Noer

Noer
Episode 08



'' Noer lu tinggal di daerah sini?'' Haris yang tiba-tiba membuka percakapan di dalam bis pagi itu.


''Elo? “ tanya Noer kaget.


'' Kenapa? lo kaget?'' Haris tertawa mengejek.


'' Kenapa lo bisa di bis ini?'' Tanya Noer heran.


'' Tentu saja, rumah gue ada di daerah sekitaran sini'' Jawab jawab harus jutek.


'' Sudahlah, nggak ada gunanya bicara sama lo! dasar cowok songong!'' Ciletuk Noer.


'' Apa lo bilang, gue songong?'' Harus membawakan matanya ke arah Noer.


Noer dan Haris saling membuang muka.


Pagi ini Nur telah dibuat Kesal oleh Haris, sehingga Noer merasa penasaran siapakah hari ini sebenarnya.


Biar merasa harus sangat dekat dengannya tapi ia lupa siapa harus dari masa lalunya. Apakah ia dan hari memiliki cerita di masa kecil atau hanya perasaannya saja ia merasa dekat dengan Haris.


Setelah perdebatan tadi hanya keheningan yang menemani seluruh penumpang yang ada di bis itu.


Sesampainya di kelas Noer masih bertanya-tanya Siapakah Haris itu sebenarnya dan ada hubungan apa dengannya di masa kecilnya.


Entah kenapa Nur merasa ada sesuatu yang membuat nomor dan harus terikat.


Di samping Nur memikirkan siapa Haris Kenny selalu mencari masalah dengan Noer.


" Wah gara-gara sudah dapat dana BOS Noer si tukang catering nggak buat catering lagi nih kayaknya?'' Kata Kenny mencari jalan pertengkaran di antara mereka.


'' Apa maksud lo Kenny? bukan karena dana BOS itu gue tidak jualan lagi, akan tetapi gue Baru saja habis sakit.'' Jawab nawar membela dirinya.


'' Alah, Nggak usah lo itu sok lugu banget jadi orang. Bilang aja kalau lo itu sudah merasa berduit karena lo udah dikasih dana BOS dijamin biaya sekolah lo di sekolah ini sama dana BOS itu.'' Kata Kenny lagi.


'' Kenny lu kenapa sih selalu aja cari gara-gara sama Noer!'' kata Silvi.


'' Lo lagi, Kenapa sih Silvi Lu selalu mau jadi Dewa penolongnya Noer? Dapat apa lo selalu ngebelain dia." Kata Kenny Kenny.


'' Udahlah Noer jangan lu ambil pusing kata-kata si tukang rusuh ini.'' Kata Silvi kepada Noer


Noer hanya tersenyum mendengarkan apa yang dikatakan oleh sahabatnya Silvi itu.


'' Oh iya Noer, kenapa dari tadi gue lihat lo tampak kebingungan? Apa yang sedang lo pikirkan?'' tanya Silvi yang sangat ingin tahu apa yang dipikirkan oleh Noer.


'' Nggak penting banget sih apa yang lagi gue pikirin saat ini Sil, tapi gue heran, gue seperti mengenali Haris akan tetapi Gue lupa harus itu siapa. Tak ada cerita masa lalu apa antara gue dan harus di waktu kecil!'' Tutur Noer.


'' Kenapa tidak lu selidiki aja, di mana rumahnya ada siapa keluarganya!" saran Silvi


" Oh iya, lo Bener banget sih!'' kata Noer mengiyakan perkataan Silvi.


Sebentar lagi jam pulang sekolah pun tiba, Noer diam-diam mengikuti Haris. Lagi-lagi mereka 1 bis.


Noer berpura-pura tidak mengetahui kalau Haris ada di bis yang sama.


Habis terus berjalan menelusuri aspal yang hitam, dan saat berhenti Noer melihat ke arah pintu keluar bis tersebut dan melihat Haris turun tepat di sekitar rumah Oma Linda.


''Ayo mampir! " Seru Haris tiba-tiba berbisik di telinga Noer.


' Jangan-jangan dia harus anaknya tante Lia?' kata Noer dalam hati.


