
Kini Blackpink mulai mengambil aksi mereka di panggung, menyanyikan lagu keinginan sang bumil.
Dengan light stick amerra bersemangat menggoyang goyangkan stick nya.
Termaksud Nisa yg melompat lompat heboh, melihat gril band Korea favoritnya bernyanyi.
ππππππππ
Neo mwonde jakku saenggakna
(Berani-beraninya kau tinggal di pikiranku)
Jajonsim sanghae aega ta
(Ego ku terluka, aku khawatir)
Eolguri tteugeopgo gaseumeun gyesok ttwieo
(Wajahku memerah dan dadaku terus berdebar)
Nae momi mamdaero an dwae eojireowo
(Tubuhku tak bisa dikendalikan, aku pusing)
Neon han jumui morae gata
(Kau bagai segenggam pasir)
Japhil deut japhiji anha
(Hampir sulit digenggam)
Neon swipji anheun geol geuraeseo deo kkeullyeo
(Kau tak mudah didapat, aku jadi lebih tertarik)
Nae mami mamdaero an dwae eoieopseo
(Hatiku tak sama dengan keinginanku, aku tak percaya)
Jigeum neoreul wonhaneun
(Bisakah kau merasakan napasku)
Nae sumgyeori neukkyeojini
(Kini napasku hanya untukmu)
Neol barabogo isseodo
(Saat aku melihatmu)
Missing you
(Aku merindukanmu)
Seotun nal wonβt you set me free
(Apa kau akan membebaskanku suatu hari nanti)
Baby nal teojil geoscheoreom anajwo
(Sayang dekaplah aku seolah aku akan meledak)
Geuman saenggakhae mwoga geuri eoryeowo
(Berhentilah berpikir, apa susahnya)
Geojimalcheoreom kiseuhaejwo naega neoege
(Ciumlah aku layaknya kebohongan, seolah)
Majimak sarangin geoscheoreom
(Akulah cinta terakhirmu)
Majimakcheoreom majimakcheoreom
(Seolah ini cinta terakhir, seolah ini cinta terakhir)
Majimak bamin geoscheoreom love
(Seolah ini malam terakhir, cinta)
Majimakcheoreom majimakcheoreom
(Seolah ini cinta terakhir, seolah ini cinta terakhir)
Naeil ttawin eopneun geoscheoreom
(Seolah tak ada hari esok)
Uh Iβma fall in love baby
(Uh aku jatuh cinta sayang)
You gon finna catch me
(Kau kan mencari dan mendapatkanku)
Uh give you all of this baby
(Uh berikan semuanya sayang)
Call me pretty and nasty
(Panggil aku cantik dan nakal)
Cause we gonna get it
(Karena kita akan begitu)
My love you can bet it on
(Kau boleh pertaruhkan cintaku)
Black we gon double
(Gandakan yang berwarna hitam)
The stack on them whoa!
(Tumpukan semuanya whoa!)
