
Akhir nya Andre menyadari yang ia lakukan adalah salah. Dan Iya ini sabar kalau cinta hanya Noer itu sangat besar untuknya.
Andre pun masuk ke rumahnya dan menyegarkan diri. Sementara itu Rizal datang menghampiri Andre di halaman rumahnya.
'' Wah wah wah, Udah seger aja Lo sore ini Bro.'' Sapa Rizal.
'' Bisa aja lo bro!'' Andre Malu sendiri.
'' Hahaha, Kenapa pipinya jadi merah?'' Rizal mulai mengejek.
Andre kembali seperti biasa dan sudah tidak meminum minum alkohol lagi, Andre kembali bisa tersenyum.
'' Bagaimana kabar lo sekarang Bro, Apakah ada sekarang sudah bisa menerima keputusan dari Noer?'' Tanya Anton yang tiba-tiba nimbrung di antara mereka.
'' Ya bro, gue mencoba menghargai Pengorbanan cinta Noer. '' Kata Andre pasrah dengan kandasnya hubungannya dan Noer.
'' Iya Bro, inilah yang Noer inginkan dari lo. jangan terlalu terpuruk dengan perasaanmu yang sedang patah. Lihat Dia gadis yang tegar betapa pun luka dan rasa sakit itu ia hadapi juga.'' Kata Anton mengagumi ketegaran Noer.
'' Lo Bener Anton, Noer adalah gadis yang luar biasa. Ya beruntung bisa mendapatkan cintanya Andre. Ketulusan cinta itu tidak harus kita miliki. Setidaknya lo pernah terukir dalam kisah cintanya!'' Rizal turut mengagumi cinta di antara mereka.
'' Ciiieeeie, Pujangga cinta telah hadir diantara kita! Hahaha'' Anton meledek Rizal.
'' Apaan sih lu Anton, bikin gue malu aja. biasa aja kali kata-kata itu hadir dengan sendirinya tanpa gue pikirkan dan menyusun kata-katanya.'' Kata Rizal pula.
Sekarang Andre Mencoba membuka hatinya untuk menerima semua yang diinginkan oleh Noer, seberapapun besar luka itu namun senyum akan selalu ada untuk setiap orang yang melihatnya. Itulah Pelajaran yang didapat oleh Andre dari gadis kecil yang pernah ia cintai.
Sedangkan Noer yang menjalani hari-hari bagaikan seorang budak di rumahnya sendiri. namun tidak satupun tetangga yang mengetahuinya. Ayah dan ibu sangat pandai menutupi seluruh yang ia lakukan kepada Noer.
Malam itu, Noer mengerjakan pr-nya di kamar. Iya mengunci kamarnya agar adiknya Gunawan tidak mengganggunya dan merusuh di kamarnya.
'' Noer, Ayo buka pintunya! Kenapa kamu mengurung diri di kamar!" Ibu menggedor pintu kamar Noer.
''Iya Ibu sebentar!'' terdengar sahutan dari dalam kamar itu.
(Cek lek) Suara kunci kamar itu terbuka.
'' Kenapa harus kamu Mengunci pintu kamar ini, Apa ada yang kamu sembunyikan dari kami?'' Ibu mulai lagi marah-marah kepada Noer.
'' Noer lagi belajar ibu, nanti Gunawan masuk dan mengacak-acak tugas Noer!'' Kata Noer dengan ketakutan.
'' Jadi kamu menganggap Adik kamu tukang rusuh dan tukang kacau? kan kamu bisa melarangnya dengan baik-baik dan Mengajarkannya untuk bersikap baik. Tunjukkan peran kamu sebagai kakak kepadanya dengan kasih sayang. Kenapa kamu malah seperti menganggapnya orang asing!'' Ibu Yati mulai mengomel.
'' Iya Ibu maaf.'' Noer hanya bisa patuh kepada ucapan ibunya.
'' Baiklah, sebentar lagi kamu cepat siapkan makan malam kita semua ya!'' Perintah ibu yati seperti memerintahkan seorang pembantu.
'' Baik bu Noer akan menyelesaikan tugas sekolah ini sebentar!'' Kata Noer kembali melanjutkan tugas sekolahnya.
Setelah Noer menyelesaikan tugasnya Ia pun keluar dari kamarnya dan mengerjakan tugas yang diberikan kepadanya.
