Noer

Noer
Episode 24



Malam ini Noer merasa heran karena kantin ibunya tutup begitu cepat,biasanya kantin itu tutupnya pukul 11.00 malam tapi malam ini sudah tutup pada jam 7.


Dalam hatinya selalu bertanya-tanya, dan yang membuatnya semakin heran ibunya membuat banyak makanan, seperti ada jamuan makan malam ini.


semangat ingin bertanya tapi takut salah lagi. tetapi rasa penasarannya lebih kuat dari rasa takutnya itu.


''ibu ada apa?, Kenapa Ibu seperti sedang mengadakan jamuan makan malam?. apakah ada tamu khusus yang datang malam ini? tapi siapa?"tanya Noer dengan penuh keberanian.


''Iya Noer, nanti ada keluarga dari teman Ayah mu yang akan datang berkunjung.'' Kata Ibu.


''Keluarga teman Ayah? Tetapi Bu,tumben sekali ada yang berkunjung ke rumah ini?'' Tanya Noer lagi.


''Sudah lah Noer,jangan banyak tanya! Sebaiknya Kamu bantu ibu mempersiapkan nya !" Kata ibu ketus.


Noer hanya mengikuti perkataan Ibu nya walaupun banyak pertanyaan di benak nya.


tempat pukul 08.30 malam saat itu ada dua mobil Terios yang parkir tiba-tiba di depan rumah Noer.


selama beberapa saat turun beberapa orang dari dalam kedua mobil itu.


jelas saja membuat Noer punn terpelongo, karena dia tidak mengenali siapa yang turun dari mobil itu.


tapi dari beberapa orang yang keluar dari kedua mobil itu satu sosok yang tidak asing di mata Noer.


Sosok laki-laki tinggi tegap berisi dan putih bermata sipit.


''Mas Ferdi?'' Mata Noer sontak terbelalak.


Dengan senyuman yang begitu manis dan memikat hati setiap gadis yang melihat nya, tapi tidak bagi Noer.


''Apa yang mereka lakukan disini? Bawa banyak rombongan lagi!'' Begitu banyak pertanyaan yang ada di benak Noer.


Beberapa sambutan kini di ucapkan oleh salah seorang dari keluarga Ferdi.


Noer mengerti maksud dari kedatangan rombongan Ferdi itu.


'' Ibu,kenapa ibu melakukan semua ini tanpa bertanya terlebih dahulu pada Noer?'' Tanya Noer yang merasa sangat sedih karena orang tuanya mengambil keputusan besar tanpa meminta dan bertanya pada nya.


''Sebaik nya kamu manut aja apa yang telah di putuskan oleh orang tua,dan ini juga demi kebaikan Kamu dan masa depan kamu'' Kata ibu dengan menekan Noer.


''Pokok nya Noer gak mau di jodohkan atau menikah ibu!''Kata Noer dengan nada setengah membentak.


Suara Noer terdengar hingga ke ruangan depan dan para tamu mendengar nya.


Ferdi sangat kaget mendengar penolakan dari Noer


''Arti nya Noer bukan jodoh Ku Oma !''Kata Ferdi dengan wajah tertunduk.


Ferdi berdiri dan melangkahkan kaki nya mendekati Noer.


''Mas tau,dari awal Kamu sudah menolak mas,tapi apakah tidak bisa kamu memberi kesempatan untuk Mas membuktikan bahwasanya mas serius ingin membina rumah tangga dan gak akan buat Kamu kecewa dan mengeluh sekali pun.'' Kata Ferdi sedikit memohon.


''Sejak awal Noer dah bilang kan mas! Noer belum siap untuk hal seserius itu.'' Kata Noer mengingatkan kembali yang pernah ia katakan pada Ferdi beberapa waktu lalu.


"Maafkan Noer Mas!'' Tambah Noer lagi.


Noer pun melangkah menuju kamar nya mempersiapkan diri untuk berkata jujur di hadapan keluarga besar Ferdi.


''Apa ini Noer?" Ibu Yati mencengkram pergelangan tangan Noer untuk menghentikan niat Noer.


''Noer gak mau berada dalam kebohongan Bu! Noer akan mengatakan semua nya.Maafkan Noer Bu'' Kata Noer yang mencoba melepaskan tangannya dari genggaman tangan ibu nya itu.


''Tapi Noer ,semua ini demi masa depan kamu.Jika kamu menikah dengan Nak Ferdi masa depan kamu akan mapan dan kamu akan bahagia.''Jelas Ibu Yati.


''Bagaimana dengan cinta Ku bu!'' Kata Noer dengan mata yang nanar.


''Jaman sekarang gak kenyang makan cinta Noer!.cinta itu bisa datang di kemudian hari!'' Ucap Ibu Yati dengan tegas.


Di balik pintu Oma Ferdi mendengar pembicaraan ibu dan anak tersebut.


ia hanya mengangguk-angguk saja. Seakan paham apa yang tengah di bicarakan oleh Neha dan Ibu nya itu.


Oma Ratna pun mendekati Ferdi dan anak-anak nya.


''Sebaik nya kita pulang saja,karena gadis nya tidak menerima cucu kesayangan ku sebagai jodohnya'' Kata Oma Ratna menatap tajam ke arah cucu kesayangan nya itu.


''Tapi Mama,ini sangat mempermainkan kita!'' seorang bertubuh tinggi dan berisi berdiri dengan wajah memerah karena marah,ia adalah Om Wiliam,oom nya Ferdy.


''Maafkan aku Om, karena tidak mengatakan yang sebenarnya,selama ini yang jatuh cinta kepada Noer itu hanya aku, dan cintaku hanya bertepuk sebelah tangan.


''Terlalu bodoh Kamu di budakkan oleh cinta Ferdy!'' Om William langsung meninggalkan pertemuan itu.


sementara Ferdi hanya menurut apa yang diminta oleh oom dan omanya itu.


...----------------...


...****************...