I be the bonnie and
(Aku jadi Bonnie dan)
You be my clyde
(Kau jadi Clyde)
We ride or die
(Berangkat atau mati)
Xs and os
(Xs dan Os)
Siganeun heulleoganeunde
(Waktu berterbangan)
Maeumman geuphaejiji
(Dan hatiku kehilangan kesabaran)
Nae sesangeun neo hanaman
(Aku hanya memikirkanmu)
Missing you
(Merindukanmu)
Seotun nal wonβt you set me free
(Apa kau akan melepaskanku suatu hari nanti)
Baby nal teojil geoscheoreom anajwo
(Sayang dekaplah aku seolah aku akan meledak)
Geuman saenggakhae mwoga geuri eoryeowo
(Berhentilah berpikir, apa susahnya)
Geojimalcheoreom kiseuhaejwo naega neoege
(Ciumlah aku layaknya kebohongan, seolah)
Majimak sarangin geoscheoreom
(Akulah cinta terakhirmu)
Majimakcheoreom majimakcheoreom
(Seolah ini cinta terakhir, seolah ini cinta terakhir)
Majimak bamin geoscheoreom love
(Seolah ini malam terakhir, cinta)
Majimakcheoreom majimakcheoreom
(Seolah ini cinta terakhir, seolah ini cinta terakhir)
Naeil ttawin eopneun geoscheoreom
(Seolah tak ada hari esok)
One two three
(Satu dua tiga)
Saeroun sijagiya
Jeoldae dwidorabojin anheul geonikka
(Karena aku takkan pernah menoleh ke belakang)
Nal neoege deonjimyeon
(Kalau ku serahkan diriku padamu)
Neoneun nal kkok jabajwo
(Kau harus benar-benar menangkapku)
Sesangeun uril kkeokkji moshal tenikka
(Karena dunia tak bisa meruntuhkan kita)
BLACKPINK in your area
(BLACKPINK di wilayah mu)
Baby nal teojil geoscheoreom anajwo
(Sayang dekaplah aku seolah aku akan meledak)
Geuman saenggakhae mwoga geuri eoryeowo
(Berhentilah berpikir, apa susahnya)
Geojimalcheoreom kiseuhaejwo naega neoege
(Ciumlah aku layaknya kebohongan, seolah)
Majimak sarangin geoscheoreom
(Akulah cinta terakhirmu)
Majimakcheoreom majimakcheoreom
(Seolah ini cinta terakhir, seolah ini cinta terakhir)
Majimak bamin geoscheoreom love
(Seolah ini malam terakhir, cinta)
Majimakcheoreom majimakcheoreom
(Seolah ini cinta terakhir, seolah ini cinta terakhir)
Naeil ttawin eopneun geoscheoreom love
(Seolah tak ada hari esok).
Prok, prok,tepuk tangan menggema melihat aksi penampilan yg amat wah dari black pink.
Tak terasa, sudah sehari semenjak ngidam aneh si bumil kini sikap amerra semakin menjadi.
Kedua manusia itu baru turun untuk memakan sarapan, pemandangan yg membuat amerra terhenti adalah ibu mertua dan Vania Chen mereka sudah duduk manis di sana.
"Vin ayo makan sayang!"Kevin memutar bola mata nya malas,ia benci sikap sok perhatian sang mommy.
"Kak!hari ini ayo temui ibu"Erik yg baru datang langsung berteriak, mengajak sang kakak bertemu ibu yg tak lain ibu dari Nicko Tia hautama.
"Aku juga mau bertemu ibu"seulas senyum terlihat tulus dari bibir amerra,dengan cepat ia menarik lengan kekar nan berotot milik Kevin menuju meja.
"Sayang kau mau makan apa?"berperan dengan baik,itu yg di lakukan Kevin sebagai calon ayah.
"Apapun itu"meletakan kedua telapak tangan nya di pipi,amerra amat menggemaskan.
"Cih!istri macam apa yg tak melayani suami nya"sindiran fresya berikan keras,kepada sang menantu.
"Kenapa tidak? bukankah calon ayah yg baik mau melayani calon baby nya? mungkin itu yg di lakukan mas Kevin,ia ingin Princess kecil nya bahagia"amerra tersenyum puas,ia yakin ibu mertua nya amat terkejut dengan kabar bahwa ia sedang mengandung.
Dan benar kedua wanita beda usia itu terperangah,tak percaya hubungan pernikahan mereka telah sejauh ini.
"Ap-a yg ka-u"perkataan Vania Chen terhenti,ia terlalu kecewa bukan hanya terlalu tapi amat.
Dengan Langkah cepat ia meninggalkan meja makan,berlari keluar.
Di luar ia berpapasan dengan wajah tak berekspresi milik sekertaris Wahyu.
"Apa anda di usir nona?"melihat tampilan Vania Chen yg acak acakan,dengan air mata mengalir indah.
"Perduli apa kau!"dari awal Vania dan juga sekertaris Wahyu selalu berdebat,dan tak akur.
