
Malam ini terasa sangat dingin, Andre duduk sendiri di tepian sungai yang mengalir dan memberikan hembusan angin yang memilukan.
Andre duduk seorang diri sambil memetik gitar kesayangannya.
perlahan gitar itu dipetik dan mengeluarkan Irama yang sangat memilukan hati.
melodi yang ter keluar dari petikan gitar itu mewakili setiap goresan hati yang dirasakan oleh Andre.
***
Tiada secantik bahasa mu
Ku gubah lalu menjadi lagu
Tidak setanding paras
Wajahmu itu menjadi rindu
Andainya bulan retak seribu
Bayangmu ada dimana-mana
Jika kaca berderai
Luka tertusuk seluruh jiwa
Kita pun diibaratkan
Kasih suci yang bahagia
Aku turut merasakan
Mahligai yang
Jadi nyata bersamamu
Pertama dan kaulah selamanya
Riwayat yang menghikayat cinta
Kasih jangan biarkan
Kata yang nista membakar kita
Kata janji bukan ukuran
Hanya sejati dalam diri
Kuburkan aku dihatimu
Demi cinta sebelum mati
Sejauh manapun berpisah
Kau dihatiku dan ku sama
Dalam tidur dalam terjaga
Ku ucapkan salam sejahtera
Andainya bulan retak seribu
Bayangmu ada dimana-mana
Jika kaca berderai
Luka tertusuk seluruh jiwa
Kita pun diibaratkan
Kasih suci yang bahagia
Aku turut merasakan
Mahligai yang
Jadi nyata bersamamu
Kata janji bukan ukuran
Hanya sejati dalam diri
Kuburkan aku dihatimu
Demi cinta sebelum mati
Sejauh manapun berpisah
Kau dihatiku dan ku sama
Dalam tidur dalam terjaga
Ku ucapkan salam sejahtera
'' lo menangis Bro?'' tanya Anton sambil menepuk bahu Andre.
'' lo tidak akan mengerti apa yang gue rasakan saat ini!'' kata Andre dengan wajah yang tertunduk.
'' kenapa lo jadi baperan banget sekarang? Bukankah kemarin lo memiliki pacar lain selain Noer itu. kan ada Mia dan juga Desi?'' kata-kata Anton yang membuat Andre menjadi semakin marah.
'' Lebih baik lo diam dan tidak ikut campur urusan gue!'' bentak Andre.
'' Sabar bro jangan lu bawa emosi, apa sih kelebihan itu cewek dibanding cewek lain. dari segi kecantikan dia biasa-biasa saja, terlebih lagi dia terlalu kecil buat lo. bahkan perbedaan umur kalian itu sangat jauh.'' Anton mencoba menenangkan Andre.
'' Lo benar, dia terlalu sangat belia untuk gue, dia juga tidak secantik cewek-cewek gue yang lainnya. akan tetapi ketulusan yang dia miliki tidak ada pada cewek manapun.
Anton hanya terdiam setelah Andre mengatakan hal tersebut. Karena apa yang Anda katakan itu benar'.
Andre berdiri dan melihat ke arah rumahnya Noer. dari tempat Andre terlihat Noer Tengah beraktivitas seperti biasa.
Saat Noer mau mengambil air ke sungai, Andre mengambil kesempatan untuk bertemu dengan Noer, dan menanyakan Ada apa sebenarnya dengan sikapnya ini.
'' Noer, gue mohon kasih ke waktu bicara sebentar sama lo!'' kata Andre memohon kepada Noer.
'' Maaf bang gue lagi sibuk!'' jawab Noer tanpa melirik ke arah Andre.
Bukan karena sombong atau apa, Noer tidak mau menatap Andre karena Noer tidak bisa melihat duka yang dirasakan Andre dan Noer juga tidak ingin Andre melihat luka yang ada di hatinya.
''Noer, gue mohon Jelaskan ke gue kenapa lo bersikap seperti ini ke gue? Gue begitu bahagia saat mendengar lo mau menerima cinta gue tapi kenapa setelah itu lusa akan menghindar dari gue.'' kata Andre yang menahan Nur dengan memegang tangannya.
