
Tidak terasa saat ini Noer telah berada di tahap akhir di bangku sekolah SMP.
Dan seluruh siswa yang ada di sekolah itu pun mulai bersiap-siap menentukan pilihan mana sekolah SMA mana yang akan mereka daftarkan.
''Noer, nggak terasa Ya udah penghujung aja. belum mau daftar di SMA mana?''tanya Silvi.
''Sepertinya gue masih melanjutkan di sekolah negeri aja, itupun yang dekat dari sini.''jawab Noer datar.
''Kenapa lo nggak coba daftarkan di sekolah kejuruan aja? Secara log memiliki kemampuan untuk bisa sekolah di sekolah yang bagus.''Usul Silvi.
''Semuanya tergantung biaya Silvi,mana bisa ayah dan ibu menyekolahkan gue di sekolah swasta dan rasanya itu sangat tidak mungkin.''Jawab Noer dengan tatapan tak berdaya.
''Itu artinya lo bakalan daftar ke sekolah negeri kabupaten ini?''Tanya Silvi dengan shok.
Noer hanya mengangguk membenarkan perkataan Silvi.
''Bakalan pisah dong kita Noer?'' kata Silvi sedih.
Dalam sepekan itu pun para siswa sudah disibukkan dengan pendaftaran dan juga masa-masa orientasi.
Kini dua sahabat Silvi dan Noer itu tidak lagi satu sekolahan bahkan Haris juga sudah tidak sekolah di tempat yang sama lagi dengan Noer sehingga ini nomor harus mencari teman baru lagi.
***
Pagi ini di di sekolah baru dan kelas baru sungguh sangat terasa asing bagi Noer.
''Hai Lo di kelas ini ya?'' Sapa salah seorang siswi yang memakai kaca mata masuk ke kelas yang sama dengan Noer.
''Iya!'' jawab Noer dengan lembut.
'' Gue Riani!'' siswi yang bernama Riani mengulurkan tangannya.
''Gue Noer!''Noer menjawat uluran tangannya.
''Bolehkah gue duduk di sebelah lo?''Tanya Riani.
''Boleh dengan senang hati!'' Noer
memberikan senyum persahabatan.
Masa orientasi pun dimulai pada hari esok, kali ini luar biasa dari sekolah itu sangat berbeda dengan yang ia lakukan waktu pertama kali ia duduk di bangku SMP.
Melihat kakak OSIS yang bertugas dalam masa orientasi ini membuat Noer menelan air ludahnya.
Bagaimana tidak,kakak-kakak kelasnya bertampang sanger, bertubuh besar bagi laki-laki dan yang perempuan tampak sekali wajah galak dan judesnya.
Entah apa yang akan terjadi pada hari Masa Orientasi Siswa ( MOS) besok.
Noer hanya berharap, selama MOS tersebut dia tidak terkena masalah apapun lagi.lewat sangat trauma dengan MOS yang terjadi pada waktu pertama kali ia duduk di bangku SMP.
Seminggu pun berlalu,MOS pun usai dan Tahun ajaran baru pun di mulai.
Di kelas baru itu Noer memiliki teman-teman baru. Dan hanya Robi teman sekelas nya di waktu SMP.
Dan Robi adalah salah Satu Cowok yang pernah menjadi The Secreet Of Love di hati Noer.
Dan kisah nya hanya menjadi dongeng di setiap tidur Noer.Karena Robi hanya menjadikan Noer sahabat nya sampai kapan pun.
Robi pun selalu mengatakan kepada seluruh dunia Noer ada sahabat kesayangannya.
Noer memang luar biasa, bisa menyimpan dan memendam perasaan selama bertahun-tahun.
Bahkan menjadi saksi cinta Robi dan teman nya Salsa.
Kebayang dong gimana rasa nya , menemani teman nge-date bersama cowok yang di sukai bahkan Noer juga diam-diam telah jatuh cinta sama Robi.
Tapi itu lah Noer,hanya bisa memendam rasa cinta yang tumbuh di hati nya.
Hingga setelah di bangku SMA pun cinta itu masih saja ia simpan dengan baik dan rapi.
D SMA kini Robi pun jadi idola para cewek,dan semua kisah nya itu selalu ia curahkan kepada Noer.
