Perfect Baby

Perfect Baby
next



Pagi ini amerra berangkat dengan langkah gontai,tepat 1 Minggu setelah pertemuan nya dengan Aldo namun bayang bayang kembali nya Rendy masih terngiang.


"Me,ada apa?"tanya Aisyah melihat amerra hanya mengaduk-aduk bakso nya tanpa menyicipi nya.


Tepat,kini mereka sedang istirahat dan makan siang di kantin JL group.


"Kau tahu En akan kembali"jelas amerra pelan,mata nya mengamati mobil yg berlalu lalang di tengah kemacetan.


"Apa!"tentu saja Aisyah tersentak bukan main.


"Hufhh,,,Nisa juga belum kembali,kau tahu kemana dia pergi"tanya amerra lagi,Aisyah tersentak bukan main harus kah ia jujur sekarang alasan kepergian Nisa dari Indonesia.


Melihat kegelisahan di wajah Aisyah membuat amerra curiga bukan main.


"Kau tahu sesuatu?"tanya amerra, Mata ibu hamil itu menajam penuh selidik.


"Nisa,pergi karena dia di nikah kan paksa dengan Abang ku"lirih Aisyah bersalah,namun apa daya Abang nya itu amat mencintai sahabat nya.


Deg!


Jantung amerra mendadak berhenti,mata nya membulat tak percaya bukan nya ia tak tahu bahwa Abang Aisyah sudah menikah dan dia hanya memiliki satu Abang pemilik pondok pesantren Al faiz.


"Kau gila! sahabat macam apa kau Syah!membiar kan sahabat mu menjadi istri kedua! kurang apa Nisa padamu? kurang apa!karena kau mencintai Irfan dia mengalah!kau mencintai sekertaris Wahyu dia juga mengalah!kurang apa!"bentak amerra kasar,air mata nya leleh begitu saja ketika mendengar fakta lain yg lebih mengejutkan.


Beruntung kantin tengah sepi,dengan langkah cepat amerra berjalan menuju ke dalam ruangan nya untuk izin tak enak badan.


Di tengah perjalanan amerra tak henti-hentinya menangis nasib nya mengenaskan bukan.


Karena tak ingin pulang,ia memutuskan untuk pergi ke danau beristirahat di sana.


"En,di mana kah kau sekarang?"lirih amerra pelan,ia menunduk memejamkan mata erat menghalau air mata yg berperang untuk mengalir.


Beda amerra beda Kevin laki laki tampan itu tengah sibuk dengan pekerjaan dan berkas berkas nya yg menumpuk.


"Hufhh, kapan ini selesai"lirih Kevin kesal,belum reda kekesalannya Vania Chen datang kembali di ikuti sekertaris Wahyu yg siap menghalangi nya.


"Sedang apa kau di sini?"tanya Kevin sinis,dia muak perkejaan nya belum selesai tapi masalah datang lagi.


"Sayang aku merindukan mu"dengan manja dan tak tahu malu nya wanita itu bergelayut manja di lengan kekar kevin.


"Minggir kau ja*ang!"bentak Kevin kasar,aura yg ia miliki semakin kemari semakin kelam,mata nya menghunus tajam setajam pedangm


"Vin aku tunangan mu!"kini giliran Vania yg membentak nya keras,ia tak terima dengan sikap Kevin yg semakin acuh dan dingin kepada nya.


"Tunangan jika bukan karena mom ku aku pasti kan tak mau bertunangan dengan mu!"suara bentakan semakin Menggema di ruangan sang ceo.


Jika bukan karena nyonya fresya,tak mungkin Kevin mau bertunangan dengan Vania model seksi itu.


Ia ingat kesan pertemuan pertama dengan nya amat tak mengenakan, terutama dari segi pakaian yg amat tak Kevin sukai.


"Kau bohong Vin kau mencintai ku bukan gadis itu!"bentak Vania Chen frustasi,tidak akan ia biarkan perjuangan nya mati Matian hilang begitu saja.


"Terserah"kesal Kevin, masalah belum selesai Aisyah masuk dengan mata yg basah.


"Tuan amerra baik baik saja?"tanya Aisyah to the points,ia tak bisa lagi menyembunyikan kekhawatirannya.


Deg!


Kevin tersentak hebat maksud nya apa?,ada apa dengan Ra nya?.


"Maksud mu di mana Ra sekarang"tanya Kevin khawatir,namun Aisyah hanya diam tak menjawab saking kelu nya.


Dengan langkah cepat di ekori oleh sekertaris wahyu,Kevin langsung mencari keadaan sang istri dengan melacak GPS di handphone amerra.


Begitu sampai di tempat tujuan,tak ada apapun yg mereka lihat kecuali....


Tunggu,ia melihat seorang wanita berambut pendek tergeletak tak berdaya di atas kursi kayu.


"Ra!"teriak Kevin, begitu menyadari bahwa tubuh itu adalah milik istri nya.


Dengan cepat mobil yg di kendarai sang sekretaris Wahyu membelah kepadatan kota,di belakang nya terdapat Kevin yg tengah memangku tubuh lemah sang istri.


Begitu sampai di parkiran r.s.ed dr.edward dengan sigap merawat sang kakak ipar.


"Apa yg terjadi pada istri ku?"tanya kevin Khawatir begitu sang istri telah di pindahkan ke ruang rawat.


"Jangan khawatir kakak ipar baik baik saja,dia hanya kelelahan dan banyak fikiran tolong jaga dia dengan baik"Jawab dr.edward,lalu beranjak meninggalkan Kevin dan sekertaris Wahyu sendirian.


