
"Mbak Ayu... Pasien Ny. A sudah di pasang kateter yang baru, dan untuk selang NGTnya sudah di aff.." Elvy membritahu Kepala Perawat yang bernama Ayu.
"oohh iyaa makasih Elvy.."
"sama-sama mbak.."
"Eehh Elvy, tadi Direktur sudah beritahu mbak kalau kamu ambil libur 1 Bulan ini, nanti bulan depan baru mbak chat kamu yaa untuk jadwal dinas yang baru..."
"iyaa mbak, terimakasih banyak..."
"mbak juga udah tau dari direktur tentang liburan kamu kali ini...Selamat yaaa.." ucap mbak Ayu lembut
"iyaa mbak terimakasih.." Elvy yang mendengar ucapan mbak Ayu, hanya tersenyum kecut
"lho..kamu kenapa..kok nggak bahagia.."
"mbak, bisa nggak tentang pernikahan aku ini..jangan beritahu yang lain..aku sendiri juga masih belum siap..."
"ooww iyaa... mbak ngerti kok...tenang ajhaa mbak nggak akan beritahu yang lain..." ucap mbak Ayu yang juga pernah mengalami pernikahan mendadak seperti itu.
"Makasih banyak mbak... karena inggal 3 hari lagi aku mau liburan, aku pasti akan membantu mbak dalam merawat pasien" Elvy tersenyum senang karena Mbak Ayu mau membantu merahasiakan pernikahannya.
"hahaha iyaiya...."
Karena jadwal dinas pagi sudah selesai, Elvy dan rekan-rekannya yang dinas pagipun kembali ke kos mereka..
"Mbak Indah, Flan, Sa...gue mau beli sayur dulu...kalian masuk deluan ajha ke kos..."
"okok...hati-hati..." ucap Elsa sambil menutup gerbang kos mereka
Elvypun membeli sayur cukup jauh dari kosnya dan beberapa pisang dan singkong. Setelah selesai membeli, Elvy berjalan santai menuju kosnya, dari jauh terlihat krumunan yang cukup banyak. Elvypun mempercepat jalannya karena kepo dengan krumunan tersebut. Sesampainya di sana...
"mas..mas.. ada apa yaa..kok pada berkumpul..." tanya Elvy yang mulai penasaran
"Oowww mbak Elvy.. itu lho mbak, ada kecelakaan motor..hampir nabrak anjing... orangnya luka-luka mbak tapi syukur lukanya nggak banyak.."
"mana orangnya mas...biar saya bantu..." Elvy yang memiliki jiwa perawat mulai merasa prihatin.
"itu mbak Elvy, orangnya..." tunjuk mas-mas disitu ke salah seorang cowok yang terlihat meringis kesakitan
"Riko..."
Riko yang merasa namanya dipanggil menoleh ke arah suara tersebut.
"elo...aaiiccc" Riko masih merasa kesakitan pada lukanya
"Mbak Elvy kenal sama orang ini yaa..." tanya salah satu warga kompleks di situ
"aahh iyaa.. kenalannya saya.." ucap Elvy sopan menuju ke arah Riko sambil melihat lukanya Riko.
"Syukur lhaaa kalau begitu..mbak Elvy bisa bantu rawat dia nggak, kasian orangnya mbak..."
"aahhh iya-iyaa pak...bisa minta tolong antar ke kos saya pak...terus motornya juga di bawa ke halaman kos saya yaa pak...terimakasih banyak pak.."
"iyaa mbak Elvy...nggak usah sungkan..kita yang berterimakasih..."
Beberapa warga membantu membawa Riko ke kos Elvy, Elvy lanjut membawa Riko ke kamar kosnya. Setelah berterimakasih ke warga yang menolong, Elvy meminta ijin Ibu kos untuk merawat Riko dikamarnya. Karena kos mereka cukup bebas, laki-laki masih bisa masuk ke kos. Kamar kos Elvy cukup besar, sehingga bisa muat untuk dua orang. Teman-temannya yang baru melihat Elvy membawa cowo ke kamar mulai memberi pertanyaan bertubi tubi ke Elvy.
"siapa itu? cowok lo?" tanys mbak Indah yang mulai kepo
"nggak mungkin... lo pasti nabrak orangkan?" Elsa mulai dengan pertanyaan negativenya
"gimana mau nabrak..dia nggak bawa motor dari tadi. Pasti gebetan baru lo kan? " Flany mulai kepo juga
"nggak...gue nyuri dia dari Rumah Sakit.." Canda Elvy
"APA!!!" teriak mereka bersamaan
"lo...dasar penipu..."
