
Noer mulai mempersiapkan diri nya.Dalam pentas seni nanti ia akan menampilkan sebuah puisi karya nya sendiri.
Pentas seni itu akan berlangsung seminggu lagi,Noer telah mempersiapkan puisi yang akan ia tampilkan.
Saatnya latihan membacakan puisi itu ternyata ibu sudah berdiri di belakang Noer.
''Apa yang kamu lakukan berbicara sendiri di depan kaca?''Tanya ibu dengan berkacak pinggang.
''Hhhmmmm... ini Bu ada tugas bahasa Indonesia, yaitu praktek membacakan puisi.''jawab Noer dengan gemetar.
''Oh begitu, ya sudah kamu lanjutkan saja Ibu mau tidur duluan.tapi kamu jangan lupa untuk mengunci semua pintu dan jendela rumah!''perintah ibu.
''Baik bu!''jawab Noer.
Dengan bergegas Noer mengerjakan apa yang diperintahkan ibunya.
Dan setelah itu ia baru melanjutkan kembali latihan membacakan puisinya itu.
Setiap kali Noer berlatih membacakan puisinya itu air matanya berderai di pipinya.
Bagaimana tidak meneteskan air mata setiap kali ia membacakan puisi itu, puisi yang tertulis sedih saya cari kertas itu memiliki makna yang sangat dalam dan sangat menggoreskan hati.
***
Bagai seberkas cahaya berwarna melayang-layang
-Oh ibu, kerudungmu terbang
-Bagai seberkas cahaya berwarna melayang-layang
-Oh ibu, kerudungmu terbang
-Warna dari tradisi mu, warna dari cinta mu
-Telah membawa warna kemenangan mu
-Warna dari tradisimu, warna dari cintamu
-Oh ibu, kerudungmu terban
-Setiap kali pertanyaan diajukan padaku
-Oh ibu, kerudungmu terbang
-Bagai seberkas cahaya berwarna
melayang-layang
-Oh ibu, kerudungmu terbang
-Aku tidak kalah melawan dunia
-Tapi aku kalah melawan diriku sendiri, ibu
-Tapi suatu hari aku pasti akan bersinar
-Karena aku adalah bintang mu, ibu
-Oh.. ibu, oh ibu
-Tanpa mu maka aku tidak lengkap
-Oh.. ibu, oh ibu
-Bahkan bayangan ku marah dengan ku
-Bayangan ku berkhayal tentang mu
-Oh ibu, kerudung mu terbang
-Bagai seberkas cahaya berwarna melayang-layang
-Oh ibu, kerudung mu terbang
-Warna dari tradisimu, warna dari cinta mu
-Telah membawa warna kemenangan mu
-Warna dari tradisi mu, warna dari cinta mu
-Oh ibu, kerudung mu terbang
-Setiap kali pertanyaan diajukan pada ku
-Oh ibu, kerudung mu terbang
-Bagai seberkas cahaya berwarna melayang-layang
-Oh ibu, kerudung mu terbang.
***
Bait puisi nya beneran membuat air mata tak bisa terbendung lagi.
***
''Wah,wah hari ini Lo terlihat fresh banget!" Sapa Silvi saat menemui Noer di lapangan basket menuju kelas mereka.
''Iya nih Sil,Gue akhir nya bisa ikutan pentas seni.''Kata Noer dengan wajah yang sangat ceria.
Saat mereka hendak masuk ke kelas, tiba-tiba seseorang menghadang mereka dengan kaki nya melintang di tengah pintu.
''Kenny! Apa-apaan ini?'' Bentak Silvi dengan penuh amarah.
''Sorry,sorry! Gue gak sengaja!'' Kenny berlalu seperti tidak merasa bersalah.
''Sudah lah Silvi,gak usah di ladeni!''Kata Noer.
''Lo itu jangan terlalu mau di injak-injak terus Noer sama orang seperti Kenny itu!'' Kata Silvi mencoba mengompori Noer.
''Gak ada guna nya juga Sil meladeni dia.Yang ada nanti Lo sendiri yang sakit hati. Jika Lo diemin aja,nanti Dia bakalan capek sendiri.Nah,jika sudah capek maka Dia akan diam dan berhenti mengganggu kita.'' Nasehat Noer yang hanya sia-sia,karena tidak di dengar oleh sahabat nya itu.
