
Suasana yang begitu hangat dan damai di Gereja Katedral Kota S. Mempelai Pria berjalan pelan menuju depan Altar. Setelah itu Mempelai Wanita yang begitu cantik dengan Gaun Putih brokat bertaburkan berlian cantik yang dirancang khusus oleh Perusahaan Gucci dan Channel, menggandeng tangan Ayahnya berjalan pelan menuju depan Altar. Riko begitu terpesona tapi segera menyadarkan dirinya, lalu Ayah Elvy menyerahkan tangan Elvy kepada Riko. Riko menggandeng Elvy dengan pelan. Elvy hampir kepleset, Riko dengan cepat memegang pinggang Elvy lalu memapah dengan pelan ke depan Altar. Mereka yang menghadiri pernikahan tersebut tertawa senang dengan kedua mempelai tersebut
"hihihi ..mempelai wanitanya pasti gugup..."
"mempelai prianya romantis sekali..."
Mereka terus memuji kedua mempelai itu, tapi berbeda dengan kedua mempelai itu...
"gimana sih lo...jalan ajha nggak benar..." bisik Riko mengejek tapi tetap tersenyum palsu.
"elo juga nggak usah meggang pinggang gue seerat gitu juga kali..." bisik Elvy yang juga tersenyum palsu.
Mereka lanjut menneruskan pemberkatan pernikahan itu, setelah memasang cincin, Riko membuka penutup kepala Elvy dan mencium kening Elvy dengan lama dan begitu intens. Elvy segera mencubit pelan pinggang Riko sehingga Riko melepaskan ciuman dikeningnya karena kesakitan. Riko tersenyum mengejek ke arah Elvy yang menatap tajam ke arahnya tapi tetap tersenyum. Setelah acara pemberkataan nikah selesai, mereka langsung menuju ke Hotel Bintang Lima dan melanjutkan pesta pernikahan di sana.
Hotel bintang Lima sudah ramai dengan para undangan pembisnis dan ahli waris dari setiap perusahaan. Elvy dan Riko terlihat cukup lelah, Riko yang dari tadi memperhatikan wajah lelah Elvy segera meminta tolong pelayan untuk membantu Elvy ke ruang istirahat. Setelah semua undangan sudah datang, Riko mengajak Elvy untuk bertemu dengan para undangan, keluarga Elvy juga memperkenalkan Elvy ke para pembisnis yang juga bekerja sama dengan perusahaan mereka.
"Selamat Pak Mahendra dan Pak Wijaya...akhirnya dua keluarga ini bisa disatukan dalam pernikahan juga..." ucap salah seorang Pria yang juga rekan bisnis dua keluarga tersebut
"Trimakasih trimakasih...saya juga senang, akhirnya kami bisa lebih nyata dalam mempererat keluarga kami ini..." Ayah Riko tersenyum senang kepada Ayah Elvy
"jadi kapan pengumuman peresmian nih Pak Wijaya...."
"besok pagi sudah bisa...kalian cukup saksikan saja...." ucap Ayah Elvy dengan bangga
"ok pak Bos...hahahaha" mereka melanjutkan perbincangan bisnis mereka
Begitupun dengan para Ibu kedua mempelai yang sibuk dengan urusan mereka. Elvy dan Riko kembali ke tempat duduk untuk istirahat sejenak.
"Ehhww... banyak juga teman bisnis lo..." ucap Riko yang dari tadi melihat Elvy berbicara dengan para pembisnis dari luar negri.
"iyaaa gue juga baru tau..kalau mereka rekan bisnis gue...padahal dulu cuma teman main tanah doang..."
"Haa..kalian semua udah kenal dari dulu..."
"iiiyaaaa Papa gue biasanya ngajak liburan bareng ke villa om gue...disana ternyata bukan cuma om gue tapi ada orangtua mereka juga, mereka juga diajak ke sana..jadi yaaa kita yang seumuran main sama-sama sampai kita SMA..Setelah kuliah nggak pernah ketemu cuma saling chat ajhaa.."
"pantesan ajhaa dekat banget...jangan teralu dekat juga...kita nggak tau kedepannya siapa yang bakal menghianati perusahaan keluarga kitaa..."
"iyaaa gue tau...gue juga liat lo dari tadi dingin banget ketemu sama rekan bisnis lo...ramah sedikit kek..."
"nggak...gue udah dari dulu kayak gini...aahhwww gue lelah.." Riko lalu menyandarkan dirinya di tempat duduk pengantin yang begitu empuk
"aaiiihhh gue juga capek..." Elvy juga ikut sandar, tapi kepalanya malah sandar di lengan Riko yang terlentang disofa tersebut. Riko kaget tapi tetap tenang saat kepala Elvy sandar di lengannya, jarak mereka juga terlalu dekat sehingga Riko bisa mencium aroma harum tubuh Elvy yang selalu mengganggu Riko akhir-akhir ini.
"mungkin kita terlalu lelah berjabat tangan dengan mereka.." ucap Elvy sambil menghadapkan wajahnya ke arah Riko. wajah mereka begitu dekat, dan mata mereka saling menatap satu sama lain... mereka segera memalingkan wajah dan menjaga jarak...muka mereka begitu merah karena malu...
"ehemm..itu..itu salah lo...siapa suruh lo juga ikut sandar..." Riko membela diri
"Elo...iiccc..omong ajhaa lo juga kepingin kaya githu... makanya lo biarin gue sandar...iyakan.." balas Elvy tidak mau kalah
"iihhh ogah..siapa juga yang mau...gue malah enek sama bau keringat lo..."
