
''Noer,Maafin Gue! Gue hanya gak mau Lor selalu memiliki harapan yang tidak pasti!'' Kata Riani mencoba menjelaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman.
''Gue gak tau harus bagaimana untuk berkata-kata lagi Riani,dan untuk menatap Robi juga Gue sudah tidak mampu. Entah apa yang di pikirkan oleh Robi tentang Gue saat ini.
Noer pergi meninggalkan Riani yang kini merasa bersalah telah lancang mengutarakan perasaan nya pada Robi.
Saat tiba di kelas Noer berpapasan dengan Robi dan Noer jadi salah tingkah. Begitu juga dengan Robi,mereka hanya saling terdiam dan salah tingkah.
Noer keluar dan duduk di samping kelas seperti biasa. Tidak lama setelah itu Robi mend kati Noer.
''Noer,Gue... Gue...'' Robi tidak melanjutkan perkataan nya.
(''....'')
" Riani,mengatakan sesuatu sama Gue, apakah itu benar-benar?'' Tanya Robi.
Noer hanya mengangguk membenarkan yang di katakan Riani itu benar.
''Maaf Noer,jangan salah artikan perhatian Gue ke Lo. Gue memang sayang sama Lo tapi sayang Gue itu bukan dalam artian dari seorang kekasih. Sayang Gue ke Lo itu adalah sayang nya seorang kakak terhadap adek nya.Lo sendiri kan tau kalau Gue hanya memiliki kakak laki-laki dan tidak memiliki saudara perempuan.Lo mau kan Gue anggap Adik Gue?'' Kata Robi mengakhiri penjelasan nya panjang kali lebar.
Noer hanya terdiam,apakah ia harus bahagia mendengar penjelasan Robi.
Di satu sisi Noer bahagia di anggap Adik tapi cinta nya yang patah dan hancur menerima kenyataan itu.
Noer tetap diam seribu bahasa,Robi memaklumi hal tersebut. Dan Robi pun membiarkan Noer sendiri.
''Noer,Gue balik ke kelas ya'' Kata Robi.
Noer hanya diam.
' Lagi-lagi sayap cinta Gue patah,apakah Gue memang di takdirkan untuk tidak bisa memiliki cinta sejati.Dan setiap yang Gue cintai harus pergi dan menyakiti hati Gue!' Teriak Noer dalam hati nya.
Riani yang telah kembali dari kantin melihat Noer menyendiri dan Riani mendekati nya.
''Lo masih marah ya ke Gue?'' Riani membuyarkan kesendirian Noer.
''Makasih Ya Riani,berkat Lo Gue jadi tau jawaban apa yang Gue dapat dalam kepastian ini.''Kata Noer lirih .
''tapi lu nggak marah kan sama gue, lu tetap jadi sahabat gue kan?''Riani sangat khawatir Noer akan mengakhiri persahabatannya karena telah berbuat lancang.
'' Enggak kok Riani, buat apa Gue marah sama Lo, justru gue sangat berterima kasih sama Lo, berkat Lo Gue jadi tahu bagaimana Robi ke Gue.''kata Noer sambil menundukkan kepalanya.
'' Lalu, Robi bilang apa sama lo? Gue lihat tadi lo dan Robi berbicara di sini.''Riani mulai kepo.
'' Dia mengatakan bahwa dia hanya menganggap gue sebagai sahabat dan adiknya'' Jelas Noer dengan sebuah kekecewaan.
''Apa???'' Riani kaget mendengar penuturan dari Noer.
''Lo nggak perlu kaget begitu, toh Lo juga udah tahu kan yang sebenarnya mengenai perasaan Robby ke gue?''Pertanyaan Noer membuat Riani terdiam.
'' Itu...''Riani ragu-ragu menjelaskan kepada Noer.
'' Lo jangan takut mengatakannya ke gue nggak bakalan marah kok,toh Robi juga udah mengatakan ke Gue kalau Lo juga sudah mengetahui perasaan Robbi sebenarnya ke gue.'' Kata Noer menyudutkan Riani.