'' Bang lepaskan tangan Noer Bang, nanti jika Ibu Noer melihat bagaimana?'' Noer meminta Andre melepaskan tangannya.
'' Tapi kenapa Noer? Berikan alasannya yang tepat agar aku bisa memahami sikap lo seperti ini. Apa karena kesalahan gue menjadikan cinta gue ini taruhan lo masih marah?'' Andre terus saja pertanyaan kepada Noer.
'' Sebaiknya Abang tidak usah lagi memikirkan gue, dan masih banyak cewek lain yang lebih pantas menjadi kekasih Abang!'' kata Noer lalu pergi meninggalkan Andre begitu saja.
''Noer! "
"Noer! " teriak andre memanggil noer berharap noer mendengarkannya.
Noer hanya menghela napas yang terasa berat, bersikap sedingin itu kepada Andre. Noer harus mengubur cintanya yang baru saja bersemi untuk Andre.
Andre hanya menata Noer yang pergi begitu saja.
Noer berlari menuju ke kamar nya, tangisnya yang tertahan agar tidak terdengar oleh ibu dan adik-adiknya di luar kamar.
Ini adalah kali terakhirnya Noer memikirkan Andre itu pun demi kebaikan Andre.
Karena Noer selalu teringat kata-kata ayahnya Dia mengancam keselamatan Andre.
Sementara Andre benar-benar frustasi dan ia melampiaskannya dengan mabuk-mabukan.
Andre mendatangi sebuah bar di di kota itu, dan ia meminum berbagai jenis minuman keras.
Rizal dan Anton mencoba mencegahnya dan memintanya kembali bersama mereka.
tetapi mereka gagal. Andre Justru malah memesan lagi beberapa botol minuman beralkohol.
'' Apa yang lo lakuin Bro, ini itu tidak benar!'' Rizal berteriak karena suara dentuman musik yang ada di bar itu mengharuskannya bersuara keras.
'' Daripada lo berdua merusak kesenangan gue, lebih baik lo saja yang pergi sana!'' Andre membentak balik Rizal dan Anton.
'' Tapi ini tidak benar Andre, lo bisa sakit jika terlalu banyak minum!'' Kata Rizal lagi.
'' Gue nggak peduli sekalipun gue mati karena minuman ini, untuk apa cinta yang baru saja bersemi itu kini hancur.'' Kata Andre dengan bersedih hati.
'' Tapi masih bisa kita bicarakan dengan baik-baik bukan seperti ini!'' Kata Anton
'' Apalagi yang harus di bicarakan, Noer sudah mengakhiri semuanya di saat cinta itu baru bersemi" Kata Andre
" Gue nggak bisa menerima cinta gue yang hancur keping-keping seperti ini!" Tambah Andre lagi.
'' Ya, mungkin saja Noer memiliki alasan di balik sikapnya itu Andre dan dia pun masih membutuhkan waktu lagi untuk menjelaskannya sama lo. Coba saja lu pahami maksud kata-katanya itu.'' saran Anton.
Andre terus saja menenggak minuman keras itu. Dan setelah habis beberapa botol reaksi Minuman itu pun sudah tampak dari sikap Andre. Dari mulut Andre selalu saja terucap Noer.
'' Kenapa Noer? kenapa lo hukum gue seperti ini!'' Hanya kata-kata itu saja yang keluar dari mulutnya semenjak ia mabuk.
Sementara Rizal dan Anton tidak tega meninggalkannya, mereka tetap setia menemani Andre.
Takut jika nanti Andre mabuk berat dan susah untuk pulang.
Hal yang mereka takuti itu pun terjadi pula, Andre telah mabuk berat dan untuk berdiri saja ya sudah tidak sanggup.
Hingga di botol terakhirnya Andre menghabiskan alkohol itu, tidak beberapa lama Andre langsung saja memuntahkan seluruh isi perutnya berulang-ulang kali.
Kondisi Andre sangat buruk sekali malam itu, melihat sahabatnya seperti itu Rizal dan Anton akhirnya membawa Andre pulang.
Mereka sangat merasa kasihan kepada sahabatnya itu.