New Life

New Life
Episode 7 Perjodohan dan Pertunangan



Riko beserta keluarganya sudah tiba deluan ke tempat makan di Hotel XZX yang sudah dipesan oleh keluarga Riko. Riko begitu frustasi dengan kenyataan yang harus dihadapinya. Riko terpaksa datang karena kontrak kerja sama yang penting dengan Perusahaan DY ada di tangan ayahnya dan harus ada tanda tangan ayahnya. Jika tidak ada kerja sama tersebut, Riko pasti tidak akan datang saat itu.


"Karena kita deluan, kita langsung pesan ajha yaaa...sambil menunggu keluarga wanita.." ucap Ibu Riko lalu memesan makanan pada pelayan diruangan tersebut.


"Maa...emangnya mama udah liat yaa calon istrinya Riko.." tanya Laras


"mama udah liat dia dari kecil, tapi terakhir kali mama liat pas dia lagi kerja...cantik banget pas dia lagi kerja.. cocok banget sama Riko..iyaakan Paa.."


" Iyaa... Papa senang punya menantu seperti itu...bisa bantu Riko kalau sakit" tambah Ayah Riko.


"Aku ketoilet dulu.." ucap Riko lalu beranjak keluar dari ruangan tersebut. Riko merasa frustasi jika membahas tentang perjodohan ini.


"kalau bukan karena kontrak kerja sama ini, siapa juga yang mau nikah..aaawww" Riko terus mengeluh didalam toilet.


Saat keluar dari Toilet, tanpa sengaja Riko bertabrakan dengan seseorang.


"Sorry..Sorry.." ucap mereka berdua bersamaan sambil mengangkat wajah.


"ELO!!!" mereka berdua kembali teriak bersamaan dan saling menunjukkan wajah marah.


Ternyata Riko bertabrakan dengan seorang wanita yang tidak lain adalah Elvy.


"ngapain lo di sini..lo pasti ngikutin guekan..gue tau gue ganteng..kaya..tapi nggak usah ngikutin gue juga kaleee" ejek Riko sambil melipat tangan didadanya


" He..Narsis banget lo...Elo mungkin yang ngikutin gue...mau bayar utang lagi palingan..." Elvy mengejek balik Riko


"ogah..trus ngapain lu di sini, bukannya ngurus pasien-pasien lo di Rumah Sakit, malah main ke hotel."


"jangan sampai dia tau kalau aku lagi ngikut perjodohan. Aduhh malu banget kalau dia tau aku kayak siti nurbaya" ucap Elvy dalam hati


"gue..gue lagi makan bersama kok..."


"sama siapa?"


"sama teman-teman gue lhaa..trus lo ngapain di sini?"


"gue ada urusan meting sama klien perusahaan gue dong..."


dddrrrrttt.. ddrrttt..


tiba-tiba Hp Elvy bergetar karena ditelfon Ibunya. Begitupun dengan Riko, yang juga ditelfon Ibunya.


"yyaa udah...gue mau ke toilet dulu.." Elvy lalu segera masuk toilet cewe dengan tergesa-gesa. Riko hanya memandang kepergian Elvy dengan ekspresi heran.


Riko kembali ke ruangan tersebut dan sudah ada keluarga wanita yang mau dijodohkan dengannya.


"aadduuhh ini yaaa Nak Riko..gantengnya..." puji mamanya Elvy dengan senang


"eehh iya tante.." Riko bersalaman dengan Ayah, Ibu dan kakaknya Elvy.


Riko tidak melihat wajah seorang wanita seumuran dengannya di ruangan itu.


"jangan bilang anaknya mereka nggak mau datang. hehe bagus lha kalau begitu" Riko tertawa senang dalam hatinya.


"Riko...calonmu masih sedikit ada urusan, jadi keluar bentar...cantik benar..sesuai dengan menantu idaman mama.." Ibu Riko mulai memuji Elvy dengan senyum bahagia. Riko hanya tersenyum terpaksa


"Jadi wanita itu ada...aaiicchh sial banget. Mama juga tumben bahagia banget."


Elvypun duduk dengan manis dikursinya dan saat mengangkat wajahnya, Elvy terkejut melihat wajah yang sangat familiar baginya. Riko dan Elvy duduk berhadapan saat acara makan tersebut.


