Noer

Noer
Episode 14



Di sekolah, gempar kalau Nur Tengah dekat dengan Haris.


Tanpa menyelidiki siapa Haris itu, dari wajah Nia dan Kenny tampak kekesalan dan amarah kepada Noer.


Sementara Silvi dan Noer merasa sangat lucu jika mengingat wajah Nia dan Kenny menunggunya untuk dikerjain tapi malah berbalik mereka yang dikerjain.


Saat kenny melewati kerumunan siswa-siswi yang ada di lapangan, ini berjalan di depan Noer dan silvi.


Noer dan Silvi hanya tertawa kecil, apalagi Haris.


Kali ini sekolah mengumumkan bahwa akan diadakan festival pentas seni minggu depan untuk itu seluruh siswa-siswi diharapkan menampilkann sebuah tampilan yang di bawakan per-grup minimal 5 orang.


Noer ingin mengikutinya tetapi ia tidak tahu akan menampilkan apa, karena setiap penampilan pasti akan mengeluarkan biaya setidaknya untuk membayar kostum dan makeover-nya. Apa daya tidak memiliki uang untuk itu. Kalaupun ada ibu tidak akan mengijinkannya mengeluarkan uang hanya untuk hal tersebut.


''Noer bagaimana dengan Lo? Lo akan menampilkan apa?''Tanya Silvi


''Gue nggak tahu sih, kalaupun ada yang ingin gue tampilkan ibu tidak akan mengijinkan gue dan tidak akan memberikan uang yang diperlukan untuk penampilan tersebut.''Kata Noer tertunduk tak berdaya.


''Hai Noer ,hi Silvi!''Sapa Haris yang tiba-tiba sudah ada di antara keduanya.


''Hai bang Haris, Lo bakalan tampilkan apa?'' tanya Noer.


''Gue akan menampilkan solo vokal. dan gue akan menyanyikan sebuah lagu spesial buat seseorang yang ada di sekolah ini!''Kata dengan senyum berkaca-kaca.


''Oh begitu, jadi sudah ada orang spesial di sekolah ini ya? Baru juga 2 bulan sekolah di sini sudah ada yang spesial ternyata!''Kata Noer sambil tertawa kecil.


''Iya tentu saja, orang tampan gitu!''Balas gokil Haris pula.


''Lalu, Lo mau menampilkan apa Noer?'' Haris bertanya kepada Noer.


''Gue tidak tahu bang, apa yang akan ditampilkan!''Kata Noer.


''Ya sudah kalau begitu gue kembali ke kelas ya'' Haris berpamitan saat semua siswa dan siswi dibubarkan.


Noer berjalan dengan wajah tertunduk karena ia tidak tahu akan melakukan apa padahal dia sangat ingin sekali menampilkan sebuah tampilan mewakili kelasnya.


Silvi merasa sangat perhatian kepada sahabatnya itu,karena setiap kali sahabatnya itu ingin menunjukkan bakatnya di sekolah itu tetap saja tertunda karena disebabkan tidak adanya biaya yang ia miliki untuk membayar administrasi dari kegiatan tersebut.


Saat jam mata pelajaran berlangsung Silvi diam-diam pergi ke kelas Haris.


Harus melihat Silvi mondar-mandir di depan pintu kelasnya dan hari pun minta izin kepada guru yang sedang mengajar di kelasnya itu untuk berbicara dengan Silvi.


''Ngapain lo mandi-mandi di depan kelas gue Silvi?''Tanya Haris dengan menarik tangan Silvi.


''Apaan sih Lo main tarik-tarik tangan gue aja! gue ke sini demi Noer!''Silvi menarik tangannya dari pegangan Haris.


''Noer? ada apa dengannya? apa ada yang berani mengerjainya lagi?''Haris mulai geram mendengar nama Noer Silvi terlihat khawatir akan hal itu.


''Bukan, bukan itu maksud gue! Noer ingin sekali mengikuti pentas seni tersebut. Tetapi dia tidak memiliki uang untuk administrasi dan memenuhi perlengkapan seperti make-over dan alat-alat yang akan ia pergunakan untuk peraga di penetas tersebut.''Jelas Silvi.


''Lalu bagaimana?''tanya Haris.


''Jika kita patungan bagaimana?''Usul Silvi.


''Baiklah kita akan patungan dan membiayai semua keperluan pentas seni buat Silvi! Gue akan minta bantuan papa untuk memberikan uang saku lebih dalam minggu ini.''Kata Haris.