"lo pikir gue sudi sandar dekat lo..."
mereka terus bertengkar, para undangan yang melihat mereka hanya menghela napas berat dengan tingkah kedua bocah tersebut.
"Pak Wijaya..Pak Mahendra...semoga saja kalian tetap sabar menghadapi kedua anak kalian..."
"iyaaa pak...begini sudah nasib kalau pernikahannya dijodohkan..kalau bukan saling diem yaaa berantem..." Ucap rekan-rekan bisnis yang juga merasakan pernikahan politik.
Keluarga Mahendra dan Wijaya hanya tersenyum melihat tingkah anak-anak mereka...
Setelah acara pesta Nikah selesai,Keluarga Mahendra dan Wijaya mengantar Riko dan Elvy ke Rumah baru mereka yang sudah ada beberapa pelayan disana. Sesampainya di dalam rumah, mereka segera berlari kearah kamar pengantin...
"Sudah lhaaa...terima saja kenyataan yang ada. Tok kalian sudah menikah, ngapain mesti tidur terpisah..." ucap Ayah Elvy yang lagi minum bersama dengan keluarga Mahendra.
Elvy dan Riko kaget, ternyata Kedua orangtua mereka juga mengantar mereka. Mereka lalu turun ke bawah bergabung dengan keluarga mereka.
"Ingat..tidak ada tidur pisah ranjang, jangan bertengkar, rukun dan damai..." nasehat Ayah Riko
"cepat hamil cucuku...kami sudah semakin tua...." tambah Ibu Riko
"kalian sudah capek...istirahat deluan saja.." Ibu Elvy lalu mengantar mereka kembali ke kamar.
"ooww iyaa... baju pengantinnya agak ribet...jadi nak Riko, tolong bantu Elvy yaaa..." ucap Ibu Elvy lalu menutup pintu kamar mereka
Riko dan Elvy tercengang dengan perkataan Ibunya Elvy.Mereka saling menatap lalu sama-sama membuang muka.
"lo ganti deluan di kamar mandi...setelah itu gue.." ucap Elvy membelakangi Riko.
"lo deluan ajhaa ke kamar mandi..."
"baju gue nih ribet butuh waktu lama...lo deluan ajhaa ke kamar mandi..." Elvy membalikkan wajah ke arah Riko yang saat itu sudah membuka semua baju dan tinggal celana saja. Elvy terperangah dengan tubuh Riko yang begitu atletis.
"waaooww ada 8 kotak" tanpa sadar Elvy bergumam sambil menghitung perut sixpacknya Riko.
Riko tersenyum dengan ekspresi tak terduga Elvy.
"ngiler thu...mau sampai kapan lo liat, gue mau ganti celana nih.." ejek Riko
Elvy langsung sadar dan segera berlari ke dalam kamar ganti.
"Elvy...buat malu lo...kenapa bisa bengong kayak githu..dia juga salah, siapa suruh badannya bagus" ucap Elvy dengan wajahnya yang sudah merah padam. Elvy lanjut mengganti bajunya, tapi bajunya sulit dibuka, Elvy ingat dengan perkataan Mamanya tadi.
"Rik...Riko..." panggil Elvy
"yaa..kenapa?"
"mau minta tolong.."
"minta tolong?? untuk ??"
Elvy langsung membuka pintu kamar mandi dan menunjukan baju belakangnya. Riko yang juga sadar dengan perkataan Ibunya Elvy tadi, segera membantu membuka risleting gaunnya Elvy. Setelah dibuka risleting, gaun Elvy langsung melorot ke bawah, syukurnya Elvy memakai celana sor pendek dan sorket. Punggung putih halus Elvy terlihat jelas disertai aroma harum Elvy membuat Riko terperangah akan keindahan dimatanya.
"syukur gue pake pakaian alas.. kalau nggak..berabe gue.." ucap Elvy menyadarkan Riko.
"Masuk sono.." Riko mendorong Elvy ke kamar mandi dan menutup pintunya, bagaiamanapun dia juga seorang Pria.
"aaiicchhh nggak usah dorong juga kale...gue hampir kepleset A****g...lo pikir gue nggak tau lo ngiler haaaa dasar Mesum lo...thukan bajunya basah...Riko s**l.." maki Elvy dari kamar mandi begitu heboh. Riko hanya tertawa kecil dengan tingkah Elvy
Elvy keluar dari kamar mandi dengan memakai linger hitam transparan, sehingga lekuk tubuhnya yang indah terlihat jelas. Riko yang sedang bersandar diranjang menatap Elvy tanpa mengedipkan matanya. Elvy yang menyadari arti tatapan Riko segera membuang bantal kecil yang dimeja ke arah Riko, lalu berlari ke tempat tidur dan menutupi tubuhnya dengan selimut.
"dasar mesum" gerutu Elvy
"baju elo thu yang memancing..."
"yang disediakan mereka cuma baju ini..."
"yaa salah lo..nggak bawa baju lain.."
"kok salah gue...iicchh malas debat sama lo..jangan memang melewati batas ini.." ucap Elvy sambil membatasi tempat tidur mereka dengan bantal guling.
"gue juga nggak sudi megang lo.."
mereka berdua lalu tidur dengan membalik badan ke arah berlawanan..setelah itu merekapun tertidur pulas karena kecapean...