New Life

New Life
Episode 15 Hampir Ketahuan



Riko sudah masuk dan bergabung dengan rekan-rekan bisnisnya di pesta tersebut. Riko kesal dengan Elvy karena sudah dari tadi siang ditelpon nomornya diluar jangkauan. Riko sebenarnya ingin mengajak Elvy sebagai pasangan pestanya, tapi karena nomor Elvy tidak aktif Riko terpaksa menyetujui permintaan artis muda yang terkenal yang juga kepengen menjadi pasangan pestanya. Riko sebenarnya males datang ke pesta ini dan sibuk melihat Hpnya, siapa tau Elvy menelponnya balik. Ketika lagi berbincang dengan rekan bisnisnya, sepupu Aldi dan seorang cewe yang familiar bagi Riko datang menyapa mereka. Rasa kesal Rikopun berubah menjadi senang karena wanita yang dinantikan dari tadi siang ternyata ada di pesta itu. Walaupun Elvy mendapati Riko berpasangan dengan cewek lain dan terus mengingatkan tentang perjanjian mereka, Riko tidak peduli yang penting Elvy tetap aman disampingnya. Tapi semuan rasa senangnya berubah menjadi marah karena Elvy ternyata datang kepesta itu dengan pria lain...


"Elvy...ingatkan dengan perjanjian kita..." ucap Riko dengan ekspresi yang sulit diartikan.


"bukannya ini cowok yang tadi siang makan sama lo kan...gue liat di mall MYM..." kara Rexi sambil menatap Rian dengan teliti.


"iyaaa tadi aku sama Elvy makan ditempat itu...suasana restoran di mall tersebut bagus sekali...pemilik mallnya benar-benar kreatif..." puji Rian


"jangan muji...nanti dianya terbang..." Rara langsung risi melihat wajah songong Rexi


"jadi dari tadi siang lo sibuk jalan-jalan...senang banget hidup lo.." Riko tersenyum dingin sambil menatap Elvy dengan tajam


"ooww..ee..kenalin nih pasangan pesta gue..namanya Dr.Rian..dia juga rekan kerja gue di Rumah sakit.. dan ini teman-temannya aku kita juga baru kenalan kemarin..." nada suara Elvy yang tadi keras ke arah Riko dkk menjadi cukup lembut ketika berbicara dengan Dr. Rian.


Riko semakin kesal dengan tingkah laku Elvy. Elvy memang sengaja berbicara lembut ke Dr. Rian bagaimanapun Dr.Rian adalah atasannya.


"ooww haaii aku Rian..." mereka saling berjabat tangan, begitupun dengan Riko walaupun tidak suka, Riko tetap bersikap profesional dengan ekspresi dingin.


"Vy... ikut aku yuukk...aku kenalin sama teman-teman kuliahku..mereka penasaran sama pasangan pestaku..." ajak Dr. Rian dengan senyum lembutnya sambil menunjuk ke arah sekumpulan cowok ganteng dan beberapa cewek.


Melihat cowok-cowok tersebut, Elvy dengan senang hati mengiyakan ajakan Dr. Rian. Bagaimanapun dia juga harus menemukan pasangan hidupnya ketika kontraknya dengan Riko selesai.


Riko sangat marah melihat kepergian Elvy yang tersenyum manis dengan teman-teman cowok Rian. Riko langsung mengambil segelas wine yang dibawah pelayan dan meminum dengan sekali teguk lalu duduk bergabung dengan pemilik pesta. Riko melihat Elvy berjalan menuju ke arah toilet, diapun mengikuti Elvy dan menunggu diluar toilet wanita. Para cewek yang keluar dari toilet tersebut terkagum-kagum dengan Riko, mereka juga tau kalau Riko adalah pengusaha terkaya di Negara Indo. Giliran Elvy yang keluar dari toilet tersebut dan kaget dengan keberadaan Riko didepan toilet cewek.


"ngapain lo di sini..."


Bukannya menjawab pertanyaan Elvy, Riko malah menarik Elvy ke taman belakang yang cukup sepi.