''Maaf Noer, Gue takut menyampaikannya sama Lo . Gue nggak mau melihat Lo terluka mendengar semua itu.''Riani jelaskan maksud nya tidak memberitahu alasan nya.
''Ya sudahlah tidak apa-apa!'' Noer mengakhiri masalah itu.
Lalu mereka pun pergi memasuki kelas mereka dan menyelesaikan mata pelajaran hari itu.
Kini semua terasa berbeda oleh Noer. kelas itu terasa asing baginya.
Suatu hari di dalam kelas ada dibagi beberapa kelompok oleh seorang guru mata pelajaran fisika.
Dan Noer satu kelompok dengan Robi, hal tersebut benar-benar membuat Noer tersiksa.
Noer ingin berbicara tapi biar benar jadi kaku, dan aneh banget rasanya bagi Noer.
Untung saja Robby bisa mengendalikan situasi dan membuat Noer tetap nyaman.
''Noer please, jangan begini. anggaplah tidak ada sesuatu jarak di antara kita. lupakanlah yang pernah ada, Dan terimalah takdir yang diberikan tuhan kepada kita. bukankah akan lebih baik kita menjadi sahabat ataupun saudara. tidak akan ada kata-kata MANTAN sampai kapanpun di antara kita.''Bisik di telinga Noer saat dia mendapat kesempatan duduk di samping Noer.
Kata-kata Robby tersebut membuat Noer terdiam dan berpikir sejenak.
' Ada benarnya juga apa yang dikatakan oleh Robby.' Pikir Noer dalam hatinya.
Perlahan Noah membenarkan yang dikatakan oleh Robi itu.
Noer pun mulai belajar untuk menjadi sahabat seorang adik bagi Robi tanpa harus mengurangi rasa cintanya kepada Robi.
Tentu saja hal tersebut tidak semudah yang terdengar awalnya sangat canggung.
Hari pertama dan kedua semua masih terasa canggung oleh untuk menganggap Robi adalah sahabat ataupun kakak baginya.
Namun dengan bantuan hobi sendiri akhirnya Noer biasa dengan hubungan baru mereka itu.
Robby pun tidak mengurangi jarak di antara mereka, justru robi semakin dekat dengan Noer.
Sesekali Robby berlaku manja kepada Noer, manja dalam arti kata terhadap adiknya sendiri.
Robby pun sering mengantarkan Noer pulang ke rumah. Dan lebih sering bermain ke rumah Noer.
Awalnya ayah dan ibu merasa sangat aneh dengan hubungan Noel dan roby itu.
Namun kepiawaian Robi mengendalikan suasana dan situasi membuat ayah dan ibu menerimanya sebagai anak angkatnya pula.
Sehingga ayah dan ibu hanya percaya kepada Robby seperti jika ada tugas kelompok maka nomor hanya diperbolehkan pergi bersama dengan Robi saja.
Hal tersebut membuat pertanyaan pada teman-teman yang melihat kedekatan mereka.
Robby pun tidak tinggal diam,iya selalu berusaha menjelaskan kepada siapapun yang bertanya-tanya tentang hubungannya itu.
Robby pun sering membawa Noel bermain ke rumahnya dan mempereratkan hubungan luar dengan mama dan papanya.
Mama Robi pun sangat menyayangi Noer, karena beliau tidak memiliki seorang putri.sehingga Noer pun menjadi kesayangan di rumah Robi sendiri.
Tentu saja hal tersebut membuat pacar Robby menjadi iri dan cemburu. dan akhirnya pacar Robby pun menjadikan nawar sebagai musuh abadinya.
Robi selalu mengatakan kepada Noer untuk tidak memikirkan perkataan pacarnya itu.
Perlahan pacar Robi akan bisa menerima hubungan mereka.
Dan pacar Robby harus bisa menerima Noer sebagai adik angkatnya Robi.
Jika kekasih Robi tidak menerimanya maka Robi tidak segan-segan akan mengakhiri hubungannya dengan cewek itu.
Begitu spesialnya hubungan tempat dalam hidup Robi.
Banyak sekali cewek yang iri kepada Noer sendiri.karena bisa dekat dengan Robi yang boleh dikatakan termasuk cowok idola di sekolah itu.
...****************...