Noer

Noer
Episode 20



''Eh cewek kampung nggak bisa nggak menjauh dari Robi!'' Bentak Helena kepada Noer.


''Memangnya kenapa Gue harus menjauhi Robi! Robby itu adalah kakak Gue!''Kata Noer kepada cewek yang tengah mengejar-ngejar Robi.


'' Lo itu bukan Adik kandungnya ya jadi jangan sok belagu ngaku-ngaku Adiknya Robi. Gue tahu siapa Lo. Lo itu nggak lebih dari seperti benalu yang hanya menumpang hidup dan popularitas dari robi'' Kata Helena dengan menunjukkan tangan kirinya kepada Noer.


''Lo aja yang berhenti ngejar-ngejar Kak Robi. Jika Gue gak suka sama Li,mana mungkin Robi akan menerima Lo!'' Kata Noer membalas ejekan Helena.


''Dasar Lo Cewek sialan!'' Helena menjambak kepala Noer sehingga hijab Noer terbuka


Tetapi Noer tidak membalas nya,dan Robi melihat kejadian itu.


''Helena!'' Teriak Robi dengan suara lantang.


tapi sayang nya Helena tidak menghiraukan teriakan Robi,dan Robi langsung berlari ke arah mereka lalu melerai Noer dari cengkraman Helena.


''Apaan sih Lo, Helena?'' Bentak Robi.


''Kakak...'' Rengek Noer.


''Ada apa ini sebenar nya?''Tanya Robi dengan memberikan jilbab milik Noer lalu membantu Noer merapikannya.


''Maaf Robi, Gue nggak bermaksud untuk mengganggu Noer, tapi dia duluan yang mengganggu gue. dia mengatakan kalau gue nggak pantas buat lo. dan lo bakal mendengarkan apa yang dia katakan.''Helena mencoba untuk membela dirinya.


''Ya itu emang benar,karena sekarang Noer adalah adik gue dan seorang kakak tentu ya mendengarkan apa yang dikatakan adiknya jika itu benar menurut adiknya, maka benar-benar kakaknya. dan jangan pernah lagi loh mengancam Noer seperti itu." ancom Robi kepada Helena.


Helena merasa sangat kesal dan kembali ke kelasnya dengan wajah cemberut.


"maafin dia ya Noer?"Robi minta maaf atas nama Helena.


"nggak apa-apa kok kak Robi, gue mengerti tidak semua orang bisa menerima gue dekat dengan lo." tersenyum getir.


Noer kembali duduk di bangkunya dan mempersiapkan buku pelajaran selanjutnya.


semenjak hari itu Helena tidak ada kembali datang ke kelas untuk mencari Robi.


setiap kali berpapasan dengan Noer,Helena selalu memalingkan mukanya.


Noer merasa tidak begitu penting karena, dan mengabaikan sikap-sikap Helena padanya.


yang penting bagi Noer adalah dia tetap selalu ada di dekat Robi meskipun nawar tidak bisa memilikinya karena cinta itu tak mesti memiliki seperti lagu yang dinyanyikan oleh grup band ternama ST12.


Cinta memang tak selama nya bisa indah


Cinta juga bisa berubah menjadi sakit


Begitu yang kurasakan kini


Perih hatiku tinggal kehancuran


Tak pernah terbayangkan


Dan tak pernah terpikirkan


Cintamu dan cintaku akan berpisah


Namun harus kurelakan itu


Untuk hidupmu agar lebih baik


Maafkan aku


Setulus hatimu


Kepergian diriku itu bukan keinginanku


Terima saja dengan pilihan yang lain dari orang tuamu


Jangan bersedih dengan keadaan ini


Jika kamu menangis


Aku juga ikut menangis


Terima saja semua ini kulakukan


Untukmu


Maafkan aku


Setulus hatimu


Kepergian diriku itu bukan keinginanku


Terima saja dengan pilihan yang lain dari orang tuamu


Oh jangan bersedih dengan keadaan ini


Jika kamu menangis


Aku juga ikut menangis


Terima saja semua ini kulakukan


Oh jangan bersedih dengan keadaan ini


Jika kamu menangis


Aku juga ikut menangis


Terima saja semua ini kulakukan


Terima saja semua ini kulakukan


Untukmu


lirik lagu tersebut sangat mengena di hati Noer.


