New Life

New Life
Episode 19



Setelah pulang dari kantor Riko, Elvy singgah ke toko perhiasan terkenal untuk mengambil perhiasan yang dipesan ibunya. Sambil menunggu pegawai toko perhiasan tersebut mengambil pesanan ibunya, Elvy melihat-lihat perhiasan yang dipajang di toko perhiasan tersebut.


"Elvy...?!!"


Elvy menoleh ke suara kaget seorang cewek yang sudah gemetar ketakutan beserta belanjaan barang-barang bermerk yang juga berserakan disamping wanita tersebut.


"kamu?!! Heeiii kamu kenapa, barang-barangmu berserakan..." Elvy mencoba bantu merapikan barang-barang wanita itu. Tapi wanita tersebut segera menepis tangan Elvy...


"jangan sentuh barang-barangku...kau pikir kau siapa...? jangan sok baik..."


"maksudnya?!!!" Elvy tidak mengerti dengan perkataan wanita tersebut


"kau pasti membuntuti akukan semenjak Aldi mutusin kamu...kau pasti tidak terima karena aku sekarang sudah jadi pacarnya Aldi dan Aldi sendiri sudah bekerja di perusahan terbesar..."


"Aadduhhh Sela...ngapain juga aku ngikutin kamu...aku juga punya kesibukan..." Wanita itu adalah Sela, selingkuhan Aldi. Dulu mereka bertiga cukup dekat saat masih tingkat 1 waktu kuliah. Elvy memang tidak satu jurusan dengan Aldi tapi Sela satu jurusan dengan Aldi dan satu kelas dengan Aldi. Karena Kos sela berdekatan dengan kos Aldi, maka Elvy bisa mengenal Sela saat teman sekos Aldi mengundang Sela dan teman-teman sekosnya untuk merayakan pesta ulang tahun. Sela menyukai Aldi sejak Ospek, dan tidak suka Elvy setelah mengetahui kalau Aldi berpacaran dengan Elvy. Sela sengaja mendekati Elvy untuk lebih akrab, sehingga dia bisa juga mendekati Aldi yang selalu cuek dengannya di dalam kelas. Aldi anaknya pintar dan manis juga cukup terkenal dikampusnya. Banyak yang menyukainya, setelah 4 tahun lebih akhirnya Sela bisa mendapatkan Aldi.


"alasan saja kamu...kalau nggak ngikutin aku emangnya kamu mau beli di sini ?! kamu yang miskin begini bisa beli apa di Toko terkenal ini..." walaupun sudah mengenal Elvy sejak 4 tahun lebih, Sela sama sekali belum tau latar belakang Elvy.


"terserah kamu saja....aku lagi malas berdebat...ini yang diselingkuhin siapa.. yang marah siapa..."


"kamu pikir aku ngerebut pacar kamu githu... Aldinya sendiri yang suka aku... kamu juga nggak ada waktu untuk dia...


mata Aldi memang nggak salah milih cewek, makanya dia putusin kamu.."


"aku juga bersyukur putus sama dia...****** cocok dengan ******...cocok banget kalian berdua..."


"kau!! Hhee Aldi juga tau kalau dia sama kamu dia nggak bakal jadi orang kaya...keluargamu ajhaa miskin makanya dia pacaran sama aku...sekarang dia udah kerja, posisinya sebagai Manager di perusahaan terbesar..."


"yayaya....kau sudah yang paling sempurna untuk dia....aku juga udah nggak berselera dengan dia.."


"Permisi mbak, ini pesanannya dan sudah dibayar dari awal pemesanan." kata seorang pegawai yang sudah membawa pesanan mamanya Elvy.


"oowww iyaa makasih mbak..." Elvy mengambil pesanan tersebut.


Sela yang melihat bubgkusan tersebut cukup kaget, karena bungkusan perhiasan tersebut adalah edisi limited dan hanya ada 5 di dunia. Sela juga melihat cincin berlian emas di jari manis Elvy yang terlingkar cantik.


Mendengar pertanyaan Sela, Elvy cukup kaget dan bingung harus menjawab apa.


"kau gila ?! aku juga sudah kerja dan punya gaji otomatis aku pasti bakal beli cincin dong.Aku juga punys hak dong mau masang cincinku di jari yang mana...sudah lhaaa debat sama kamu hanya membuang waktumu..." kata Elvy sambil biru-buru keluar dari toko tersebut. Elvy tidak mau pernikahannya di ketahui oleh Sela.


Setelah kepergian Elvy, Sela segera bertemu dengan pegawai yang tadi mengantar pesanan untuk Elvy.


"mbak, itu milik si cewek tadi yaa..."


"nggak tau juga mbak, soalnya mbak yang tadi cuma ngambil pesanan dari pemilik perhiasan tersebut.."


"oohh iyaaa makasih mbak.." Sela sengaja berpura-pura kembali melihat-lihat berlian yang ada disekitar situ.


"ternyata dia bukan pemiliknya....aku pikir dia udah kaya...tetap saja dia gadis miskin...tapi gara-gara dia, Aldi masih saja mengingatnya dan menyebut namanya saat mabuk...bahkan aku pacarnyapun dikira Elvy....apasih yang bagus dari Elvy...aku nggak bakal biarin dia bertemu dengan Aldi."


***


Setelah liburan satu bulan, Elvy sudah masuk dinas lagi di tempat kerjanya. Selain dinas, Elvy juga memiliki pekerjaan baru dalam aktivitas kerjanya, Elvy selalu menyempatkan dirinya untuk menyiapkan makan untuk Riko sesuai janjinya. 2 minggu lewat Elvy akhirnya terbiasa dengan kegiatan tersebut.


Riko juga senang dengan masakan Elvy, kadang Riko memaksa Elvy untuk berhenti kerja dan tinggal di rumah untuk memasak makanan buat Riko. Elvy hanya tidak habis pikir dengan otak Riko.


"Beneran lhooo....aku yang gaji kamu ajhaa..." Ngeyel Riko yang sibuk mengganggu Elvy.


"iyaaaa.... kau gaji cuma sampe 1 tahun ajhaa....setelah itu aku cari kerja lagi...kamu pikir gampang cari kerja di Rumah Sakit lain..."


"yyaaa udah aku beli satu Rumah Sakit, kamu yang jadi CEOnya...gimana..."


"otakmu...nggak...aku nggak mau...aku mau tidur ajhaa...besok aku dinas pagi..."


Mendengar Elvy sudah mau beranjak tidur, Riko segera menyusul Elvy dengan cepat.


Elvy dan Riko sudah tidak lagi pakai pembatas, percuma saja pakai pembatas Riko tetap saja melanggar pembatas tersebut, Elvy juga sudah terbiasa dipeluk saat tidur, walaupun Riko memeluk Elvy setelah Elvy sudah tidur nyenyak. Elvy juga menyukai aroma maskulinnya Riko yang sudah menjadi candu baginya.


Elvy segera tidur dan membelakangi Riko. Riko tidak segera merapatkan tubuhnya, tapi menunggu Elvy tertidur nyenyak. Elvy masih belum tidur, tetapi dibuat seolah-olah tidur, Riko yang berpikir Elvy sudah tidur cukup lama akhirnya mendekatkan tubuhnys ke arah Elvy dan memeluk Elvy. Elvy yang merasa dirinya sudah peluk oleh Riko, segera membalikan badan ke arah Riko dan memeluk tubuhnya Riko menikmari aroma maskulinnya Riko. Merekapun tertidur dengan pulas.