Noer

Noer
Episode 06



Tepat pukul 11.00 Noer di panggil lagi ke ruangan Ibu Rita.


mendengar Noer Dipanggil lagi oleh Ibu Rita Kini pun melonjak riang seakan bahagia melihat penderitaan yang dialami oleh Noer.


'' Ayo Noer Silakan masuk!" Ibu Rita mempersilakan Noer masuk ke ruangannya jangan begitu penuh kasih sayang.


Sementara Kenny bersiap-siap untuk menguping pembicaraan Ibu Rita dengan Noer.


" Ada apa lagi ya Bu kira-kira saya dipanggil lagi ke sini?'' tanya Noer penasaran.


'' Jadi begini Noer, kepala sekolah beserta kami Majelis Guru telah memutuskan untuk memberikan dana BOS kepada kamu. Dan semoga kamu bisa memanfaatkan dana BOS ini dengan baik sesuai kebutuhan yang kamu butuhkan di sekolah. Sehingga kamu tidak perlu lagi berjualan di sekolah.'' Tutur Ibu


" Alhamdulillah Terima kasih banyak ya Bu, Semoga Allah membalas kebaikan bapak kepala sekolah dan seluruh Majelis Guru yang ada di sekolah ini.'' Noer sangat bersyukur.


'' Baiklah kalau begitu sekarang kamu kembali ke kelas dan mengikuti pelajaran seperti biasa. Semangat lagi ya Noer belajarnya agar dana BOS ini tetap berlangsung setiap bulannya diberikan kepada kamu." ujar Ibu Rita.


Noer pun kembali ke kelas dengan wajah yang sumringah. Kenny yang mendengar pembicaraan dari dalam ruangan konseling itu merasa sangat kesal atas keputusan yang diberikan Majelis Guru kepada Noer. Kenny mengajukan hal tersebut dengan tujuan agar tidak diizinkan Lagi berjualan di sekolah dan diskorsing. justru sebaliknya yang ia dapatkan. Noer malah mendapatkan dana BOS dan kemudahan dalam administrasi di sekolah.


"Kesal? Makanya jadi orang jangan resek Lo! " Ledek Silvi.


"Apaan sih Lo! “Tampak sekali kekesalan dari wajah nya,


Sementara itu Noer kegirangan.


" Sebentar Noer! " Silvi mengheningkan suasana saat itu juga.


"Ada apa Sil? " Tanya Noer seketika terhenti.


"Mau Lo apakan uang dana BOS itu? Apa Lo bakalan serahin semua nya kepada Ibu semua nya? " Tanya Silvi.


" Itu lah Silvi, yang buat Gue bingung. Jika Gue kasih semua, Nanti uang sekolah Gue malah gak di bayarkan. Gak Gue kasih nanti malah jadi masalah besar dan bisa-bisa Gue di hajar."Noer mulai khawatir.


"Atau begini saja, Lo bayarkan dulu segala administrasi sekolah sisa nya baru Lo serahkan ke Ibu." Silvi mencoba membantu memecahkan permasalahan Noer.


"Gue coba jalan kedua" Jawab Noer singkat.


Tidak terasa waktu pulang pun tiba, Noer mengerjakan PR nya terlebih dahulu baru Ia pulang, seperti biasa nya.


***


'' Noer Bisakah kita bicara sebentar?'' Andre mencegah Noer pulang dari sekolah.


''Maaf bang gue mau cepet gue buru-buru takut Ibu marah kalau gue telat sampai di rumah.'' Noer menghindari pertemuannya dan Andre.


'' please Noer, 5 menit aja lu mau ya bicara sebentar sama gue.'' Andre memohon.


'' Maaf bang gue nggak bisa, gue nggak mau ada masalah" lagi-lagi dan mencoba menghindari Andre.


Tetapi Andre tidak mau mendengar alasan apapun dari Noer, justru Andre malah menarik tangan Noer ke belakang halte yang tertutup oleh kios rokok sehingga tidak terlihat dari pinggir jalan.


'' Lepasin Gue Bang, kok Maksa banget sih. gue nggak mau mendengar apapun lagi!'' Noer mencoba menarik tangannya dari genggaman Andre.


