
Malam ini diluar angin kencang dan hujan lebat.
Sudah pukul 10 malam hujan masih saja deras dan Noer pun menutup tirai jendela kamar nya.
Saat hendak berbalik, Nur melihat sesosok lelaki berdirinya Tengah hujan deras tersebut. setelah melihat dengan jelas Nur kagak melihat sosok laki-laki tersebut.
'' Apa yang anda lakukan di sana?'' kata nur penasaran.
Andre berdiri menghadap ke jendela kamar Nur dengan penyerbukan Kedua telapak tangan seakan memohon kepada.
Noer memberikan isyarat kepada Andre agar Andre pergi dari sana. Tapi Andre tidak mau melakukan hal tersebut begitu saja. Karena yang Andre butuhkan adalah maaf dari Noer.
'' Bagaimana ini, jika Bang Andre lebih lama lagi berdiri di tengah hujan seperti ini maka ia akan sakit. apa yang dia inginkan berdiri hujan-hujanan seperti itu?'' Noer bermonolog di balik jendela kamarnya.
Ponsel Noer berbunyi satu pesan masuk terlihat di layar ponsel nya,Noer langsung saja membukanya, ternyata pesan tersebut dari Andre.
'' Gue mohon Maafkan gue, gue benar-benar mencintai lo Noer!, dan taruhan itu bukan untuk mendapatkan cinta tapi kami hanya iseng saja Noer." begitu pesan yang dituliskan oleh Andre.
" Kenapa Andre melakukan hal bodoh seperti ini'' kata Noer yang masih belum membalas pesan dari Andre.
'' Gue akan berdiri di sini sampai lu mau memaafkan gue Noer!'' Pesan Andre kembali masuk di ponsel.
''Kebodohan apa yang Lo lakuin Bang? Sebaik nya Abang pulang! “ Pinta Noer dalam pesan singkat nya.
''Tidak Noer, sebelum Lo maafin Gue, Gue gak akan pergi" Andre mengancam.
"Noer! Tutup semua jendela, hujan sudah semakin deras! " Terdengar suara Ibu dari luar kamar nya.
Mendengar perintah Ibu Noer langsung menutup gorden jendela nya.
Berharap dengan begitu Andre akan pergi dari deras nya hujan itu.
Noer mematikan ponsel nya agar tidak mengetahui pesan dari Andre.
Dan tidak terpengaruh oleh kata-kata Andre.
Noer merebahkan diri untuk memulai tidur.Ia mencoba memejamkan mata nya, mencoba untuk tidak memikirkan Andre yang hujan hujanan demi dia.
Noer benar-benar gelisah, mata nya tidak bisa di pejamkan, sebentar-sebentar ia terbangun dan duduk mengintip di balik tirai jendela kamarnya.
Noer masih melihat Andre berdiri di tengah hujan itu, hal tersebut semakin membuat Noer gelisah dan merasa bersalah.
''Apa mungkin gue harus keluar untuk membujuknya pergi dan kembali ke rumahnya agar ia tidak semakin lama kehujanan sehingga menyebabkan dia akan sakit'' Kata Noer bergumam.
'' Tapi bagaimana caranya gue keluar? tidak mungkin kan gue harus melompat dari jendela ini. jika ayah tahu dan ibu tahu gue keluar demi Andre bisa habis gue!'' kata Noer bermonolog sendiri di dalam kamarnya.
'' Aduh bagaimana caranya, gue benar-benar bingung! Sekarang sudah pukul 11.00 malam. ini tidak akan baik lagi untuk kesehatan Andre.'' Lagi lagi mondar-mandir di depan jendela kamarnya.
Noer mencoba menghubungi ponsel Andre, namun ponselnya itu tidak aktif entah itu sengaja Andre lakukan atau karena ponsel Anda rusak terkena hujan." Kata Noer lagi dengan memencet tombol-tombol ponselnya mencoba menghubungi Andre.
Noer terus saja mondar-mandir di kamarnya, Iya bener-bener sangat khawatir kepada Andre yang bisa sakit kapan saja saat seperti ini.
Saat Noer membuka jendela kamar Andre melihat ke arahnya.