Noer menoleh ke arah pintu,dan tampak Haris tegah berjalan menuju kelas Noer.
Noer pun tersenyum sendiri saat memperhatikan Haris.
''Tampan, bijaksana,dan baik banget. Gue merasa nyaman banget kalau sudah ada di dekat Lo Bang Haris.'' Gumam Noer dalam hati.
''Apa yang ada di pikiran gue saat ini, bagaimana mungkin gue mengagumi bang Haris. Dia hanya menganggap gue adiknya. dasar bodoh'' Kata Noer lagi di dalam hatinya sambil memukul kepalanya dan menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
''Hai Noer!"Sapa Bang Haris.
Noer hanya tersenyum membalas sapaan dari Haris tersebut.
''Bagaimana, Lo jadi ikut pentas seni kan!''Tanya Haris lagi dan duduk di samping Noer tepat di tepi pintu kelas Noer.
Noer hanya mengganggu menjawab pertanyaan Haris tersebut.
sebentar lagi ini merasa sangat kesal melihat Haris dan Noer semakin dekat setiap harinya.
Noer yang memiliki perasaan yang berbeda saat bersama hari hanya diam saja di samping Haris.
Kenny pun mendapatkan ide untuk mengerjai Noer dan Harris.
Dari belakang Noer dan Haris kini menunduk di bawah meja dan mengikat tali sepatu Noer dan Haris. Sehingga saat keluar dari kelas Noer.
Setelah mengerjai sepatu Noer dan Haris kini pun berdiri dan berjalan di samping keduanya dengan senyuman yang sinis.
Lonceng pertanda pelajaran pertama pun terdengar. Haris kemudian menuju ke kelasnya itu tiba-tiba terjatuh karena tali sepatunya diikatkan ke kaki meja oleh Kenny.
''Sial!"Geram Haris
''Hahahaha'' Kenny tertawa dengan sangat keras.
''Awas Lo ya, cewek sialan!" Ancam Haris dengan mengepalkan bogem nya.
''Emang Gue takut!" Ejek Kenny.
''Bang Haris,sudah jangan di ambil hati dan membalas nya!" Noer mencoba menenangkannya.
''Lo lihat aja Gue akan memberi Cewek sialan itu pelajaran. Sehingga Dia tidak akan berani lagi untuk mengganggu Lo atau pun anak-anak lain nya.''Kata Haris dengan geram.
harus pun pergi meninggalkan kelas Noer dengan perasaan yang kesal terhadap Kenny.
setibanya di kelas Haris tentu saja tidak tinggal diam, iya berpikir keras untuk memberi pelajaran yang setimpal kepada Kenny.
setelah ia menemukan cara untuk memberi pelajaran pada Kenny ia pun tinggal menunggu waktu yang tepat kapan ia akan memulai rencananya.
''Lo tunggu saja tanggal mainnya cewek sialan. Lo udah mempermalukan gue di depan teman-temannya Noer.
***
''Noer!''Sapa Andre saat Noer turun dari halte.
''Ya!'' Noer menoleh dan kaget melihat Andre dengan memakai topi dan masker.
''Jangan kaget,Gue sengaja seperti ini agar Ayah Ibu Lo tidak mencurigai dengan siapa Lo berbicara saat ini.'' Tutur Andre.
'' Tapi lo mau apa Bang, bisa berbahaya kalau Ayah tahu Lo menemui gue'' Noer khawatir jika nanti ayah melihat mereka bertemu.
''Noer, tidak mudah untuk melupakan Lo! Apakah salah jika gue sangat merindukan Lo dan ingin bertemu dengan Lo.''Andre menggenggam tangan Noer.
''Bang lepas Bang! nanti ada yang lihat dan menyampaikannya kepada ayah bagaimana?''Noer berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan Andre.
'' Apa Lo tidak merindukan gue dan secepat itu kah lo melupakan Gue?''Andre berdiri dan memulai sebuah pertengkaran dengan Noer.
Melihat Andre mulai dramanya, Noer tidak menjawab dan merespon apapun yang dikatakan oleh Andre.
Noer tidak ingin menimbulkan masalah apapun bagi Andre.
Noer pun pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun kepada Andre.
Dan Andre pun sangat kesal atas sikap Noer.
...****************...