Silvi hanya mengangguk dan ia pun kembali ke kelasnya dengan perasaan yang lega karena sahabatnya akan bisa mengikuti pentas seni yang diadakan sekolah.


***


Setelah jam pelajaran usai Silvi berjalan kaki menuju halte dari sekolahnya seperti biasa.


''Ayo pulang bersama gue!''Seru Haris.


''Tapi bang?''Noer ragu-ragu.


''Kenapa? Lo takut Ayah Lo marah atau Ibu Lo bakalan ngamuk lihat Gue nganterin Lo?'' tanya Haris


Noer hanya menganggukkan kepala dan menatap dengan mata yang berkaca-kaca pada hari.


''Kenapa lo harus takut? Gue ini kan masih ada hubungan saudara sama lo walaupun itu saudara jauh tapi setidaknya kita pernah bersama saat masa kecil dulu. Dan ibu Lo pasti mengingat Gue saat di bulan melihat gue!'' akata Haris dengan menyombongkan dirinya.


''Bagaimana kalau ibu tidak mengenali Lo Bang?''Tanya Noer mengancam!


''Yang penting sekarang lo naik dan gue antar lo. No comment apapun itu, Lo ngerti!''Kata Haris tegas.


''Tapi...''Noer tidak melanjutkan kata-katanya.


''Ayo naik! dan tidak ada tapi!''Kata hari sambil menarik tangan Noer.


''Baiklah gue naik dan pulang bersama Lo! Lo memang nggak ada berubahnya selalu memaksakan kehendaklah ke gue sejak kecil, dan sekarang masih sama. Dasar Lo badut!''Kata Noer kesal dengan ancaman Haris


Setelah Silvi naik ke motornya, Haris pun mulai menyalakan motor itu dan berjalan perlahan.


Harus mengendarai motornya tidak terlalu ngebut dan tidak terlalu pelan.


''Noer, Lo bakalan menampilkan apa dipentas seni sekolah nanti?''Tanya Haris sambil mengendarai motornya.


''Gue nggak tahu bang bisa mengikuti pentas seni itu atau hanya jadi penonton saja!''Jawab Noer perlahan nyaris tak terdengar suaranya.


''kenapa Lo berkata seperti itu?''Haris mencoba mengungkit alasan Noer tidak mengikuti pentas seni itu.


''Lo tau kan mengikuti pentas seni itu butuh uang untuk membayar administrasi dan juga perlengkapan lainnya seperti kostum dan lain-lainnya. Bagaimana gue bisa ikut!''Kata Noer tak berdaya.


''Kan lo bisa meminta uang untuk keperluan pentas seni itu sama ibu atau ayah lo.Bukankah itu kewajiban mereka untuk melengkapi dan memberi kebutuhan anaknya untuk kebutuhan sekolah anaknya. Lagi pula setahu gue sewaktu lo kecil kan Lo kesayangan banget. Gue masih ingat ya dulu waktu kita masih kecil apapun yang Lo inginkan selalu mereka penuhi. Bahkan Lo saja sudah seperti toko mas berjalan.Mereka begitu sangat mengagung-agungkan waktu kecil. Lantas kenapa hanya untuk keperluan sekolah mereka harus berhitung?''Kata Haris yang merasa tidak masuk akal ada orang tua yang tidak ingin memenuhi keperluan anak nya untuk sekolah.


''Semua sudah berubah bang, tidak sama lagi sewaktu kecil dulu. Banyak tetangga yang mengatakan sewaktu gue kecil gue princess yang tidak boleh lecet sedikitpun. Tapi jauh bertolak belakang untuk saat ini. Ya mungkin inilah perjalanan hidup yang mesti gue jalani!''Kata-kata Noer memiliki makna yang masih membuat Haris kebingungan.


Dalam kebingungannya harus tetap mengemudikan sepeda motornya hingga tepat di depan rumah Noer.


Yang kebetulan Ibu sedang ada di depan pintu utama rumah sederhana mereka.


Noer bener-bener ketakutan saat melihat ibu yang berada di depan pintu.


...****************...


Apa yang akan terjadi pada Noer setelah itu?


Ayo jangan lewatkan episode berikutnya ya.


Dan jangan lupa beri like, komentar, gif dan vote nya ya...


Biar outdoor makin semangat lanjutin kisahnya.


Terima kasih salam sayang buat pembaca gue tercinta.


Terima kasih buat yang udah vote, memberi like, dan juga gifnya.


Semoga berkah. 🥰🥰🥰