
''Bu, sekarang Noer sudah berumur 17 tahun,apakah tidak sebaik nya kita beritahukan saja rahasia ini?" Tanya Ayah Noer setengah berbisik.
''Tidak, Aku tidak mau kehilangan Noer Ayah!'' Kata Ibu histeris.
''Ibu pelanggan suara Ibu nanti kalau nur belum dengar bagaimana''Ayah cemas kalau obrolan mereka didengar oleh Noer.
''pokoknya Ibu nggak setuju kalau harus sekarang mengungkapkan semua kebenaran kepada nur''kata ibu lagi dan pergi ke kamar.
Ayahnya terdiam melihat sikap ibu yang mulai takut kehilangan Noer.
tanpa sengaja Noer mendengar pembicaraan ayah dan ibu dan saat ini ada pertanyaan besar di hati dan pikiran Noer.
entah rahasia apa yang tengah disembunyikan ayah dan ibu namun Noer tidak terlalu menghiraukannya mungkin saja rahasia tentang masalah ekonomi yang mereka hadapi.
Noer kembali ke kamarnya dan ia menyalakan musik di ponselnya.
sambil menikmati musik Ia juga mengerjakan tugas sekolah nya.
perlahan musik terdengar ...
Noer terlihat sangat cantik mengerjakan tugas-tugasnya. Gunawan datang mencoba mengusik ketenangan Noer sedang belajar.
hal tersebut tentu saja membuat nomor sangat marah dan membentak Gunawan.
namun seperti biasa Noer justru malah dimarahi oleh ibu.
seperti biasa kata-kata yang menyakitkan hati keluar dari mulut ibu. hal tersebut membuat Noer sangat merasa sedih.
dalam kondisi seperti itu jadi serba salah, ingin mengadu kepada ayah sementara Gunawan adalah anak kesayangan ayah.
Apalagi curhat dengan Citra, tidak satupun kata Noer yang akan didengar oleh Citra.
situasi seperti ini membuat Noel merasa hidup sebatang kara walaupun berada satu rumah dengan keluarganya.
pilihan terakhir adalah menuliskan seluruh isi hati nya ke dalam buku diary.
***
"Pa, apa sebaikk tidak diungkapkan saja semua kebenaran ini di hadapan Noer, berhubung usianya sudah 17 tahun. dia berhak tahu jati dirinya siapa." Mama Yani kepada suaminya saat mereka sedang berada di ruang makan.
"kita tidak bisa memutuskannya sendiri mah, sebaiknya kita harus bicara dulu kepada Mbak yati dan suaminya."kata papa Rudi.
"tapi pak saya sangat merindukan Noer!" kata Mama Yani dengan wajah murung.
"ada masalah nanti kita bisa bertemu dalam makhlukNya kembali ma!"hibur papa Rudi.
"meskipun kita sudah memiliki anak yang lain tetap saja tidak merubah perasaan saya terhadap Noer."kata Mama yang lagi.
"saya juga tahu itu mah ,sabar ya!" Papa Rudi memeluk istrinya dengan penuh kasih sayang.
percakapan singkat itu terdengar oleh putra sulung mereka.
' siapa Noer ? ada hubungan apa bapak dan mama sehingga menyebut nama Noer?' Kata putra sulung Mama Yani.
'sudah lah,nanti-nanti saja' Kata Putra sulung ibu Yani pula.
***
Tidak terasa kini Noer sudah duduk di bangku kelas 3 dan akan menjalani ujian akhir evaluasi akhir.
''Wah Noer, nggak terasa sebentar lagi kita tamat. apa planning loh setelah ini.''tanya Riani pada Noer saat mereka berada di kantin menikmati segelas jus favorit mereka yang ada di kantin itu.
Noer hanya terdiam dan menatap dengan tatapan kosong ke arah lapangan.
''Kenapa Noer?'' Tanya Riani.
'' Gue takut,jika impian dan cita-cita Gue tidak bisa Gue raih!'' Jawab Noer murung.
'' Gue gak bisa berkata apa-apa,dan Gue juga gak bisa memastikan apa pun untuk masa depan Gue'' Jawab Riani.