Perlahan tubuh tegap itu mendekat ke sisi istrinya, menggengam erat tangan berinfus itu.


"Ra kenapa?"tanya Kevin amat lirih.


Kelopak mata milik ibu hamil itu mengerjab, menyesuaikan dengan cahaya yg menyilaukan nya.


"Hiks hiks"mendadak ibu hamil itu kembali terisak,reflek membuat Kevin mendekap nya perlahan.


Namun fakta berbanding terbalik,tangis amerra malah semakin kencang dan menjadi.


"Hiks,,ai,,,syah,,,hiks,,ja,,jahat,,, hiks,,,di,,dia,,,mem,,,hiks,,hiks,,bi,,,Arkan,,hiks,,,Nisa,,,hiks,,men,,hik,,jadi,,,hiks,,, istri ke,,dua"isakan amerra terdengar jelas si telinga kevin, membuat laki laki itu serba salah.


"Nona Nisa baik baik saja,saya menjamin hal itu"sela sekertaris Wahyu,ikut berusaha menenangkan sang nona muda.


"Benarkah!"mendadak ia berteriak girang, ketika mengetahui fakta sang sahabat baik baik saja.


"Iya nona"jawaban itu membuat Kevin memicing tak percaya.ada apa dengan sekretaris nya yg mendadak perduli pada seorang wanita?.


"Ra,ku dengar en mu akan kembali"kini giliran amerra yg tersentak, bagaimana bisa suami nya tahu hal itu.


"Ya,en akan kembali 2 bulan lagi"singkat,hanya itu yg di dapat Kevin.


"Sama seperti janji ku bukan?,aku akan membawa Rendy kembali"terdengar suara perempuan yg amat di rindukan amerra.


Netra itu berkaca kaca, menatap ke arah sang sahabat yg ia fikir tak kembali.


Dengan cepat gadis itu berdiri memeluk tubuh ibu hamil yg ia rindukan, sahabat yg ia tinggal tanpa kabar.


Sekertaris Wahyu masih setia dengan wajah datar nya,tak di pungkiri ia ikut bahagia kala melihat gadis yg ia tolong baik baik saja.


"Nisa"suara sapaan yg amat lirih Nisa dengar dari bibir adik ipar nya Asiyah.


"Apa kabar?"kali ini aura yg di berikan Nisa amat dingin,ia benar-benar kecewa dengan Aisyah.


Amerra hanya membuang pandangannya,ia terlalu kecewa bukan hanya terlalu tapi teramat.


"Nisa,kau kemana saja?"tanya Aisyah khawatir,tapi tidak dengan Nisa gadis itu hanya diam dengan wajah datarnya.


Beralih kepada sepasang suami istri itu,Kevin mengelus rambut amerra dengan pelan pelan bertanya.


"Kenapa kau bisa pergi?apa kau memikirkan sesuatu"tanya Kevin lembut,amerra menghela nafas bersandar di dada bidang Kevin.


"Aku hanya terkejut,Aisyah memberikan kejutan yg wah"gadis yg sedang di bicarakan terdiam, menunduk dalam kala sekertaris Wahyu menatap ke arah nya tajam.


"Apa yg dilakukan Aisyah"suara nya mendadak meninggi,laki laki tampan itu tak suka ada yg membuat sang istri terluka.


"Dia mengatakan bahwa aku menjadi istri ke dua"melongo takjub mendengar jawaban Nisa,pantas saja sang istri sampai drop tunggu? bagaimana dengan erik.


Tapi tunggu ada yg aneh dengan sosok dingin di sebelah nya,Kevin memicing tajam aura nya membunuh sekertaris Wahyu kenapa ia tak terkejut?kenapa dia tampak biasa biasa saja?.


"Wahyu"satu kata yg sudah dapat sekertaris itu artikan, pertanda minta di jelaskan.


Sebenarnya Kevin tak ingin bertanya, tapi amerra sibuk menarik narik baju nya.


"Saya tahu tuan,saya yg mengirim nona ke Korea dan saya juga yg menutup semua akses yg mencoba mencari nona Nisa"jelas Wahyu dengan ekspresi datar nya,tapi mampu membuat Aisyah berdenyut sakit.


Dengan langkah cepat amerra berjalan ke arah sekertaris Wahyu,plak.


Tepukan keras tanda kekesalan amerra layang kan kepada sekretaris sang suami.


"Kau tahu kan!aku mencari nya! kenapa kau menyembunyikan nya!"suara nya kini meninggi, hingga Kevin harus bertindak.


"Ra duduk"titah nya dingin, membuat amerra mau tak mau menuruti nya.


"Nis,aku merindukan mu"lirih amerra manja pada sang sahabat yg duduk di sebelah nya.


"Aku menepati janji ku,Rendy akan kembali"tunggu,apa Nisa yg membuat en nya kembali? secepat itu? benarkah?.


"Kau tahu di mana en?"tanya amerra serius.


"Aku tahu"jawab nya santai,netra nya langsung menatap ke arah Asiyah yg menggeleng.


"Dimana?"tanya amerra lagi, tangan nya mengguncang erat lengan gadis itu.


"Suatu tempat"hanya itu yg di dapat tak mampu membuat wanita itu puas.


"Nis"panggilan jitu,namun tak membuat gadis itu goyah ia sibuk dengan tatapan nya pada Aisyah.


# assalamualaikum 🙏💗🥰🙏


bidadari ayah balik lagi yah guys 💗💗💗💗💗


rindu gak?ya enggak lah.


thanks buat yg dukung author hingga detik ini.


Like,like,like,like,like,like,like,komen, komen, komen, komen, komen komen komen and vote, vote, vote, vote, vote


I Love you all 💗