"kenapa sih lo...ngapain kita ke sini...oouucchh" elvy memegang pergelangannya yang memerah karena tarikan Riko yang begitu keras.


"oowww sorry..sorry...gue nggak bermaksud nyakitin lo..." Riko langsung menunjukan ekspresi khawatir sambil memegang pergelangan Elvy dan meniup dengan pelan. Elvy yang melihat sikap aneh Riko langsung menarik tangannya dengan kasar...


"kenapa sih lo...nggak ngerti gue sama sikap lo ini..." Elvy heran dengan sikap Riko


Riko masih terdiam dan bingung bagaiamana menjelaskan ke Elvy. Apakah dia harus jujur ke Elvy kalau dia marah dan cemburu Elvy sama pria lain.


"tunggu!!! gue cemburu?!!! sama perempuan ini ?!!!! gue pasti udah gila.." Riko langsung menggelengkan kepalanya


"dduuhhhh gue butuh penjelasan bukan gelengan kepala lo....ngomong Riko...ngomong...buka mulut lo dan bicara sama gue.." Elvy mulai gergetan dengan Riko.


"nggak jadi..." Riko lalu pergi meninggalkan Elvy yang masih bengong dengan sikap Riko.


"AAAHHRRRKK.. terus ngapain lo bawa gue ke sini kalau nggak ngomong..." teriak Elvy kearah Riko


"nggak usah triak-triak....sini cepat acaranya udah mau mulai..." Riko terus berjalan masuk ke ruangan pesta.


Saat masuk Riko bertabrakan dengan seorang pria yang juga berparas ganteng..


"adik ipar... ngapain di sini...." tanya pria tersebut


Riko masih terdiam dan masih syok. Rikopun tersadar ketika Elvy menabraknya dari belakang...


BBBUUUUKKK..


"ooouucchhh kenapa lo pake berhenti sgala sih..." Elvy masih memegang dahinya yang nyeri.


"litle sister..." Elvy yang akrab dengan suara pria tersebut langsung kaget dan menatap pria didepan mereka.


"aaddduuhhh My Brother... wwaaoowww... dapat undangan juga yaa ..." Elvy langsung memecahkan keheningan diantara mereka dan memeluk brothernya.


"iyaa aku salah satu pemegang saham mereka...trus kalian ngapain..bukannya kalian bulan madu ?? " Yohan mulai curiga dengan tingkah laku Elvy dan Riko


"yyyaaa kami bulan madu...tapi kami balik lagi ke sini karena diundang..besok sore baru brangkat lagi ke Paris...iyakan sayang..??" ucap Elvy lalu beralih memeluk Riko dengan manja seolah mengisyaratkan Riko untuk mengikuti drama Elvy.


Riko kaget dengan pelukan mendadak dari Elvy, tapi melihat ekspresi isyarat Elvy, Rikopun mengerti


"benar sekali kakak ipar.... kami diundang mendadak...kami baru tiba sore tadi....iyakan sayang.." Riko lalu mencium pipi cubbynya Elvy.


Elvy yang mendapat ciuman tersebut langsung mencubit pinggang Riko. Elvy jadi menyesal sudah memeluk Riko tadi.


" udah...udah...nggak usah terlalu romantis didepan gue...mata sakit liat kalian berdua...entar singgah ke Rumahkan ???"


"hhhmmmm nanti setelah bulan madu ajhaa deh brother...kita masih menikmati bulan madu kita..." Elvy segera memberi alasan


"betul kakak ipar...kakak ipar kayak nggak tau ajhaa gejolak cinta pengantin baru..." Riko tambah intens memeluk Elvy dan terus mencium gemas pipi Elvy.


Elvy hanya bisa menahan kemarahan dengan senyum palsu akan tindakan Riko tersebut.


Dddrrrttt..


bunyi Hp Yohan...


"kalian lanjut partynya...gue ngangkat telpon dulu..." Yohan meninggalkan dua orang yang masih berpelukan manja. Setelah kepegian Yohan, mereka berdua langsung melepaskan pelukan tersebut dan saling menatap tajam satu sama lain.


