Noer

Noer
Episode 11



Di tempat lain Andre yang sedang patah hati, hanya melakukan satu hal bermain gitar sambil meminum minuman keras.


'' Gue harus bicara dengan Noer, gue nggak bisa membiarkan sahabat gue hancur seperti ini hanya karena cewek seperti Noer itu.'' Anton mengepalkan tangannya seperti akan berkelahi saja karena kesal nya.


Anton memilih halte bus untuk menunggu Noer, selain aman dari ibu dan ayahnya halte bis adalah tempat yang tepat jika ingin bertemu dengan Noer.


Hampir 1 jam menunggu akhirnya Noer turun dari bis di hati itu.


Anton langsung saja mencegat Noer yang hanya menyapanya saja.


'' Dek Noer, Bisakah kita bicara sebentar!'' pertanyaan tentang mendekati Noer.


'' Maaf Bang Anton Ada apa ya, Noer mau buru-buru pulang karena ini sudah terlambat!'' Kata Noer yang heran kenapa antar tiba-tiba mencegahnya di halte itu.


'' Ini menyangkut masa depan sahabat gue, Gue ingin menunjukkan keadaan Andre Saat ini Noer!'' Anton berharap Noer bisa ikut bersamanya sebentar saja melihat keadaan Andre.


'' Tapi gue mohon kali ini aja, setelah melihat keadaan Andre terserah Lo memutuskan apa untuk kedepannya!" Anton memohon kepada Noer.


'' Tapi Bang...'' Nur tidak lagi melanjutkan kata-katanya.


Mau atau tidaknya Noer terpaksa mengikuti Anton untuk melihat keadaan Andre.


Beberapa menit berjalan menelusuri gang menuju rumah Andre akhirnya mereka sampai tidak jauh dari rumah Andre.


Noer salah prihatin melihat Andri saat itu dalam keadaan mabuk di siang hari bermain gitar menyanyikan lagu yang sangat memilukan hati.


***


Ku.. Tuliskan Lagu Ini….


Sebagai… Bukti Kerinduan..Ku….


Yang Telah… Lama Bersemanyam….


Didalam.. Cerita Kehidupan…


Dinginnya.. Sapaan Angin Malam…


Menyatu…Sedingin Kalbu… Ini…


A..Pakah…Dirimu.. Akan Datang


Menghapus.. Segala Kerinduan….


Kasih Mu…..


Melekat Dalam Jiwaku…


Hadir Mu….


Gelora Dalam Dadaku….


Bagaikan Bulan Dan Cahaya…


Tak Mungkin Terpisahkan Cinta….


Begitu Kasihku Padamu….


Selamanya……


Engaku Yang Ada Disana….a a a….


Masih Adakah Setia…..a a a….


Aku Yang Ada Disini….i i i…


Berilah Aku Ke…Benaran…..


Hakikat Cinta Yang .. Sesungguhnya..a a…


Setia……


A…Tau Telah…Berpaling Arah…..


Bagaikan Bulan Dan Cahaya…


Tak Mungkin Terpisahkan Cinta….


Begitu Kasihku Padamu….


Selamanya……


Engaku Yang Ada Disana….a a a….


Masih Adakah Setia…..a a a….


Aku Yang Ada Disini….i i i…


Berilah Aku Ke…Benaran…..


Hakikat Cinta Yang .. Sesungguhnya..a a…


Setia……


A…Tau Telah…Berpaling Arah…..


Engaku Yang Ada Disana….a a a….


Masih Adakah Setia…..a a a….


Aku Yang Ada Disini….i i i…


Berilah Aku Ke…Pastian…..


Hakikat Cinta Yang .. Sesungguhnya..a a…


Setia……


A…Tau Telah…Berpaling Arah…..


Setia……


A…Tau Telah…Berpaling Arah…..


Setelah lagu itu berakhir Noer berlari meninggalkan Andre dalam keadaan seperti itu, Anton mengejarnya dan menahan kepergian Noer.


'' Tunggu Noer, coba lo katakan kenapa Lo tiba-tiba menghindar dari Andre. Apakah Lo tidak Mencintainya? Lalu kenapa Lo memberikan harapan palsu kepadanya.'' Kata Anton yang bertanya terus-menerus tanpa memberi waktu untuk Noer menjawabnya.


Noer hanya menghilang nafas panjang.


Tetapi Anton tidak membiarkan Noer pergi begitu saja. Anton memaksa Noer mengatakan alasannya.