Jangan tanya alasan sekertaris Wahyu tak menyukai Vania tentu saja ia pandai memilih mana yg wanita baik baik dan wanita yg mengincar harta.
Srek!tangan berkutek hitam itu menarik kerah sekertaris Wahyu yg masih setia dengan wajah dingin nya,Vania menatap nyalang wajah tampan itu.
"Kenapa kau membiarkan Kevin menikahi ja*ang itu!"bentakan keras menyapu telinga nya,hanya tatapan tajam Jawaban dari sekertaris Wahyu.
"Anda fikir anda pantas?"sekertaris Wahyu balik bertanya,dengan cepat ia mendorong jari lentik milik Vania.
"Tentu aku pantas,aku lebih segala- gala nya dari wanita itu!"serkas Vania kesal,emosi nya terpancing hebat jika berhadapan dengan sekretaris Wahyu.
"Satu ke kuarangan anda nona,anda tak memiliki tata Krama dan juga sopan santun"setelah mengatakan hal tersebut, sekertaris Wahyu berlalu biasa saja tanpa beban.
Di dalam pak nun berdiri tegap, memantau semua keluarga julliano yg sedang memakan sarapan.
Atensi Wahyu berhadapan dengan amerra,bumil satu ini sama sekali tak menyentuh makanan nya.
Modd ibu hamil yg sering berubah-ubah, membuatnya sedikit sensitif, baru berdebat sedikit saja nafsu makan nya sudah hilang.
"Hufhh"menghela nafas,dengan cepat amerra menarik kursi lalu berjalan keluar.
Langkah kaki membawa nya ke sebuah ayunan di taman mansion,ayunan indah yg telah berdiri kokoh selama belasan tahun.
Mendongak menghalau air mata yg berperang menetes,dia hanya berpura-pura kuat tapi kenyataannya,ia juga manusia.
Sikap ibu mertua nya yg selalu memusuhi nya,tak menganggap nya
ada selalu membelenggu di hati nya.
Apakah ini takdir?takdir bahwa ia harus selalu di benci oleh sosok bernama ibu.
"Sayang"amerra buru buru menghapus air mata nya yg dengan sial nya mengalir,lalu mendongak tersenyum lembut ke arah sang suami.
Tangan nya menepuk-nepuk tempat kosong di ayunan,pertanda Kevin di minta untuk duduk.
Setelah sang suami duduk tepat di sebelah nya,tanpa basa-basi ia menyandarkan kepalanya di bahu kekar itu.
Menumpahkan air mata yg sedari tadi berperang ingin bebas,ia butuh bahu untuk mengeluarkan segala keluh kesah yg selama ini ia pendam dan hanya ada Kevin,hanya ada Kevin tak ada yg lain.
"Apakah aku tak akan pernah di sayangi dengan sosok yg di panggil ibu"pertanyaan lirih tapi berhasil menembus benteng kokoh Kevin,ia faham apa yg di rasakan oleh sang istri.
Lelaki dingin itu dapat merasakan sang istri menangis,terbukti bahu jas nya yg basah karena air mata amerra.
"Semua akan baik-baik saja,Ra tak mau berangkat kerja?"Kevin sengaja mengalihkan perhatian agar Ra nya tak terlalu berlarut-larut.
"Astaghfirullah aku lupa"dengan cepat amerra berjalan meninggalkan Kevin yg terbengong.
Dengan cepat amerra berjalan ke arah sekertaris wahyu yg kini sedang menyenderkan punggung kekar nya di mobil.
"Nona di mana tuan muda?"amerra langsung berbalik mencari cari keberadaan Kevin,tak lama sosok itu baru keluar dari pintu utama.
"Kenapa lama sekali sih"gerutu nya kesal, mengerucut kan bibir nya yg mengurut Kevin amat menggemaskan.
"Kau yg menginggal kan ku tadi"dengan gemas Kevin mengacak acak poni amerra yg di buat semirip mungkin dengan Lisa blackpink.