"beneran..gue nggak bohong"
teman-temannya
mulai memukul Elvy karena telah menipu mereka.
Riko yang mendengar pernyataan Elvy hanya tersenyum sambil menahan sakit.
Elvy kembali ke kamar kosnya dengan selembar handuk kering. Riko melihat Elvy begitu sibuk mengeluarkan peralatan P3K dan beberapa alat kesehatan lainnya.
"dasar perawat..banyak banget alat kesehatannya" ucap Riko dalam hati
"wwooee...gue bantu buka baju lo yaaa..." Elvy hendak membantu membuka baju Riko, tiba-tiba Riko menahan tangan Elvy tetapi tidak menatap Elvy. Elvy yang melihat telinga Riko yang mulai memerah akhirnya sadar.
"nggak usah malu, anggap ajha lo lagi di rumah sakit, gue juga ada baju yang cukup besar..setelah gue obati luka lo, baru lo bisa pake lagi baju.." jelas Elvy. Riko akhirnya tidak lagi menghalang tangan Elvy. Karena Riko sulit mengangkat tangan terpaksa Elvy menggunting bajunya Riko.
"baju baru gue 80 juta...terbuang sia-sia..." ratap Riko dalam hati setelah melihat bajunya yang tidak berbentuk lagi.
Elvy mulai mengobati luka ditangan dan dipunggung Riko.Karena perut sispacknya Riko, membuat Elvy tergoda untuk menyentuh.
"wwaaoowww perut lo...keren 8 kotak.." ucap Elvy sambil mencolek dikit perut Riko. Wajah Riko memerah karena malu.
"iicccc..." Riko berusaha menahan nyeri pada luka
"nggak usah nahan, teriak ajhaa...kalau lu bilang sakit, nanti gue bisa pelan-pelan ngobatinya..kalau gini sakit nggak" Elvy sengaja menekan pada lukanya Riko
"aaoouucchh pelan dikit napa sih..."
"githu donk...dari pada lo diem.."
"iyaa..." Riko akhirnya menuruti Elvy. Setelah mengobati dan memakai pakaian yang diberi Elvy, Riko mulai memperhatikan seluruh isi kamar Elvy..
"ternyata orangnya cukup bersih, dan rapi...dia kayaknya suka boneka..gambar fotonya banyak banget.. eehhww kok ada pelukan dia sama cowok sih.." Riko bangun dari tempat tidur dengan perlahan dan mulai melihat lebih jelas foto Elvy dan seorang cowok. Tanpa Riko sadari Elvy sudah dibelakangnya.
"mulai kepo sama foto-foto gue...bukannya duduk diam di tempat tidur...nanti kalau lo tiba-tiba jatuh gimana...sini duduk diam disamping gue" Ceramah Elvy.
"Siapa juga kepo...." Riko ikut duduk di sofa dengan Elvy. Riko mulai memperhatikan Elvy yang mulai mengambil nasi untuk dirinya. Riko juga memperhatikan keringat yang membanjiri wajah cantik Elvy dan turun keleher putih mulusnya Elvy, baju tipisnya yang basah karena keringat...
"glek" Riko menelan air liur dan segera menepis pikiran kotornya
"bau keringat lo, sono ganti baju lo..." Riko sengaja menyuruh Elvy ganti baju karena tidak bisa menahan aroma harum dari Elvy, bagaimanapun dia juga pria normal.
"entar ajhaa setelah makan...lo tinggal makan ajha susah banget..."
"ehh..lo kenapa bantu gue tadi..."
"karena lo kecelakaan.."
"iya gue tau, tapi kenapa lo nggak mau suruh orang lain ajhaa yang bantu gue..."
"sudah menjadi Tugas seorang perawat...dan yang kenal lo cuma gue..jadi yaaa gue bantu lo.."
"ooww... makasih.." ucap Riko pelan
"ternyata lo tau trimakasih juga..." ejek Elvy sambil membersih meja makan setelah mereka selesai makan.
"Lo nonton ajhaa...gue mandi dulu..nanti baru gue bantu nelfon ke rumah lo buat jemputin lo.. itu gue udah cabut kartu lo dari hp lo yang rusak parah.." Elvy menunjuk kearah hpnya yang rusak
"kalau githu pinjam hp lo sekarang ajhaa..."
"nggak...hp gue pakai pasword...entar ajhaa.."
"yyaaa elo bukain donk passwordx.."
