
Malam hari.
Amerra tengah bersiap dengan rambut ia urai,lalu memakai kemeja kotak kotak coksu dan celana baggy pants hitam.
Kevin juga tampak serasi dengan hoddie coksu dan jeans hitam.
"Ra!ayo"ajak Kevin.ra, panggilan khusus yg di berikan oleh Kevin untuk sang istri nya.
Amerra yg mendengar menoleh lalu berjalan ke arah Kevin dengan senyum khas milik nya.
"Ayo"jawab nya semangat,tangan itu mulai menggandeng lengan kekar kevin.
Begitu sampai di bawah,mereka di sambut tatapan tajam oleh dua orang makhluk yg tak lain adalah Vania Chen dan fresya.
"Kalian mau kemana?"tanya fresya sinis.
"Bukan urusan anda"jawab Kevin dingin.
"Kevin aku mommy mu!"bentak fresya kesal,dia merasa diri nya tak dianggap di keluarga ini.
"Tapi dia istri nya"sanggahan seseorang merebut atensi mereka semua.
Tuan Estrank,beliau yg barusan menyanggah perkataan sang istri.
"Dad,aku calon menantu mu bukan dia"debat Vania Chen tak terima,apa apaan calon mertua nya ini.
"Tapi aku yg menantu tanpa embel-embel calon"sindir amerra pedas,tangan nya tak terlepas dari lengan kekar suami nya.
"Ra!ayo"ajak Kevin tanpa memperdulikan perdebatan keluarga nya.
Setelah pergi nya pasangan suami istri itu,aura dingin di keluarkan oleh tuan Estrank yg tak pernah sekalipun mengeluarkan aura dingin.
"Dad!mom tak setuju"ucap nyonya fresya yg merasa tak dianggap di keluarga ini.
"Memang nya kenapa?"tanya tuan Estrank santai,tak perduli bendera perang yg di kibarkan oleh sang istri.
"Karna aku mommy nya!"bentak nyonya fresya, semua orang tentu tau gelagat nyonya besar satu ini.
"Mommy yg melahirkan tanpa mengurus, benarkan?"tanya tuan Estrank sinis,sikap sang istri tak bisa lagi di tolerir.
Deg!
Perkataan tuan Estrank menggores hati nyonya fresya, perasaan bersalah tak mengurusi kedua putra nya mulai menggerogoti hati nya.
Demi bersama teman temannya dia melupakan darah daging yg telah ia lahir kan,tanpa perduli hal hal kecil namun Ego nya lebih memimpin.
"Daddy!"bentak nyonya fresya lagi ketika perkataan nya sama sekali tak di hiraukan oleh tuan Estrank.
"Bisakah jangan berteriak"perkataan dingin nan menusuk itu keluar dari bibir putra bungsu keluarga julliano.
"Erik"baru saja wanita paruh baya itu ingin mendekat namun perkataan putra nya menghancurkan dunia nya.
"Jangan mendekat,kemana anda selama ini?.tahukah anda apa yg terjadi pada anak anak anda dan suami anda?, berhenti bersikap egois demi membela iblis di sebelah anda.cukup!cukup aku dan Kim Na-Na yg berkorban jangan kak Kevin"tumpah sudah air mata yg selama ini ia tahan seorang diri.
Erik bukan Kevin yg kuat dalam segala situasi,dia amat lemah.hati nya di pondasi dengan celah celah yg siap di masuki,namun celah celah itu di tutup dengan penghinaan nyonya fresya pada Kim na na.
"Hufhh"terdengar helaan nafas panjang dari Erik, pemuda tampan itu tengah menatap ke arah taman MENSION.
Lagi dan lagi air mata itu mengalir dengan sendirinya, mengalirkan rasa sesak yg makin membelenggu relung hati nya.
"Hiks,,hiks"Isak Erik keras, mengusap wajah tampan nya dengan kasar.
Dia benci situasi ini, situasi yg merenggut orang tersayang nya.
Rasa kecewa kepada sang mommy menjalar indah berakar ke ulu hati,menjadi simbol kesendirian nya.
Sementara fresya?jangan tanya dia masih mematung di tempatnya,tak pernah terlintas di fikiran nya semua keluarga membenci nya.
Untuk Kevin dan tuan Estrank,fresya tau sebesar apa kekecewaan mereka.
Namun,tidak dengan Erik anak bungsu nya itu selalu bertutur kata lembut,dan manja kepada nya mendadak membentak nya.
"Ini pasti ulah Kim sial"gerutu nya kesal.
~PASAR MALAM~
Kevin dan amerra baru turun dari mobil, sedari tadi mereka tak melepaskan tangan mereka.
Manik berbinar tampak di mata amerra,netra itu sangat bahagia berada di keramaian pasar malam.
"Ayo!"ajak Kevin mulai melangkah di ikuti oleh amerra, alasan Kevin tak ingin melepaskan tangan nya karena amerra terus menoleh ke kanan dan kiri.
"Aku mau gulali"tunjuk amerra berbinar ketika melihat permen kapas itu.
Dengan senang hati Kevin membelikan satu untuk amerra,karena ia tak suka manis.
"Mas mau?"panggilan mas yg keluar dari mulut amerra membuat Kevin tersenyum senang lalu menggeleng.
Namun bukan amerra nama nya jika tak punya cara,cara agar Kevin mau memakannya.
"Mas,huruf depan nama Ra apa?"tanya amerra jahil.
"A"perkataan Kevin terhenti ketika jari amerra memasukan gumpalan permen kapas ke mulut nya.
"Manis kan?"tanya amerra senang,tawa ringan menghiasi bibir nya kala menyadari senyum Kevin terbit.
"Hem"jawab nya singkat.
Netra amerra kini menangkap sesuatu yg aneh, benarkah Aisyah datang bersama nya di pasar malam ini?
# assalamualaikum π
author balik lagi yah, thank you yg sudah dukung author semoga tuhan yg maha esai membalas kebaikan kalian.
like,like,like, vote,vote,vote,vote,and coment.
I love you allππππ
oh ya mau Rendy sama Amerra Or Kevin dan amerra yah guys?