Noer yang tidak bisa berbuat apapun hanya selalu mendengarkan dan memberi nasehat agar jangan sampai nanti para cewek yang di gandeng nya itu sampai bertengkar dan tau Ribu menjalin cinta dengan beberapa cewek lainnya.
Noer selalu menjaga kisah Robi,dan melihat ketulusan Noer kepada Robi membuat Riani yang kini menjadi sahabat Noer itu menaruh curiga kepada Noer.
''Ya!, Ada apa Riani?'' Noer berbalik bertanya.
''Apakah Lo jatuh cinta pada Robi?''Pertanyaan Riani membuat Noer melototkan mata nya.
'' Bagaimana Lo bisa tau?" Tanya Noer dengan malu-malu.
''Gue memperhatikan cara Lo memandang nya dan cara Lo saat memberi perhatian pada nya." Tutur Riani.
''Arti nya sikap Gue ke Robi ketara ya Riani?'' Tanya Noer.
''ya tidak terlalu terlihat sih...''Riani tidak melanjutkan lagi kata-katanya.
''lalu apa?'' Noer jadi penasaran.
Tiba-tiba Riani berdiri dan duduk dengan rapi, karena guru sudah memasuki kelas.
Noer hanya bisa terdiam dan menahan rasa ingin tahunya.
saat Robi menyiapkan kelas, wajah Noer terlihat tersenyum setelah mendengar suara Robi.
Riani pun menyenggol bahu Noer dengan bahunya.
Noer hanya menoleh ke Riani dengan malu-malu, pipinya tampak memerah, karena Riani bisa menebak perasaannya kepada Robi.
tapi sayang nawar tidak berani mengungkapkan perasaannya kepada Robi.
satu hari Riani bermaksud ingin memberitahu Robby tentang perasaan yang dipendam selama ini oleh Noer.
Tapi apa daya jika cinta Noer bertepuk sebelah tangan.
Riani jadi takut memberikan kebenaran itu kepada Noer.
Yani takut membuat sahabatnya itu kecewa. karena selama ini menceritakan kisah cintanya tidak pernah ada yang berakhir bahagia.
dan di saat ia memendam perasaan kepada Robby semenjak ia duduk di bangku kelas 2 SMP hingga kelas 1 SMA ia juga harus menerima kekecewaan dari cinta terpendam nya itu
''Noer, kenapa lo tidak mencoba mengungkapkan perasaan lo kepada Robi?''tanya Riani tiba-tiba saat mereka telah menyantap sarapan di kantin sekolah.
''gue takut Riani!''jawab Noer singkat.
''benarkah? apa yang membuat lo takut? bukankah cinta itu butuh sebuah kepastian walaupun itu pahit!" kata Riani mencoba memberi semangat dan support kepada Noer.
"tapi bagaimana jika perasaan gue ditolak oleh Robi?, dan gue tidak siap atas penolakan itu!" Noer hanya menundukkan kepalanya ke arah meja.
"kalau menurut gue walaupun jawabannya pahit, setidaknya lo tidak menaruh harapan yang besar kepada dia! dan jelas jika ditolak jelas pula jika cinta lebih sambut!"kata-kata Riani meyakinkan Noer.
Noer hanya terdiam dan menelaah apa yang dimaksud oleh sahabatnya itu.
'yang dikatakan Riani benar,daripada gue hanya terus berharap dan bermimpi bisa mendapatkan cintanya Robi lebih baik dia mengatakan kepada Robi dan mengetahui apa isi hati Robi terhadap gue.'kata Noer dalam hati membenarkan kata-kata Riani sahabatnya itu.
''dan maaf sebelumnya Noer, karena beberapa hari yang lalu gue sudah mencoba mengatakan perasaanmu kepada Robi''kata Riani perlahan.
''APA???'' Noer sangat kaget.
''Lo,lancang banget Riani! Kenapa Lo tidak meminta izin dari Gue dulu sebelum mengatakan hal itu!'' Noer marah banget sama Riani.
...**************...
Apa yang akan terjadi pada setelah itu?
Ayo jangan lewatkan episode berikutnya ya.
Dan jangan lupa beri like, komentar, gif dan vote nya ya...
Biar outdoor makin semangat lanjutin kisahnya.
Terima kasih salam sayang buat pembaca gue tercinta.
Terima kasih buat yang udah vote, memberi like, dan juga gifnya.
Semoga berkah. 🥰🥰🥰