'cinta itu memang tidak adil, di saat saling mencintai orang tua tidak menyetujui, di saat gue mencintai dia tidak mencintai gue. apa ini? dunia ini memang kejam dan tidak adil.'kata Noer dalam hati.


'' Noer? kenapa Lo melamun? ada masalah ya?''Riani membuyarkan lamunan Noer saat itu.


'' Oh tidak ada apa-apa kok, Gue lagi menghayati lagu ST12 aja, hehehh'' Kata Noer nyengir.


'' Jangan kebanyakan menghayal, nanti kesambet loh!'' Goda Riani.


'' Ada-ada aja Lo Riani!'' Kata Noer pula.


'' Tapi beneran loh kisah gue bener-bener seperti yang dikatakan lagu ST12 itu.''Noer nyengir.


''Ya sudah kalau begitu kita masuk ke kelas aja yuk''ajak Riani.


Dan mereka pun mengikuti pelajaran dengan begitu serius sehingga tidak terasa jam pulang pun telah tiba.


Saat masih berada di halaman sekolah tiba-tiba Robi mendekati Noer.


Dan mengajak Noer pulang bersama.


''Maaf Kak Robi, gue pulang sendiri aja. gue nggak mau jadi penghalang antara lo dan cewek-cewek yang mengidolakan lo.


Apa yang Lo katakan Noer.


Lo itu dianggap adik Gue siapa yang berani mengganggu katakan aja sama gue.


''Tapi Kak Robi, Gue benar-benar enggak mau ngerepotin Lo!'' Elak Noer


'' Udah pokoknya Lo naik aja ke motor Gue, ayo Gue anterin sampai ke depan pintu rumahnya. Gue juga udah janji sama nyokap dan nyokap lo akan jagain Lo.


Noer hanya terdiam, iya tidak lagi ingin berdebat dengan Robi .


Dan akhirnya Noer pun menerima ajakan Robi untuk mengantarnya sampai.


Saat tiba di persimpangan jalan di dekat rumah Noer.


Andre menghadang Robi dan Noer dengan motornya.


''Bang Andre apa yang Lo lakuin,kenapa Lo malah menghadang perjalanan kami mau ke rumah?'' Tanya Noer.


Gue hanya ingin lihat seperti apa cowok pilihan lo itu.


''-Lo apa-apaan sih Bang, Dia itu bukan pacar gue tapi dia ada teman gue. kata Noer mencoba menjelaskan hubungannya dan Robi.


gue nggak percaya apa yang lo katakan.kata Andre merasa tidak percaya dan sangat mencintai hubungan antara Robi dan Noer.


terserah lu mau percaya apa nggak Bang yang jelas kita tidak ada hubungan selain berteman. jelas Noer dan meminta Robi untuk terus melanjutkan perjalanan menuju ke rumah.


setelah sampai di rumah Noer turun dan langsung masuk ke rumah begitu pula dengan Robi langsung memutar arah motornya dan menuju pulang juga.


Tapi saat di persimpangan keluar dari rumah Noer, Andre kembali menghadang Robi.


''bugh''


sebuah pukulan bola dari bogem Andre ke wajah Robi.


Robby kaget dan menyeringai kesakitan.


''gue salah apa sih sama lo?''tanya Robi meringis kesakitan memegangi mulutnya yang berdarah.


''gue tidak suka lo dekat-dekat dengan Noer!''kata Andre dengan lantang


''bukannya tadi lo dengar sendiri kalau kita tidak ada hubungan spesial. kenapa lu masih belum paham dengan apa yang dikatakan dan dijelaskan oleh nur tadi!''kata Robi.


''gue nggak peduli emangnya siapa lo yang berani melarang-larang gue.''kata Robby menantang.


''jadi lo nantangin gue . kata Andre tidak senang dengan jawaban.


sementara Robi tidak memperdulikan emosi Andre yang mulai memuncak,justru lebih menyenangkan sepeda motornya dan berlalu begitu saja tanpa memperdulikan dan membalas setiap kata-kata yang dilontarkan oleh Andre kepadanya.


melihat sikap lebih dingin kepadanya membuat Andre semakin kesal dan marah.


...****************...