Perfect Baby

Perfect Baby
bab 28



"manis?"tanya Kevin, membuyar kan lamunan amerra.


"Tentu saja kan aku yg makan"tawa renyah keluar begitu saja dari bibir amerra.


"Dimanakah erik sekarang? "Tanya amerra.


Semenjak kepergian Nisa, tuan bungsu keluarga Juliano itu berubah drastis. Sikapnya makin kesini semakin dingin bahkan di hadapan keluarganya, tentu saja perubahan nya disadari oleh semua orang.


bahkan laki-laki yang terkenal sering bercanda itu hanya mengurung diri di dalam kamar,setelah pulang bekerja.


Di kamarnya hanya penuh foto-foto Nisa, kamar itu kini didesain dengan nuansa gelap.


Tak ada kehidupan di kamar itu,ini yg di takuti oleh semua orang Erik berubah.


"Dia mengurung diri nya lagi di kamar"Jawab Kevin singkat,tangan kekar itu merapikan rambut amerra yg di potong sebahu.


Kata nya agar mirip dengan idol favorit nya Lisa black pink,salah satu repper dari gril grup Korea Selatan.


"Hufhhh,,,mom kapan pulang?"tanya amerra lagi, mengalihkan pandangannya ke arah jendela menatap taman mansion.


"Entah lah dia sibuk dengan dunia nya sendiri"jawab Kevin acuh,ia tak perduli mau apa dan di mana mom nya sekarang.


Amerra yg mendengar mengeryit heran,ada apa dengan Kevin yg seolah tak perduli dengan mom nya.


"Dia ibu mu"bujuk amerra lagi.


"Kau ingin bertemu dengan ibu ku?ayo!"ajak Kevin,tentu saja bumil satu itu menjawab dengan antusias.


Kini mereka berdua sedang berada di jalan raya, menikmati indah nya pohon pohon yg mendayuh lembut mengikuti angin.


Tak lama mobil itu memasuki pekarangan luas,di sambut dengan rumah berwarna biru muda dan putih.


"Ayo!"ajak Kevin, menggengam tangan amerra agar wanita itu tak gugup.


Begitu sampai di teras,tampak beberapa pemuda sedang mengobrol.


Siapa lagi jika bukan, sekertaris Wahyu,Nicko,Maxiem Brian, Edward Snowden,Dan juga Dave Smith.


"Ibu mana?''tanya Kevin begitu ada di hadapan mereka semua.


Tatapan mereka teralihkan pada wanita cantik yg mengenakan dress bunga bunga berwarna biru dan putih,serta blezer hitam yg melekat indah di tubuh nya.


"Kenapa mereka melihat ku tuan"lirih amerra risih.


"Berhenti menatap nya"titah Kevin dingin.


Edward Snowden si pemilik selera humor tinggi mulai beranjak, menjalankan misi yg harus ia kerjakan.


"Hallo kakak ipar, perkenalkan Edward Snowden,dokter yg akan menjadi tempat check up mu besok"sapa Edward, mengulurkan tangan nya.


"Amerra"sapa amerra menjabat tangan milik dokter tampan satu ini.


"Oh sungguh beruntung Kevin mendapatkan anda,aku jadi iri"goda dr.edward.


"Silahkan duduk adik ipar"ajak maxiem menarik kursi untuk di duduki oleh amerra, sementara Kevin ia sudah mulai masuk ke rumah.


"Terima kasih"jawab amerra,lalu duduk di kursi bersama pria tampan lain Nya.


"Alhamdulillah"jawab nya singkat.


"Hufhhhh, jangan sungkan adik ipar,kami sequad jomblo mempersilahkan adik ipar berbicara sepuasnya"celetuk Dave.


"Saya tidak"sahut Wahyu tak terima.


"Tentu saja kau di pepet oleh dua gadis sekaligus,ah siapa nama nya.....Nisa dan ah, Aisyah"kini Edward Snowden mulai mengingat ingat,memory tentang ke dua gadis yg memperebutkan sekertaris Wahyu.


"Tidak dengan Nisa,dia sudah pergi"sahut amerra tak terima.


"Kemana?"tanya Nicko,maxiem, Edward dan juga Dave.


Mendadak netra penuh semangat itu mengendur,lelehan air mata kini berperang untuk terjun bebas.


"Aku,,tak tahu,Erik bahkan sudah mengerahkan semua anak buah nya.tapi,Nisa tak di temukan, terakhir di lihat di Busan Korea Selatan"amerra menangis,kala membayangkan seperti apa sahabat nya sekarang.


"Apa ini yg menyebabkan Erik berubah?"tanya Dave bingung,dia faham betul sifat adik dari sahabat nya itu.


"Saya lihat dia bukan lah tipe yg mudah menyerah nona"perkataan Nicko memang ada benar nya, Nisa bukan tipe yg mudah menyerah.


Tak lama keluar wanita paruh baya dengan jilbab hitam bersama Kevin.


"Bu!dia istri ku"Kevin Langsung memperkenalkan amerra tanpa basa basi.


"Amerra"sapa amerra sambil mencium punggung tangan ibu dari Kevin yg tak lain adalah Tia hautama.


"Wah!dia cantik Vin,ibu harap kau menjaga nya"pesan Tia hautama,yg tak lain adalah ibu angkat mereka semua.


Sebab itu sedari dulu Nicko tak pernah kesepian karena banyak orang yg akan datang ke rumah nya.


"Tentu"jawab Kevin serius, sepeninggal Tia kini para pria tampan itu mulai membahas banyak hal.


Mulai dari bisnis,olah raga dan trending terbaru kehamilan amerra.


Setelah lama berbincang,kini Kevin dan amerra mulai pamit karena alasan Ameera tak boleh lelah.


Saat di jalan amerra hanya sibuk melihat jalan,tak ada yg menarik di pinggir jalan membuat nya bosan.


"Kau mau sesuatu?"tanya Kevin.


"Aku lelah"jawab amerra singkat, menyandarkan kepalanya di jendela.


"Tidur lah"titah Kevin,tak ada sahutan membuat nya menoleh dan di lihat nya sudah tertidur.


Seulas senyum tulus terukir di wajah tampan itu ketika melihat istri nya tidur,rasa tak sabar kini hinggap di dada nya kala mengingat hari esok ia akan check up.


Tak lama mobil yg Kevin kendarai sampai di kediaman Julianno,melihat sang istri sedang tidur ia memutuskan untuk menggendong nya.


Mendadak langkah kaki tegap itu terhenti,netra nya menajam dengan wajah dingin yg mendadak kelam, ketika manik itu menatap seseorang yg ia pikir tak kan kembali.


#assalamualaikum.


author rajin up balik lagi yah hihihi,apa kabar para readers? semoga selalu berada dalam lindungan Tuhan yg maha esa.


like,like,like,like,like and vote vote love you all💗