Noer pun menyelesaikan seluruh tugasnya itu tapi ternyata dia masih belum bisa ikut makan bersama keluarga kecilnya itu.
'' Tunggu Noer, ayahmu belum datang ke meja makan ini.'' Ibu menghentikan langkah Noer untuk mendekati meja makan.
'' Tapi Bu, Noer sudah sangat lapar!'' Kata Noer sambil memegangi perutnya yang telah keroncongan tidak tadi.
'' Baik ibu, Noer akan menunggu ayah!'' Noer pasrah kembali menahan laparnya itu.
Hampir setengah jam menunggu ayah datang, dan akhirnya Ayah pun datang Entah dari mana.
'' Ayo kita makan!'' Seru Ibu yang menggendong Gunawan.
'' Saat semua telah berkumpul di meja makan, seperti biasa yang terlebih dahulu mengambil jatah makan malamnya adalah ayah, ibu, Citra, Gunawan dan terakhir Noer.
Seperti biasa bulan Noer hanya kebagian sedikit nasi dan lauk. Jika Gunawan tidak menghabiskan makan malamnya maka sisanya akan diberikan oleh ibu kepada Noer.
Bagaimana Noer tidak berpikiran kalau dia seperti anak tiri di rumah itu.
Tetapi saat dipertanyakan Ibu mengatakan bahwa dia adalah anaknya.
''Entah ada apa dengan aku ini ya Allah! Kenapa begitu berat sekali cobaan yang gue hadapi. Ingin rasanya gue mengakhiri hidup ini. tapi gue tahu kalau itu berdosa. jika gue jalani selalu seperti ini rasanya aku tidak sanggup'' Noer bermonolog sendiri di kamarnya dengan air mata yang berlinang tanpa ia sadari.
Noer membuka jendela kamarnya, Pandangi ke arah bintang yang begitu indah bertaburan di langit.
Berharap ada seorang bidadari yang sedang melihatnya dan merasa iba padanya.
''Akh, ini hanya khayalanku saja.'' ucap Noer saat menyadari itu khayalan nya saja.
Malam itu semakin dingin, setiap hembusan angin melambai dan menyapa Noer yang berdiri di tepian jendela itu.
amalam pun semakin larut, Noer merasa matanya mulai mengantuk. Ia pun menutup jendela kamarnya itu rapat-rapat dan kembali ke ranjangnya yang sederhana.
Terkadang layar memimpikan memiliki kamar seperti yang dimiliki teman-temannya yang lain.
Kamar yang memiliki meja belajar, kamar yang memiliki lemari sendiri bukan hanya lemari yang terbuat dari kardus yang disusun rapi dan diberi lem diantara kardus kardus lainnya dibuat menyerupai seperti rak baju.
Sementara kamar Citra adiknya memiliki tempat tidur yang kokoh dan juga lemari baju tersendiri.
Bagaimana Nur tidak berpikir kalau dirinya bukanlah anak kandung Ayah dan Ibunya. Tapi semua belum ada terbukti dan kejelasan apapun.
Setiap kali Noer bertanya hal tersebut, selalu saja membuat Ibu marah besar. seakan Ibu memiliki ketakutan dan tersendiri dengan pertanyaan itu. Tapi Noer yakin kalau satu hari Jika ada sesuatu hal yang disembunyikan oleh ayah dan ibu pasti akan terbongkar juga.
Namun Nur yang tidak memiliki kesabaran yang cukup menunggu waktu itu.
Ingin rasanya biar menggali sebuah rahasia itu, Tapi layar tidak tahu dari mana awal dia mulai menggali.
Namun jika dihadapan orang lain dihadapan tetangga ataupun keluarga Kerabat lainnya Sikap mereka sangat berbeda dengan yang mereka tunjukkan kepada Noer di rumah.
Semakin tidak mengerti Ada apa sebenarnya dengan ayah dan ibunya itu.
Terkadang mereka sangat perhatian dan seakan sangat menyayangi Noer. Tapi lebih sering mereka seakan memperbudak Noer di rumah itu.
Ada apa sebenarnya dengan ayah dan ibu. masih menjadi teka-teki besar dalam hidup Noer.
...****************...
Mau tahu kelanjutan kisahnya, yuk lanjut ke episode selanjutnya. jangan lupa like,Vote dan gift nya ya...
Terimakasih 🥰