Elvy langsung masuk ke kamar mandi tidak peduli dengan Riko. Setelah beberapa menit, Elvy keluar dari kamar mandi lengkap baju tipis dan celana pendek sepaha, rambut panjangnya digerai karena basah dan wangi samphonya memenuhi kamar tersebut. Riko tidak berkedip sedikitpun ketika Elvy keluar dari kamar mandi. Elvy menyadari bahwa Riko sedari tadi melihat ke arahnya, tapi Elvy tetap masa bodoh dan terus mengeringkan rambutnya.
"jangan terlalu liat...awas suka lagi sama gue.." ejek Elvy.
Riko segera mengalihkan matanya ke TV setelah mendengar pernyataan Elvy.
"Riko...lo harus terbiasa dengan situasi seperti ini..karena kita bakal nikah..."
"iyaa gue tau...oh iyaa lo kenapa nggak nolak pernikahan ini..bukannya lo nggak suka juga..."
"sebenarnya gue pernah nolak, tapi sekarang gue nggak bisa nolak...karena tawaran yang diberikan keluarga gue lebih penting... inikan cuma nikah.."
"lo suka sama gue.."
"nggak lha..elo?"
"nggak juga..gimana kalo kita buat kontrak nikah ajhaa.." Riko mulai mencoba rencananya
"Oohh iyaaa yaa...kita nikah kontrak ajhaa...pinter lo..kapan buatnya" Elvy mulai tersenyum bahagia dengan ide yang diberikan Riko. Elvy juga merasa pernikahan ini sia-sia saja karena tidak ada rasa suka diantara mereka.
"lusa baru gue buat...2 tahun ajha gimana..."
"jangan.. kelamaan, 1 tahun ajhaa. Untuk peraturan isi kontraknya kita bahas sekarang ajhaa... kalau lo aturannya apa saja ?"
"ooww okok.. kalau githu..." mereka mulai menulis aturan dan isi dalam kontrak nikah mereka..
ISI KONTAK NIKAH
Setelah menikah tidak mengganggu kehidupan pekerjaan masing-masing
Jika didepan keluarga tetap romantis dan akur.
Jika salah satu pihak tertangkap langsung dengan mata sendiri bersama wanita/pria lain maka Black Card diberikan satu minggu kepihak yang melihat ( tidak berlaku jika tidak dilihat langsung)
Walaupun satu rumah, tidak mengganggu aktivitas pihak lain
Beda Kamar
Tidak boleh saling menyentuh, kecuali bersama keluarga atau saat acara pesta yang harus menghadirkan kedua belah pihak.
Dilarang membawa wanita/pria ke Rumah pribadi kedua belah pihak.
Setelah 1 tahun masa kontrak, tidak saling menghubungi satu sama lain.
Sekian dari isi kontrak ini dibuat sebagaimana mestinya.
RIKO ELVY
***
"Githu ajhaa dulu...jangan pernah lo sentuh gue...berani lo sentuh diam-diam dan gue hamil... tanggung jawab lo.." ancam Elvy serius
"siapa juga yang mau hamili lo...gue nggak sudi..."
"alllaaaa... liat gue keluar dari kamar mandi ajha udah ngiler..."
"ge'er banget lo..." balas Riko tidak mau kalah.
Sambil menunggu mobil pribadi Riko, Riko memberanikan diri menanyakan tentang foto yang diliatnya..
"tadi gue liat foto lo...trus ada foto lo sama cowok berpelukan...pacar lo yaa" tanya Riko
"Pacar ? yang mana fotonya.."
"itu.." Riko menunjuk foto Elvy yang berpelukan dengan seorang cowo
"ooww itu.. mantan gue..."
"mantan?!! kok lo nggak buang sih fotonya.."
"gue lupa kayaknya...biarin di situ.. anggap ajhaa kenang-kenangan ..." ucap Elvy masa bodoh dengan Foto tersebut.
"lo masih suka dia yaaa"
"udah nggak...gue rencananya jomblo beberapa bulan dulu baru cari cowo lagi...trus lo ada mantan nggak?"
"bukan urusan lo..." Riko beranjak ke luar gerbang karena mobilnya sudah datang
"nyesel gue bantu lo..." teriak Elvy lalu menutup gerbangnya.
Riko yang berada didalam mobil tersenyum dengan perkataan Elvy.
Sopir pribadi Riko kaget karena baru kali ini melihat senyuman Riko.
"Akhirnya Tuan Riko bisa tersenyum seperti dulu lagi...tidak sia-sia Tuan besar dan nyonya besar menjodohkan mereka.." ucap Sopir pribadi Riko dalam hati.