untuk minta di potong kan buah oleh nya.


aku sengaja ingin menjahili nya,walau ku tahu dia tak ikhlas namun ia tetap mengerjakan nya untuk ku.


"Ra!"panggilan yg menjadi keseharian ku.


Ku lihat suami ku datang dengan buah mangga yg kelihatan amat segar di piring.


Amerra Pov end.


" kau ingin mangga "tawar Kevin pada ada Bumil yang sedang mengandung putrinya.


"Terima kasih" jawab amerra.


"Besok kau akan cek kandungan bukan? akan ku temani besok"ajak Kevin,sambil menyebabkan potongan mangga ke mulut amerra.


"Aku sudah ada janji dengan dokter Edward "jawab amerra santai.


Semenjak hamil kevin menjaga nya dengan ketat,makanan harus sehat dan di cicipi dulu oleh nya,susu hamil harus terbaik,tak boleh bekerja.


Namun amerra tetap bersikeras untuk berkerja dengan alasan bosan lah ini lah itu lah.


# assalamualaikum.


bismillahirrahmanirrahim, author balik lagi yah guys💗🥰🥰


I Love you all.


like,like,like,like,like,like,like,like,like,like,like,vote,vote,vote and komen yah guys.


kalau gak suka cerita author bilang yah!!! author bakal berhenti kok kalo kalian ngerasa cerita ini jelek bilang aja okeh👌


author sayang kalian.


Jan lupa senyum.