New Life

New Life
Episode 11 Hidup Bersama



Sekitar jam 11 malam, Riko bangun mandi karena setelah pulang acara nikah tadi sama sekali belum mandi. Riko sengaja tidak menyalakan lampu kamar karena Elvy masih tidur. Setelah mandi Riko membangunkan Elvy untuk gantian mandi..Elvy yang masih ngantuk dan berpikir masih di kosnya, berjalan gontai dan melepas baju lingernya didepan Riko lalu masuk kedalam kamar mandi. Riko terpaku ditempat dengan kejadian barusan. Pertama kalinya melihat tubuh Elvy yang sangat sempurna. Riko segera naik ke tempat tidur untuk tidur, tapi tetap saja tidak bisa tidur karena masih membayangkan tubuh Elvy.


"kenapa thu cewe buka didepan gue...s**l badannya bagus banget..kulitnya putih bersih, pinggangnya yang kecil, pa*****anya jugaa bulat bagus..." gerutu Riko dalam hati.


"aaawwwww gimana nih gue...kalau gini teruskan bahaya...gue juga pria sejati.." teriak Riko dalam selimut dan masih belum bisa tidur.


Pintu kamar mandi terbuka, Elvy keluar dengan handuk melilit ditubuhnya, bukannya mengganti pakaian, Elvy langsung naik ke ranjang dan menyelimuti lagi dirinya.


"Mbak Indah...nanti jam 06.00 pagi bangunin yaaa...aku kayaknya kecepatan mandi..." ucap Elvy dan lanjut tidur. Karena kamar gelap Elvy mengira Riko adalah mbak Indah yang ikut tidur dikamar kosnya.


Riko yang mendengar perkataan Elvy hanya menggelengkan kepala..


"lo pikir ini kos lu...masih nggak sadar kalau kita udah tinggal bersama.." kata Riko dalam hati sambil menutup tubuh Elvy dengan selimut.


Riko masih menatap Elvy yang membalikan badan ke arahnya. Entah apa yang pikirkan Riko saat itu, Riko menyingkirkan bantal penghalang antara mereka dan menggantikan handuk yang dipakai Elvy dengan Lingeria yang tadi dilepasnya. Setelah menggantikan pakaian Elvy, Riko menatap tubuh Elvy yang memakai lingeria tersebut sambil menelan air liur.. setelah itu Riko mencium kening kening dan mengecup bibir Elvy kemudian menarik Elvy ke dalam pelukannya, dan menarik selimut menutupi mereka berdua, Rikopun tertidur pulas sambil memeluk Elvy...


**


"Tuan Riko...Nyonya Elvy...makan pagi sudah siap.." panggil pak Amir yang merupakan asisten Rumah TanggaTertinggi kedua dari keluarga Ibu Riko.


Riko yang mendengar suara pak Amir segera sadar dari tidurnya. Saat mau bangun badannya terasa berat seperti di tindih. Saat membuka selimut ternyata Elvy yang masih memeluk erat Riko seperti bantal. Riko hanya tersenyum dengan cara tidur Elvy. Riko mengingat kejadian semalam yang dimana Elvy membuka lingeria didepannya, lalu dia menggantikan bajunya Elvy serta mencium Elvy.


"gila gue...kenapa semalam gue ngelakuin hal itu semua..." kata Riko dalam hati sambil memukul keningnya. Terdengar lagi suara Pak Amir yang memanggil mereka untuk makan. Riko yang mengetahui Elvy sudah mulai bangun, segera menutup matanya dan berpura-pura tidur.


Elvy yang mulai sadar dari tidurnya membuka mata dan melihat wajah ganteng Riko.


"oowww siapa nih anak ganteng... kayaknys gue masih mimpi deh.." ucap Elvy sambil mencubit pipinya.


"aaauuwww sakit..nggak mimpi..nih cowo siapa..ohh s**l ini Riko...gue udah nikah kemarin..." bisik Elvy pelan.


" bukannya kemarin ada pembatas...kok gue peluknya dia sih...jangan bilang gue lagi yang deluan meluk dia...aadduuhhh kebiasaan gue meluk tubuh orang nih bahaya...gue harus pergi sebelum si k*****t ini bangun" ucap Elvy pelan dan turun dari tempat tidur hati-hati lalu segera ke kamar mandi.


Riko menahan tawanya setelah mendengar perkataan Elvy.


Setelah mandi dan mengganti pakaian rumah, Elvy melihat Riko yang masih tidur ditempat tidur. Elvy membranikan dirinya untuk membangunkan Riko...


"Riko...wwooeee Riko bangun..." panggil Elvy pelan. Karena Riko belum juga bangun Elvypun mengeraskan suaranya.


"RIKO...WWOOOEE MANUSIA KEBO..BANGUN WOOEEE...BANGUN KEBO...RIKO..RIRI...R..I..K..O..BANG-"


"IIYYAAAA GUE BANGUN.." Riko balas teriak karena tidak kuat mendengar teriakan Elvy.


Elvy tersenyum puas dengan cara membangunkan Riko...


"mandi terus makan..." ucap Elvy lalu turun deluan ke ruang makan.


Riko sangat kesal dengan sikap Elvy. Cukup 7 menit Riko mandi lalu berpakaian rumah dan menuju ke meja makan. Sesampainya disana Riko melihat Elvy sedang menonton..


"nggak lapar lo..?" tanya Riko


" udah makan tadi pas lo mandi.."