Saat mereka hendak berbicara kepada Haris bis telah berlalu begitu saja. Noer hanya tersenyum merasa konyol saat mengingat masa kanak-kanaknya bersama walaupun dia tidak mengingat seluruh Kenangan bersama Haris saat mereka kecil.


'' Ya Sudahlah besok juga bisa aku menanyakan kebenarannya kepada Haris,'' kata Noer dengan wajah yang berseri-seri.


Setelah Ia turun dari bis Noer berpapasan dengan Andre.


Wajah Noir ketika berubah dengan sebuah kecemasan dan ketakutan. Noer ingin menghindari Andre tapi tidak ada alasan yang tepat untuk menghindarinya.


'' Noer, Bagaimana sekolah lo hari ini?'' Tanya Andre dengan senyuman yang sangat manis.


'' Semua baik-baik saja kok Bang! Maaf Bang Noer buru-buru!'' Kata Noer mencoba menghindari Andre.


'' Gue mohon Noer, Jangan menghindari gue seperti ini. Apakah kau masih marah sama gue perihal taruhan itu?'' Tanya Andre dengan wajah memelas.


'' Gue nggak ada marah kok Bang tapi gue hanya ingin mengatakan sebaiknya hapus segala harapan yang ada di hati abang kepada gue.'' Kata Noer dengan nada suara yang berat.


'' Apa maksudnya? dengan mudah lo katakan seperti itu? nggak Noer! Gue nggak bisa menerima ini.'' bantah Andre.


'' Please Bang dengerin gue, gue nggak bermaksud ngatain hati lo dan nyakitin cinta lo. Tapi ini semua demi kebaikan lo bang.'' kata Noer mencoba menjelaskan sesuatu tapi tidak secara detail.


'' Kebaikan gue lo bilang? jelas-jelas lo mengatakan hati gue Noer.'' Kata Andre dengan meninggikan nada bicaranya sehingga membuat Noer kaget dan mulai ketakutan.


'' Please Bang biarkan gue pergi dan sebaiknya Abang mencari cewek lain selalu ada buat abang!'' Pintar Noer yang matanya mulai berkata-kata karena membendung air mata yang hendak menetes di pipinya.


'' Apakah tidak ada cinta untuk gue di hati


Lo Noer? " Tanya Andre menatap mata dalam.


Noer hanya mendownload dan perlahan mundur lalu pergi meninggalkan Andre dengan segala pertanyaan yang ada di hati dan dibenaknya.


'' Noer tunggu! please dengerin gue!'' Andre memohon.


Tapi Nur tidak menghiraukan Andre menghentikan langkahnya. Noer terus berjalan menuju rumahnya.


Noer berlalu dengan air mata yang hampir jatuh menetes membasahi wajahnya dan terasa sangat hangat.


'' Maafin gue Bang. gue tidak bermaksud melukai hati lo Tapi ini semua demi kebaikan loh.'' kata Nur sambil menyeka air matanya yang hampir jatuh menetes di pipinya.


Andre hanya memandangi Noer yang berlalu tanpa menoleh ke belakang lagi.


'' Noer please, putar balik lihatlah Gue yang berharap Cinta dari Lo Noer" kata Andre bermonolog.


Dengan wajah yang tertunduk, Andre Kembali ke tempat tongkrongan biasa. di sana Andre bertemu Rizal. Rizal hanya tersenyum mengejek Andre yang lagi patah hati.


Andre tahu kalau Rizal mengejek nya tetapi untuk saat ini Andre tidak memperdulikan apapun komentar dan ejekan temannya itu. K


Kali ini Andre benar-benar patah hati dibuat oleh Noer.


Andre merasa Baru kali ini ia benar-benar jatuh cinta pada seorang gadis walaupun perbedaan umur mereka jauh berbeda.


Andre 7 tahun lebih tua di bandingkan Noer, hal tersebut yang membuat Ayah Noer yang sangat menentang hubungan mereka.


terlebih lagi Andre tidak memiliki pendidikan yang tinggi. dan bekerja semberawutan tidak menetap.Tetapi Andre belum mengetahui kenapa sikap Noer berubah.


...****************...