'' Gue turut prihatin Noer!'' Kata Riani.
Noer hanya tersenyum pilu.
''Oh iya bukan kah beberapa waktu sebelum Ujian ini Lo masuk nominasi mahasiswa undangan Di Fakultas Negeri kota ini Noer?'' Kata Riani yang teringat Noer pernah mendapat tawaran mahasiswa undangan.
'' Iya,tapi Orang tua Gue gak punya uang untuk membayar administrasi wawancara nya ,Riani!" Kata Noer murung.
" Kan gak banyak biaya nya,hanya 200.000,-" Kata Riani pula.
''Ya,terdengar kecil jumlah uang itu tapi untuk keperluan Gue,uang itu sangatlah besar bagi orang tua Gue.''Kata Noer yang merasa sangat sedih.
Riani hanya diam dan tak bertanya apapun lagi.
Riani merasa sangat kasihan sekali kepada sahabat nya ini,karena orang tuanya nya sangat tidak adil dan tidak memperjuangkan Noer.
Padahal Noer memiliki kelebihan dalam belajar dan selalu berprestasi.
Tapi jika untuk nya,Ayah dan ibu nya selalu perhitungan.
Jika untuk Adik nya Citra apapun di usahakan oleh Ayah nya,meski harus berhutang hutang kepada orang.
Riani sangat merasa heran kenapa orang tua Noer bersikap demikian.
'Apa jangan-jangan Noer bukan anak mereka? Maka nya kasih sayang mereka berbeda!' Pikir Riani.
'Tidak mungkin! Tapi jika itu benar,kasihan sekali sahabat Gue!' Pikir Riani lagi.
Noer hanya mengaduk-aduk jus itu sampai es nya mencair dan tidak lagi dingin.
Hati nya sangat ingin menggapai cita-cita menjadi seorang guru mata pelajaran bahasa Inggris,tapi semua itu harus di kubur nya dalam-dalam.
Noer sangat berharap ada dewa penolong untuk masalah nya ini. Tapi mungkin itu hanyalah sia-sia.
Impian nya harus pupus dan ia kubur,dan mungkin selepas kelulusannya nanti Noer harus segera mencari pekerjaan.
Jam pulang sekolah pun telah tiba,seperti biasa Noer berjalan kaki beberapa puluh kilometer,tidak ada yang nama nya jemputan dari Ayah nya.
Bisa saja Noer naik angkot,jika saja Ayah ibu nya memberi uang saku pada nya.
Sayang nya Noer hanya mendapatkan uang jajan dari belas kasih dari teman nya yang ia buatkan tugas sekolah nya.
Setiap kali ada tugas bahasa Inggris,maka siapa saja bisa meminta tuliskan isian tugas tersebut,dan sebagai imbalan mereka memberikan Noer imbalan uang saku untuk Noer.
Noer menerima berapa pun yang di berikan teman-teman.
Meskipun memiliki uang saku dari hal tersebut untuk menjadikan uang itu ongkos angkot Noer memilih menyimpan uang itu untuk jajan nya di sekolah. Karena jika tidak ada tugas teman-teman yang ia kerjakan ia tidak akan mendapatkan uang jajan lagi.
Benar-benar sangat memperihatinkan nasib nya, terkadang Noer pernah terpikir untuk kabur,tapi kembali ia berpikir akan kabur kemana?. Dan jika ia kabur maka akan mendapatkan masalah yang sangat serius.
Noer sudah lelah mendapatkan masalah dan selalu di hukum atas kesalahan itu.
Walaupun itu bukan kesalahannya tapi tetap Noer yang menerima hukumannya.
Sudah seperti anak tiri saja keluarga Noer memperlakukan Noer.
Perbedaan kasih sayang orangtuanya itu sangat terlihat jelas dan sangat terasa. Hari-hari Noer selalu penuh dengan hukuman.
...****************...
Terimakasih buat sahabat pembaca telah membaca karya ku ini.Semoga kalian suka ya dengan alur cerita nya dan biar aku lebih semangat update episode terbaru nya yuk dukung terus karya ku ya,dengan memberi LIKE,GIFT,VOTE,dan SUBSCRIBE ya...
Love you all.