'' Please dengerin penjelasan gue dulu Noer, tidak semua obrolan kami itu benar adanya yang Lo dengar. Soal taruhan itu memang benar Tapi gue juga bener-bener jatuh hati sama Lo sehingga Rizal memberikan tantangan kepada gue Apakah gue bisa memenangkan hati lo atau tidak.'' tutur Andre.


'' Oh iya, Jika benar loh tulus dari hati mencintai gue kenapa lo menerima tantangan itu.'' Tanya Noer lagi.


'' Sudahlah Bang gue nggak mau dengar apapun untuk saat ini. dan jangan pernah ganggu gue lagi.'' Tegas Noer.


Tapi Noer tidak peduli dengan alasan yang diberikan oleh Andre, Noer merasa takut jika ayah Atau ibunya melihat kebersamaannya dengan Andre. bisa-bisa Andre dalam bahaya karena Ayah tidak akan diam jika melihat ada laki-laki yang mendekatinya.


Dan benar saja, yang Noer takut kan terjadi, Entah dari arah mana ayah datang dan telah berdiri diantara Noer dan Andre.


Pandangan mata Ayah terfokus pada satu titik yaitu saat Andre memegang tangan Noer.


Dengan wajah yang sangar Ayah menarik tangan Noer dan membawa Noer pulang.


Ayah hanya diam tapi wajahnya mengatakan bahwa beliau sangat marah.


' Habislah lo Noer!' kata Noer dalam hatinya.


Setibanya di rumah Ayah langsung masuk ke kamarnya Sedangkan Noer hanya disuruh Ayah duduk di ruang tengah.


tidak berapa lama ayah keluar dari kamar dan melayangkan sebuah pukulan dari ikat pinggang yang ada di tangannya.


''Plaaakk"


Pukulan dari ikat pinggang Ayah mendarat di kaki Noer.


Sontak membuat Noer kaget dan kesakitan.


" Ayah ampun, sakit Ayah'' berulang kali Noer berkata seperti itu dan memohon kepada ayahnya untuk tidak memukulnya lagi.


'' Semenjak Kapan kamu berhubungan dengan preman itu'' Tanya ayah dengan suara lantang.


'' Di antara kami tidak ada apa-apa Ayah!'' jawab Noer dengan ketakutan dan kesakitan.


'' Ternyata kamu sudah pintar berbohong sekarang semenjak mengenali preman itu?'' bentak ayah.


'' Noer tidak berbohong ayah, tidak ada apa-apa di antara kami. Tadi hanya kebetulan mau ngobrol saja Ayah!" sekali lagi Noer menutupi hubungan mereka.


'' Jika benar begitu baiklah, tapi jika ayah mendengar masih ada hubungan antara kalian berdua Dan kamu tidak mengakhirinya kamu tinggal pilih saja laki-laki preman itu hidup dengan tenang atau pergi dengan membawa cintanya ke neraka!'' Ancam Ayah yang tidak main-main lagi.


'' Iya Ayah Noer mengerti!'' Kata Noer dengan wajah tertentu dan menahan rasa sakit akibat pukulan dari ikat pinggang Ayah tadi.


'' Sekarang pergilah masuk ke kamar kamu!'' perintah ayah.


'' Baik ayah!'' jawab Nur sambil berjalan dengan Tertatih karena menahan rasa sakit pada kakinya akibat pukulan Ayah tadi dengan ikat pinggang nya.


Noer pun masuk ke kamarnya, Halo mengganti pakaiannya dan membuka ponselnya. ternyata Andre telah mengirim banyak pesan kepada Noer.


danur pun teringat pada kata-kata Ayah Ia pun akhirnya memblokir nomor Andre dari ponsel ya.


Dan demi kebaikan Andre ia tidak akan lagi memberi harapan apapun kepada Andre bahkan ia akan menjauhi Andre dan menghindarinya.


Jujur saja Noer pun mulai merasa jatuh hati kepada Andre Tapi semua demi kebaikan Andre dan juga kebaikan dirinya, harus melakukan hal tersebut. Noer tidak ingin orang lain celaka karena dirinya apalagi Andre cowok yang begitu baik dan perhatian namun Ayah mengatakannya preman karena anda tidak lagi orang bersekolah dan Hanya bekerja pada waktu di sebuah CV pertambangan pasir.


...****************...