"Poni Anti badai ku!"pekik nya kesal,lalu beranjak memasuki mobil.
Di dalam mobil Kevin tak henti hentinya menggoda sang istri yg masih membetengut kesal,dan berakhir dengan Omelan panjang nya.
Tentang kehamilan yg ini itu dan segala hal ia berikan kepada amerra.
Begitu sampai, amerra dengan langkah seribu berlari menjauh dari mobil ia tak ingin satu pun karyawan mengetahui nya.
"Ehem"langkah nya terhenti ketika mendengar deheman dari Nisa.
"Kau mau sembunyi-sembunyi?"Nisa bertanya sambil membenarkan letak kaca mata hitam nya.
"Hehe,tidak nis sedang apa kau di sini?"amerra sibuk celingak-celinguk,mengecheck bahwa tak ada satu orang yg melihat nya keluar dari mobil CEO.
Baru Nisa ingin menjawab pekikan seseorang menggagalkan jawaban nya,mereka berdua menatap ke arah hilma yg baru mengundurkan diri.
Setelah lama ia menghilang kini ia muncul kembali,rambut pendek nya berubah menjadi hitam lagi ingin rasa nya Nisa mencekik nya.
"Aku merindukan mu"baru ingin memeluk amerra,wanita itu cepat cepat menghindari nya ia tak mau hilma menyadari bahwa ia hamil.
"Hay"sapa amerra.
"Kau tak mau ku peluk?"hilma heran tak biasa nya amerra tak ingin di peluk.
"Tak apa"dengan cepat amerra menjawab agar hilma tak curiga.
"Kapan warna rambut mu berubah hil?"pandangan hilma teralihkan oleh gadis bertunik merah selutut serta kaca mata hitam yg berpindah ke tangan nya.
Dengan cepat hilma memegang rambut nya,ia cukup terkejut ketika Nisa menanyai kapan rambut nya berubah.
"Rambut?rambut ku memang hitam,kapan berubah?"hilma menutupi semua kebohongan nya dengan baik,jika tak teliti ia akan terlihat seperti jujur.
"Ah,ku fikir itu kau"sindir Nisa,netra nya melihat gelagat aneh dari hilma.
"Maksud nya apa nis?kau seperti tak mengenal hilma saja?"amerra bertanya dengan polos nya,ia tak sadar ke dua manusia di hadapan nya sedang bersitegang secara dingin nan halus.
"Aku melihat seorang gadis yg mirip hilma di luar negeri,tapi dia berambut merah dan juga berpakaian ketat nan seksi tak mungkin kan ia hilma?"hilma gelagapan bukan main, bagaimana bisa Nisa menebak dengan pas jangan jangan ia tahu bahwa oh no! permainan nya tak boleh gagal begitu saja.
"Ah mungkin kau salah lihat"elak nya,mata nya menatap tajam ke arah gadis yg juga menatap nya dengan tatapan menantang.
"Ah mungkin kau salah lihat"elak nya,mata nya menatap tajam ke arah gadis yg juga menatap nya dengan tatapan menantang.
"Mungkin saja,tapi aku yakin tak salah melihat"menyadari situasi mulai memanas,amerra memutus kan menarik Nisa masuk ke dalam perusahaan.
"Jangan seperti itu nis!kau terkesan menuduh hilma yg tidak tidak"ibu hamil satu ini mulai mengomel tak berhenti.
# ASSALAMUALAIKUM πππ₯°πππ₯°
readers tercinta author, hallo π author merindu kan kalian.
bismillahirrahmanirrahim π
semoga suka yah part ini.
wah kira kira ada rahasia besar apa sih antara Nisa dan hilma,kenapa Nisa membenci hilma yah?.
LIKE, LIKE, LIKE, LIKE, LIKE, LIKE, LIKE, LIKE,KOMEN,KOMEN, KOMEN AND VOTE VOTE VOTE VOTE