
"Elo semalam pulang sama siapa ? " tanya Riko ke Elvy yang lagi bermain game sama dia di kamarnya.
"bukannya sama lo..."
"bukan gue...gue ajha Rexi yang ngantar..."
"masa sih...trus gue sama siapa dong.." Elvy mulai menghentikan game yang mereka main dengan ekspresi khawatir
"yaa mana gue tau...elo nih kenapa mesti matiin gamenya..." Riko kembali membuka gamenya lagi
"seingat guee...gue minum trus...gue mulai mabuk...nggak ingat apa-apa..lalu gue ingat ada yang masukin gue ke mobil...trus gue sadar udah di kamar dan udah diganti pakaian gue...gue pikir elo yang ngantar trus minta playan hotel yang ganti pakaian gue... kalau bukan lo trus siapa dong...apa gue udah dilecehkan.."
"lo tadi malam minum sama siapa ajhaa ? "
"yaaa sama kalian bertiga...sama teman-teman baru guee...yang terakhir minum sama gue sambil ngobrol yaa Rara..."
"coba telpon Rara dulu..siapa tau diaa yang ngantar..."
Elvy segera menelpon Rara dengan wajah yang sangat cemas.
"halloo Vy..." terdengar suar Rara dari sebrang
"Rara...semalam elo ngantar gue ke kos yaaa..." tanya Elvy hati-hati
"gila lo berdua...ternyata udah nikah...syukur kebongkar pas para undangannya pada sibuk pesta... kakak cowo lo udah datang belom ??"
"maksud lo ??!" Elvy heran dengan pernyataan Rara yang begitu heboh
"lo nggak ingat sama kejadian semalam..."
"nggak...emangnya napa sih...buat penasaran ajhaa lo.."
Rarapun menceritakan kejadian di pesta semalam....
#Flass back#
"Ehhww elo, nih minum..." Elvy yang sudah mabuk mengambil 1 botol minuman Jack Daniel dan dituangkan digelas Riko yang sudah kosong. Riko juga mulai minum lagi dan terus menatap Elvy. Elvy sudah tidak menghiraukan ceritanya Rara, dia dan Riko sibuk minum dalam diam.
"Ehhww kamu kok mirip sama istri aku..." kata Riko sambil mencubit pipi Elvy dengan lembut
"kamu juga...mirip sama suami aku...tapi kamu lebih sweet..dari pada suami aku.." Elvy memukul manja dada bidang Riko
"kamu juga lebih cantik dan manja dari pada istri aku yang kasar itu..." Rikopun mendekatkan kursinya ke arah Elvy sehingga jarak mereka cukup dekat.
"aku cium kamu boleh nggakk..." bisik Riko pelan dan lembut ke arah telinga Elvy sehingga Elvy hanya mengangguk pasrah.
Melihat Elvy yang mengangguk, Riko langsung menarik leher Elvy dengan lembut lalu mencium bibir Elvy dengan intens. Ciuman mereka semakin panas dan dalam, lidah Riko mengeksplore seluruh mulut Elvy dan me****t bibir Elvy yang semakin membuatnya candu.
Tanpa mereka sadari, seluruh undangan yang ada di pesta tersebut mulai heboh dengan situasi tersebut. Yohan yang melihat Elvy dan Riko dari jauh, tersenyum senang karena mengira adiknya sudah bahagia dengan pasangan pilihan keluarganya.
Elvy dan Riko akhirnya berhenti ciuman setelah nafas mereka sudah mulai sesak dan mereka kembali lanjut minum. Para undangan kembali melanjutkan pesta mereka. Aldi dan Rexi yang berdiri dekat mereka hanya menggelengkan kepala dengan pembicaraan sejoli tersebut.
"aku beritahu kamu rahasia aku yaaa...aku thu punya suami mirip banget sama kamu..tapi sifatnya jelek minta ampun..."
"istriku juga sama...mulutnya itu nggak pernah sopan..."
"aku sama dia thu nikah kontrak...dan kami merahasiakan dari keluarga kami...setelah 1 tahun, cerai deh kami...hahahahahaa..."
"hahahahaha aku juga sama...aku juga nikah kontrak sama dia...kita memang jodoh sayaaanngg...sama-sama nikah kontrak...aku beritahu kamu yaaa, nama istriku Elvy Putri Wijaya..."
"namanya mirip aku hahahaha....aku juga beritahu kamu yaaa nama suami aku Riko Mahendra pembisnis terkenal ituu....hahahahahaha" Riko dan Elvy yang masih dalam keadaan mabuk tertawa tanpa henti. Rara yang mendengar pembicaraan dua sejoli itu masih mematung tidak percaya. Begitupun dengan Yohan yang juga baru datang dan mendengar pembicaraan Riko dan Elvy. Aldi dan Rexi yang menyadari ekspresi kesal Yohan segera menutup mulut Riko dan Elvy dan meminta Rara membawa Elvy ke Hotel tempat mereka tinggal.
##
"Parah kalian berdua...Aldi bilang gue harus jaga rahasia kalian...gue emang bisa tutup mulut tapi kakak lo gimana..." jelas Rara panjang lebar
Elvy yang dari tadi Hpnya di loundspeaker segera mematikan panggilan pada Rara. Elvy dan Riko saling menatap dengan wajah yang sudah bersemu merah. Ingatan mereka kembali terngiang saat mereka saling berciuman panas. Elvy segera berlari keluar kamar Riko dan masuk ke kamarnya, Riko sendiri hanya terdiam dan tidak tau harus berbuat apa.
Utusan keluarga Mahendra dan Wijaya segera menjemput kembali Riko dan Elvy di hotel tersebut dan membawa kembali mereka ke kediaman besar Mahendra yang sudah dihadiri kedua keluarga besar tersebut.