Perfect Baby

Perfect Baby
Vania Chen.



"Kevin!!!"teriak seorang gadis dengan mini dress hitam,mata nya menajam melihat sang tunangan menggendong perempuan lain.


"Eugh,,aku ngantuk"lenguh amerra pelan, menelusup kan kepala nya di dada bidang sang suami.


"Heh ******! jangan menyentuh tunangan ku!"bentak nya kasar,dan sukses mengganggu tidur amerra.


Terbukti dari dia yg menggeliat,lalu turun dari pelukan sang suami.


"Aku mengantuk"lirih amerra manja, menyenderkan kepalanya di lengan kekar sang suami.


"Ra,mau tidur lagi?"tanya Kevin,tentu saja emosi wanita di Depan nya tersulut hebat.


"******!"teriak wanita itu kencang,menyentak kasar tangan amerra sontak saja ibu hamil itu memberengut kesal.


"Heh!siapa anda?"tanya amerra sinis.


"Aku tunangan nya"jawab nya lantang.


Vania chen,siapa tak kenal dengan nya model seksi internasional yg beberapa bulan lalu menang penghargaan,dia adalah tunangan Kevin.


Hubungan mereka terjalin kurang lebih 3 th dengan Kevin,selama 3 thun ini juga ia hilang bak di telan bumi.


Sebuah ide jahil melintas di fikiran amerra,dengan sengaja ja menduselkan kepala nya di lengan kekar kevin.


"Sayang kau kenal dengan nya?"tanya amerra manja,wajah nya ia sengaja buat seimut mungkin.


"Ja*Lang!berani berani nya kau menyentuh tunangan ku!"bentak Vania Chen kasar,menarik tangan itu keras untung amerra tak limbung.


Jika saja ia jatuh bagaimana dengan kandungan nya,emosi amerra mulai meledak ledak.


"Hey nona seksi!yg ja*ang itu anda!berani berani sekali anda mendekati suami saya hah!apa anda tak tahu malu"bentak amerra keras,dengan sekali hentakan ia langsung membuat Vania Chen terjatuh.


Dengan emosi yg meledak ledak Vania Chen berjalan mendekati amerra tangan nya terangkat untuk menampar pipi mulus tanpa noda itu,tapi sebuah tangan kekar menahan nya.


Siapa lagi jika bukan kevin,ia tak ingin seorang pun melukai ibu dari anak-anaknya.


"Jaga tingkah mu Van"bentak Kevin kasar,berhasil membuat Vania ketakutan dan juga amerra ibu hamil satu itu tersenyum penuh kemenangan.


Keributan itu bahkan mengundang hadir nya kepala nun datang, menyaksikan keributan yg di buat oleh nona Vania.


"Vin,aku tunangan mu Vin,dan wanita ini mengaku sebagai istri mu hati wanita mana yg tak sakit vin"tanya Vania lirih,hati nya remuk melihat Kevin membela wanita yg di katakan istri nya.


"Tapi dia istri ku"tegas Kevin, menghempaskan tangan Vania Chen kasar.


"Nona seksi,anda dengar kan? Dimana mana istri itu lebih berhak dari pada tunangan"sindir amerra kesal.


"kau berani berani nya menyebut bahwa kau istri dari tunangan ku hah!tak tahu malu sekali kau"Vania Chen benar benar kesal sekarang,terutama ketika melihat Kevin acuh tak acuh dengan keberadaan amerra.


"Ada apa ini Vin"tegur seorang wanita paruh baya dengan tampilan modis nya,tapi tak melunturkan kecantikan nya walaupun sudah termakan umur.


Amerra bisa langsung menebak bahwa wanita paruh baya itu adalah nyonya besar rumah ini,ibu mertua nya terbukti dari pak nun yg langsung membungkukkan badan hormat.


"Siapa wanita ja*Lang ini vin?"dapat amerra rasakan tangan kevin mengepal erat, dengan cepat amerra mengelus nya berharap Kevin tak lepas kendali.


"Dia istri ku"jawab Kevin lantang,suara nya menggema semakin membuat Vania Chen terisak histeris.


Plak!


Suara nyaring tamparan menggema seisi mansion, memekakkan telinga semua orang yg mendengar nya.


Terasa nyeri bahkan sampai ke ulu hati,amat menyakitkan bukan Kevin tapi amerra yg mendapat kan tamparan indah kali ini.


"Ja*ang apa yg kau lakukan pada putraku hingga dia mau menjadi kan mu istri nya!berapa kau jual harga diri mu"caci nyonya fresya keras,mampu menggores luka yg amat dalam di hati amerra.


"Anda siapa mom nya kah?di mana Anda jika Anda mom nya? hingga tak mengetahui pernikahan sang anak?di mana Anda saat putra ke dua anda frustasi?"pelan namun tepat mengenai relung hati terdalam nyonya fresya.


"Bawa istri mu ke kamar Vin!"titah tuan Estrank yg baru saja datang.


"Sayang mau gendong"rengek amerra manja,mata nya berkaca-kaca ia lelah amat lelah.


Jangan tanya Kevin kaget nggak?ya,kaget lah masa enggak.


Karena tak ada reaksi dari sang suami,amerra langsung memeluk punggung kekar sang suami.


Lalu dengan kedua tangan nya Kevin memegang ke dua kaki amerra agarsang istri tak jatuh.


Remuk sudah hati Vania Kevin tak pernah seromantis itu pada nay sedikit pun.


Kali ini kevin membawa amerra ke kamar nya yg telah di letakan Es batu oleh pak nun.


Dengan perlahan tangan kekar itu mengompres pipi amerra membuat gadis itu meringis.


"Ra sakit?"tanya Kevin khawatir.


Bukan menjawab amerra malah menangis kencang,dengan perlahan Kevin mengelus surai pendek amerra.


"Nanti kita pergi ke pasar malam yah?"bujuk Kevin dan sukses membuat amerra berhenti menangis lalu mengangguk antusias.


# assalamualaikum 🙏🙏


author balik lagi yah.


like like,komen and vote Love you all 💗💗💗💗.


bismillahirrahmanirrahim author masih bertahan yah di sini....terima kasih buat yg stay di sini author pribadi berterima kasih sekali


Sarange 💗


love you all 💗