'' Oke Bang baik akan gue katakan Kenapa gue menghindar dan menjauhi Andre seketika gue baru saja memberikan harapan untuk cintanya dan juga di saat gue mulai Mencintainya.'' kata Noer dengan nada suara yang bergetar.


Anton hanya menatap Noer dan menunggu Noer mengatakan alasannya.


'' Jujur, gue sangat mencintainya walaupun cinta itu tumbuh belum lama. Tapi melihatnya seperti itu hati gue sangat merasakan sakit yang sangat teramat sakit. Tapi apa yang harus gue lakukan, jika gue melanjutkan hubungan gue dengannya Ayah tidak akan tinggal diam. Ayah mengancam gue jika gue melanjutkan hubungan dengan Andre ayah akan menghabisinya. Dan demi keselamatannya gue mengorbankan cinta gue dan perasaan gue. Gue harus mengubur dalam-dalam perasaan yang pernah tumbuh di hatiku untuknya.'' Air mata Noer tidak terasa mengalir begitu saja seperti air aliran sungai.


'' Apakah gue salah, Gue ingin menyelamatkan kehidupan orang yang terkasih dari amarah seorang ayah?'' tanya Noer sambil menangis kepada Anton.


Mendengar hal tersebut Anton termenung, dan tidak dapat berkata apapun lagi. Ternyata yang dijalani oleh Noer sangat berat. Anton merasa ia harus menyampaikannya kepada Andrea secepatnya agar Andre tidak berbuat konyol lagi lebih jauh.


Dan antar menyadari betapa beruntungnya lelaki yang mendapatkan cintanya Noer. Noer bersedia mengorbankan cinta dan hati nya demi keselamatan orang yang dicintai tersebut.


'' Pantas saja Andre begitu tergila-gila sama lo Noer! lo begitu memiliki hati yang sangat Tulus.'' Kata Andre.


'' Sebaiknya Abang tidak memujiku terlalu berlebihan, karena gue tidak seperti yang Abang pikirkan. Gue adalah cewek yang paling kejam dan jahat Bang. Gue telah membuat Bang Andre dalam keadaan seperti itu gue bener-bener nggak menyangka kalau penyebabnya adalah gue sendiri'' Noer menyalahkan dirinya sendiri.


'' Tidak Noer, Lo tidak salah? gue akan mengatakan hal tersebut kepada Andre secepatnya. '' Kata Anton.


'' Sekarang Lo sudah tahu kan Bang alasan yang sebenarnya, Apakah gue bisa pergi pulang? karena jika ayah melihat kita bersama semua akan hancur Bang.'' Kata Noer dan berlalu dengan langkah yang lemah.


'' Iya silakan.'' Jawab Anton.


Noer pun perlahan melangkahkan kakinya, wajah Andre masih terbayang-bayang oleh. dan segala nya dikarenakan oleh Noer.


Setibanya di rumah bukannya mendapatkan sambutan dari orang tuanya dengan baik justru keluarga Noer menyambut Noer dengan berbagai macam pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh gadis belia yang masih berumur belasan tahun.


Akan tetapi Noer mengerjakannya dengan senang hati dan hati yang ikhlas. Mungkin karena keikhlasannya itulah Iya bisa mengerjakan semuanya seorang diri.


Dan pekerjaan itu Tidak sepantasnya ia lakukan karena ia masih belasan tahun.


Siapapun yang melihat Apa yang dilakukan oleh Noel maka setelah mereka menyadari jika ayah dan ibunya ini sangat tidak adil kepadanya.


Hingga suatu hari, terbersit di benak tetangga kalau Noel ini bukanlah anak kandung ibu yati dan suaminya.


Nur mendengar percakapan tetangganya itu dan terbersit ia ingin bertanya langsung kepada ayah dan ibu. tapi seketika keinginan itu ia tunda dan ia simpan rapat-rapat. karena Nur tidak mau ibunya merasa tersinggung dengan pertanyaannya itu nanti.


Tapi yang namanya tetangga tidak pernah bisa untuk diam begitu saja, setiap harinya para tetangga ini membisikan kepada nomer kalau dia bukan anak kandung dari ibu Yati dan suaminya itu.


...****************...


Mau tahu kelanjutan kisahnya, yuk lanjut ke episode selanjutnya. jangan lupa like,Vote dan gift nya ya...


Terimakasih 🥰