Noer memberikan isyarat untuk menyuruh Andre pulang dan pergi dari derasnya hujan itu. Tapi Andre tidak mengerti akan isyarat yang diberikan oleh Noer.
Andre hanya mengucapkan kata maaf dengan kedua tangan yang saling menempel di depan dada nya.
Akhirnya Noer menganggukkan kepala pertanda Noer memaafkan Andre, Noer sengaja terpaksa melakukan hal tersebut agar Andre pergi dari derasnya hujan itu.
an benar saja akhirnya Andre dengan berat hati pergi dari hadapan Noer. Karena Andre belum merasa lega jika tidak mendengar langsung kata maaf itu dari Noer.
'' akhirnya Andre pergi juga!'' kata Noer bernapas lega.
Noer tidak mau dipersalahkan oleh keluarga Andre nanti jika terjadi apa-apa oleh Andre.
tidak lama setelah kepergian Andre dari hujan itu, Noer menerima pesan dari Andre lagi.
'' Noer Terima kasih lo telah memaafkan gue, sekarang lu tidur gih kan besok lu masih sekolah Maaf ya karena gue tidur lo jadi terganggu, love you!'' begitu pesan dari Andre yang diterima oleh Noer.
Noer semakin cemas setelah mendapatkan pesan itu, karena Andre semakin menaruh harapan besar dalam hubungan mereka.
Sementara hubungan mereka itu sangat ditentang oleh ayah Noer, dan jika ayah Noer mengetahui mereka masih memiliki hubungan akan berbahaya bagi diri Andre.
bukannya Nur bisa tidur nyenyak setelah Andre pulang, justru ia semakin berpikir dengan hubungannya dan Andre itu.
bagaimana ia akan mengakhiri hubungannya dan Andre, sementara mereka baru saja saling jatuh cinta. rasanya begitu sangat menyakitkan jika cinta yang baru saja tumbuh harus dihancurkan dan saling menyakiti.
Karena tidak terpikirkan oleh pikirannya malam itu dan agar luar bisa tertidur dengan nyenyak malam ini menyalakan musik MP3 di ponselnya dengan lagu yang sangat ia sukai liriknya.
***
-Hati ku menginginkan dirimu tanpa batasan
-Dalam setiap doa ku, aku hanya meminta engkau
-Terpisah darimu seperti semacam kutukan
Terpisah darimu seperti semacam kutukan
-Jika kau akan pergi jauh dariku, aku akan mati
-Ini sumpah ku pada dirimu, kasih
-Ini sumpah ku pada dirimu, kasih.
-Begitu aku melihat dirimu, mata ku menjadi basah
-Ini sumpah ku pada dirimu, kasih..
-Ini sumpah ku pada dirimu, kasih..
-Keadaan ku telah menjadi seperti ini
-Kesabaran telah meninggalkan ku
-Aku belum pernah hidup sekali pun tanpa mu
-Air mata ku memanggilmu sepanjang malam
-Dalam setiap doa ku, aku hanya meminta engkau
-Terpisah darimu seperti kutukan
-Jika kau pergi jauh dariku, aku akan mati
-Ini sumpahku pada dirimu, kasih..
-Ini sumpahku pada dirimu, kasih
-Begitu aku melihat dirimu, mataku menjadi basah
-Ini sumpahku pada dirimu, kasih
-Ini sumpahku pada dirimu, kasih..
-Hatiku mabuk karena kau
-Jangan mengkhianatiku
-Kau telah menjadi kebiasaanku, apa salahku
-Tidak mungkin melewatkan satu saat pun tanpamu
-Dalam setiap doaku, aku hanya meminta engkau
-Terpisah darimu seperti semacam kutukan
-Jika kau pergi jauh dariku, aku akan mati
-Ini sumpahku pada dirimu, kasih..
-Ini sumpahku pada dirimu, kasih.
-Begitu aku melihat dirimu, mataku menjadi basah
-Ini sumpahku pada dirimu, kasih..
-Ini sumpahku pada dirimu, kasih..
Entah sejak kapan Noer tertidur, karena setelah lagu itu berhenti Noer sudah tidur dengan sangat nyenyak.