"Manis sekali sepasang calon pengantin ini..belum juga dikenalkan eewww udah saling tatap-tatapan.." ucap Laras yang mengundang seisi ruangan tersebut melihat ke arah Riko dan Elvy. Riko dan Elvy yang sadar dengan situasi tersebut langsung meminum air di gelas mereka secara bersamaan.


"Aaadduuhhh hampir lupa..nak Elvy ini Riko anak tante yang mau dijodohkan sama kamu. Riko ini Elvy calon istri masa depanmu..." Ibu Riko mulai memperkenalkan mereka


Riko dan Elvy hanya tersenyum secara paksa ke arah Ibunya Riko. Lalu kedua keluarga tersebut saling mengobrol lanjut dan tidak memperdulikan lagi dengan Riko dan Elvy. Riko terus menatap ke arah Elvy, begitupun dengan Elvy yang terus menatap tajam ke arah Riko.


"*ini yang lo bilang makan bersama teman-teman lo"


"lo sendiri juga sama..meting dengan klien?!! Cihhh!!"


"inikan juga klien gue...mana teman-teman lo"


"ini juga teman-teman gue.."


"ooww sekarang lo berteman sama yang lebih tua githu.."


"lo..awas yaa lo*"


mereka saling berbicara dalam hati seolah tau isi pikiran dari lawan bicaranya.


"Riko..Om sama Papa mu sudah berdiskusi, untuk pertunangan kalian besok dirumahnya Om.." jelas Ayah Elvy


"APA!!! secepat ituu..." Riko kaget dengan pernyataan tersebut. Riko melirik ke arah Elvy yang tetap santai menyantap makanannya.


"untuk pernikahannya minggu depan..di hotel Bintang Lima.. semuanya sudah diurus oleh mama kalian..dan dihadiri para petinggi besar setiap perusahaan.." lanjut Ayah Riko menjelaskan


"tapi karena pernikahannya mendadak, kita tidak bisa membuat pesta besar...cukup sederhana ajhaa...padahal aku mau semua orang tau..." ucap Ibu Riko


"nggak apa-apa jeng... kita masih punya waktu banyak..." Ibu Elvy dan Ibu Riko mulai tersenyum misterius.


"Berarti setuju semua yaaa... ayooo kita semua bersulang.." ucap Ayah Riko mengangkat gelas Winenya dan diikuti oleh seisi ruangan.


Riko masih tidak percaya dengan situasi saat itu. Sampai setelah semuanya bubar dan kembali ke rumah masing-masing, Riko masih terbengong di sofa ruang tamu. Ayah dan Ibunya hanya tersenyum melihat kondisi anak bungsunya.


**


Rumah besar keluarga Wijaya cukup ramai dengan para undangan yang mengikuti pertunangan tersebut.Riko memasang cincin pertunangan ke jari manis Elvy, Riko sempat tersipu dengan kecantikan Elvy lalu dengan cepat mengalihkan pandangan matanya. Elvy yang melihat sikap Riko tersebut mulai mengusili Riko.


"kenapa? gue cantik yaaa...kalau suka bilang ajhaa" goda Elvy


Riko mulai emosi dengan wajah sombong Elvy yang terus tersenyum mengejek ke arahnya.


"siapa juga yang suka lo...lo kali yang suka gue.." bisik Riko pela


Elvy hanya memutar bola mata dengan perkataan Riko.


"emang iyasih...dia ternyata cantik juga..tanpa make up tetap cantik..pakai make up tambah cantik.." ucap Riko dalam hati sambil melihat Elvy yang sibuk bercerita dengan kak Laras


"oowww Riko..sadar. Dia bukan tipe lo, sifatnya yang brutal itu...iihhhh nggak cocok sama lo Riko" ucap Riko dalam hati sambil menggelengkan kepala.


Pesta pertunangan sudah selesai, Elvy dan Riko terus saling menjauh dan berusaha untuk tidak ketemu. Walaupun sempat berpapasan, mereka tetap tidak saling tegur. Setelah makan malam bersama, keluarga Riko kembali ke Rumah mereka.