"lo sengajakan nyium-nyium gue..." ucap Elvy kesal


"gue juga nggak sudi nyium lo...gue cuma ngikutin kontrak kita...bukannya elo juga tadi meluk-meluk gue dengan gaya manja lo..." Riko langsung menyandarkan Elvy ke tembok dan menguncinya dengan tangan kekarnya.


"yyyaaa gue..guekan cuma meluk.. nggak sampe nyium lo..." nyali Elvy mulai menciut saat wajah Riko yang begitu dekat.


Riko menelan air liurnya saat menatap bibir ranumnya Elvy dan aroma wangi Elvy yang begitu candu bagi Riko. Riko menyadari hasrat kejantanannya mulai bereaksi, diapun menjauh badannya dari Elvy lalu menarik Elvy ke area makanan lezat. Melihat mats Elvy yang begitu berbinar karena makanan, Riko tersenyum lucu.


"dasar muka makan..." ejek Riko


"biarin..gue mau makan dulu..." Elvy sibuk memasukan makanan dimulutnya


"karena kakak lo di sini...gue saranin lo jangan pulang sama rekan kerja lo itu, pulang sama mobil gue kembali ke hotel..."


"lo juga sama...urusin dulu pasangan lo itu..." Elvy menunjuk artis muda yang tadi berpasangan dengan Riko. Artis tersebut menatap mereka dengan sangat marah dan iri.


"diaaa mahhh gampang....thu liat pasangan lo yang lagi dikit sampe ke sini..."


Elvy melihat ke arah Dr. Rian yang sudah berada didepannya...


"Dr. Rian..."


"vy...kenapa ke toiletnya lama banget...aku takut kamu ngilang..." ucap Dr. Rian sambil memegang pundak Elvy.


"oowww itu..aku lapar...jadi dari toilet langsung cari makan di sini..." bohong Elvy sambil melirik ke Riko yang tersenyum mengejek ke Elvy.


"kamu masih lapar...aku ambilin lagi untuk kamu yaaa..."


"oowww nggak..nggak usah-nggak usah...aku udah kenyang..." cegah Elvy dengan cepat.


"kalau githu kita pulang yuukk...udah jam malam..kamu juga harus istirahat.." Dr.Rian menggandeng tangan Elvy siap untuk keluar. Elvy segera menarik kembali tangannya ketika melihat kakaknya menatap ke arah mereka bertiga.


"aadduuhhh Rian...aku lupa...maaf banget yaaa..kayaknya aku pulang sama kakak cowokku deh...thu orangnya..." ucap Elvy sambil melambaikan tangannya kearah Yohan yang masih menunjukan ekspresi curiga.


"oowww itu yaaa...ya udah aku minta ijin kakakmu untuk antar kamu..gimana..?"


"jangan dehh...kakakku galak....maaf yaaa..." Elvypun menunjukan ekspresi sedih yang dibuat-buat sedemikian rupa sambil memegang tangannya Dr.Rian.


"hhuuff... ya udah deh...kamu lanjut makan ajhaa.. aku ke teman-temanku..." Rian menyerah dengan ekspresi sedih Elvy. Rian melirik dingin ke arah Riko yang tersenyum sinis dan mengejek seolah mengerti akan kekalahan dirinya. Rianpun meninggalkan mereka berdua dan bergabung dengan teman-temannya.


"yyaaaa pergi deh si pangeran ganteng..." sindir Riko


"iri bilang ajhaa bos..." protes Elvy


"sesuai perjanjian... lo ketahuan jalan sama cowo lain..jadi lo harus ngikutin perintah gue..."


"nggak bisa donk...lo juga tadi sama cewek lain..."


"lo nggak ada bukti..."


"lo juga nggak ada bukti..."


"nih buktinya..." ternyata Riko juga diam-diam menyuruh orang mengambil foto Elvy dan Rian.


"heh...gue juga punya..." Elvy menunjukan foto Riko yang digandeng dengan manja oleh artis muda tadi.


"kita impas..." ucap Elvy lalu lanjut mengambil makanan dimeja yang sudah tersedia berbagai macam cake.