"cepet amat" Riko heran tidak biasanya seorang cewe sudah selesai makan hanya dalam 7 menitan.


"kan lapar..makanya cepat.."


"palingan makan dikit doang..kalian cewekkan suka makan dikit ajhaa.."


"terserah lo mau mikir apa...tanya ajha pak Amir...gue mau nonton, jangan ganggu..." balas Elvy kesal karena diganggu terus saat lagi nonton


Riko melirik Pak Amir yang dari tadi tersenyum dengan tingkah kedua pasangan tersebut.


"Beneran Tuan.. satu piring penuh..sepertinya Nyonya beneran lapar.." ucap pak Amir sopan


"oowww rakus juga lo jadi cewe.."


"Aaahhwww Elo bisa nggak sih jangan ganggu gue nonton...mereka lagi dikit mau nyium ini...S****n bener lo.." teriak Elvy sambil melempar bantal sofa kecil ke arah Riko.


Riko malah tertawa mengejek ke Elvy. Setelah makan, Riko bergabung menonton dengan Elvy.


"geser lo..gue juga mau nonton..." Elvypun menggeser tapi tetap menatap ke arah televisi.


"lo nonton online yaa.." Riko kaget karena Elvy membuka VIU saat nonton drama korea


"ooww..pakai WiFi dirumah ini..."


"enak bener lo pake WiFi gratis...gue yang bayar.."


"nanti gue bantu bayar WiFinya.."


"Emangnya gaji perawat lo bisa bayar WiFi ini ?? "


"banyak bacot lo...mending lo ke kantor kek atau kemana kek...dari pada ganggu gue... kalau mau nonton yaaa nonton dan diem.."


"Sorry ....Sorry..next nonton.." Rikopun membalikan badan Elvy kearah Televisi.


Merekapun lanjut nonton drama, tiba-tiba ada adegan ciuman panas. Riko yang melihat itu tidak tenang karena kali ini nontonnya sama perempuan yang juga baru dekat dengannya. Saat melirik ke arah Elvy, Riko tidak percaya dengan ekspresi senyum Elvy yang tidak malu seperti dia..


"aaawww ssoosswweeett..." komentar Elvy tiba-tiba


"lo..lo nggak malu apa nonton yang kaya ginian saat ada gue di sini..."


"ngapain malu..kancuma drama..apalagi kita nih udah dewasa..hal kayak ginikan udah biasa..."


"biasa ?!"


"iyaaa.. trus mau kayak gimana lagi...lo kayak nggak pernah ciuman ajhaa.."


"yyaa pernah ciuman...tapi sama orang baru nonton kayak ginian..nggak risi lo.."


"nggak lhaa...kalau lo malu trus risi.. yaaa lo harus membiasakan diri dengan kehadiran gue sekarang..."


"yayaya..."


"lo nggak ngantor..?"


"nggak..gue 1 bulan libur..kerja dari rumah ajhaa..mulai senin depan kita pergi bulan madu.."


"hhaa bulan madu..?!"


"iyaa..lo udah ijinkan ke Rumah Sakit lo.."


"udahh..tapi barang-barang gue di kos-"


"Nyonya..barang-barangnya sudah dibawah nyonya besar Wijaya dan sudah diatur dilemari pakaian pribadinya Nyonya.. begitupun dengan Tuan.. rumah pribadi Tuan sudah dijual.." jelas pak Amir


"gue juga..?!" Riko tidak percaya kalau orangtuanya benar-benar membuangnya di rumah ini.


"makasih pak Amir...aaaiihhh pasti teman-teman gue kemarin nelpon.." Elvy segera menyalakan HPnya dan begitu banyak pesan dan panggilan masuk dari teman-temannya.


Pak Amir hanya tersenyum dengan kedua pasangan tersebut. Pak Amir senang karena Tuan Riko sudah kembali banyak bicara dan tertawa seperti waktu SMA.


"tidak sia-sia Nyonya dan Tuan Besar menikahkan mereka..semoga mereka tetap Setia selalu" ucap Pak Amir dalam hati. Pak Amirpun meninggalkan Kedua sejoli itu dan mengerjakan pekerjaan lain.


Elvy yang melihat kepergian Pak Amir segera mendekatkan diri kearah Riko


"woee..gue mau bahas sesuatu.." bisik Elvy ke telinga Riko, sehingga Riko terperanjat kaget.


"ngomong langsung ajhaa nggak usah bisik-bisik.." telinga Riko mulai memerah


"kenapa..telinga lo sensitif yaaa.." goda Elvy melihat telinga Riko yang memerah


"udah..udah..mau ngomong apa.."


"oh iyaa lupa..lo harus dekat gue..ini tentang kontrak nikah kita.."


Rikopun mendekatkan dirinya ke arah Elvy.


"Peraturan beda kamar jadinya gimana nih... kita udah nggak bisa beda kamar dan beda tempat tidur..kalaupun ada sofa dikamar..gue juga nggak mau tidur di sofa gue maunya ditempat tidur.." protes Elvy


"gue juga nggak mau tidur di sofa..."


"jadinya gimana.."


"yaa udah...dihapus ajha peraturan tersebut..."


"jangan dihapus tapi di ubah..."


"memangnya mau ubah gimana"


"satu kamar dan satu tempat tidur tapi pake pembatas..."


"oke fix.."


"berarti fix yaa.."


Elvypun segera mengubah peraturan tersebut yang disimpan dalam HPnya.


Mereka lanjut nonton dan tetap saling bertengkar tentang drama korea yang mereka nonton.