
" makasih yaa.. udah ngajakin gue makan malam tadi..." ucap Elvy saat mereka berjalan di lorong hotel menuju kamar mereka.
"ngajakin lo ?!! ngapain gue ngajak lo, si Andinya ajha yang maksa gue..." bohong Riko
"iiiccchhh iyaiya....bilang sama Andi, makasih..." ketus Elvy
"bilang ajha sendiri...atau nggak, bilang ajha sama anak-anak cowok yang tadi ngobrol sama lo..." ucap Riko dengan ekspresi dingin
"kan disini cuma ada lo..."
"ooww berarti kalau mereka juga punya kamar di sini, lo kekamarnya mereka githu trus temani lo berterimakasih ke Andi githu ?!!!"
"yyaaa nggak juga githu kalee..."
"alaa omong ajha lo kepengennya seperti itu..." sewot Riko lalu masuk kekamarnya dengan membanting pintu.
"dduuhh ni Anak, kenapa sih..nggak jelas banget..." Elvy heran dengan sikap Riko yang tiba-tiba menyebalkan seperti itu.
Elvy langsung masuk kamarnya untuk mandi dan beristirahat, setelah mandi Elvy memainkan HPnya sambil berbaring di kasur. Terdengar bunyi HP didalam kamarnya, Elvy mencari sumber suara dan ternyata dari tasnnya. Elvy ingat kalau tadi Riko sempat menititpkan HPnya di tas Elvy. Elvy melihat nomor baru dengan profil wanita tapi yang kali ini wajahnya beda dengan yang sebelumnya dia liat dirumah, karena tidak diangkat, pemilik nomor tersebut menchat HP Riko..
## 082xxxxxx
> beb...kangen...udah 2 minggu nih..
>kamu dimana...
>kamu udah dapat yang baru lagi yaa..
>telpon balik lagi dong..
>masalah kita yang waktu semalam itu..belum selesai lhoo..
"iiihhhh jijik...memang dasar nih cowok..playboy banget..." Elvy bergidik ngeri dengan pesan tersebut
Panggilan masuk lagi dari nomor yang berbeda, kali ini Elvy tau dengan wajah tersebut..
" wwaaahh inikan artis Indo yang lagi terkenal itu....ckckck artis muda terkenal juga dia embat..." Elvy kembali menunggu sampai panggilan tersebut berhenti dan kepo dengan chat artis tersebut. tidak jauh berbeda dengan nomor yang sebelumnya, semuanya pada kangen dengan Riko.
"kekuatan orang tampan dan kaya memang beda..." Elvy segera berlari ke kamar Riko saat panggilan masuk lagi dari artis muda itu.
"Rik...Riko...bukain pintu..." gedor elvy dengan keras
"Riri...Riri gawat darurat Riri..." panggil Elvy lagi ketika nomor yang berbeda dengan pofil cewe yang beda dari sebelumnya. Riko yang baru selesai mandi dan hanya menggunakan handuk kecil menutupi bagian bawah tubuhnya, membuka pintu dengan kesal ketika Elvy memanggilnya dengan sebutan 'RIRI'...
Saat membuka pintu, Elvy langsung masuk dan menabrak dada bidang Riko yang masih basah dan begitu harum karena sabun. Elvy masih terpaku didepan tubuh Riko yang mengingatkannya dengan tubuh para oppa-oppa Korea. Elvypun tersadar ketika bunyi Hp Riko kemali berdering.
"oooww ini...ini...para selingkuhan lo nelpon..udah 4 orang kalau tambah dengan nomor baru ini..." Elvy lalu menyerahkan Hp tersebut pada Riko. Riko lalu mengangkat telpon tersebut sambil melihat keluar jendela hotel, sedangkan Elvy sengaja tidak keluar dari kamar Riko hanya untuk melihat lagi tubuh Riko yang begitu bidang dan six pack. Elvy duduk dengan santai disofa sambil melihat Riko dari atas sampai bawah, dia cukup kagum dengan Riko karena kegantengannya. Rambut Riko yang masih basah, begitupun dengan tubuhnya yang masih basah, dengan handuk tipis yang melilit dipinggangnya kemudian sambil meminum segelas wine dengan begitu elegen...
"pantas perempuan banyak yang tergila-gila dengan dia...sudah kaya, ganteng lagi...memang pas cocok jadi Badboy...kalau dia jadi teman gue, udah gue jual di all shop VIP..untung berapa thu..hahaha.." ucap Elvy dalam hati senang dan masih tetap betah memandang Riko.
"gue minta maaf....gue akan menganggap lo seperti pasien gue..selamat malam..." Elvy segera keluar dari kamar Riko dan bergegas kekamarnya.
"WWWAAAOOOWW !!! pemandangan yang menakjubkan....hahahaha...pasti dia merasa maluu hahahaha" Elvy tertawa dengan situasi tersebut.
Sedangkan Riko yang dikamarnya sudah dipenuhi api kemarahan,,,
"ELVY WIJAYAAAAA!!!' teriak Riko penuh Emosi.
***
Sekitar jam 10.00 pagi, Elvy sudah tiba depan kosnya. Elvy sengaja menunggu Dr. Rian didepan kosnya karena tidak mungkin menyuruhnya menjemput di Hotel, yang ada Dr. Rian membritahu orangtuanya. Mobil Dr. Rian akhirnya datang dan mereka pergi jalan-jalan sebentar di Mall WYW kemudian makan siang di tempat makan yang terkenal di Lt. Atas Mall WYW. Suasana yang cukup tenang dan lumayan romantis, mengundang banyak pasangan kekasih memilih tempat itu untuk menikmati makan. Elvy dan Dr. Rian begitu menikmati makanan sambil bercerita tentang situasi Rumah Sakit dan kenanganan mereka dulu di Klinik Dr.Rian.
Rexi pemilik Mall MYW juga sedang duduk menikmati makanan bersama rekan kerjanya. Tanpa sengaja Rexi melihat Elvy dan seorang pria yang lagi asyik bercanda ria sambil menikmati makanan. Rexi ingin sekali mengambil foto dan mengirim ke Riko, tapi karena rekan kerja kali ini sangat penting, terpaksa ia membatalkan niatnya tersebut sampai Elvy dan Dr.Rian selesai makan, Rexi tetap tidak bisa menemui mereka.
Elvy kaget dengan tempat yang didatangi oleh dia dan Dr.Rian dengan pakain yang cukup formal. Setelah pulang dari Mall WYW Dr.Rian memintanya untuk menjadi pendamping di pesta rekan kerjanya. Elvy berpikir kalau pestanya adalah pesta nikah biasa sehingga Elvy menginap sementara dikos dikamar Elsa, tapi setelah Dr.Rian mengirim sepaket gaun pesta beserta sepatu dan anting kalungnya, kemudian membawanya ketempat ini, Elvy akhirnya tau bahwa itu adalah pesta para konglomerat yang undangannya pernah di kasih oleh Andi kepada ia dan Riko. Setelah membaur dengan orang-orang didalam pesta, Elvy melihat seluruh orang dipesta dan berharap tidak bertemu Riko. Tiba-tiba semua orang mulai ribut dan melihat kearah pintu masuk dimana Rexi dan Andi dengan pasangan mereka, begitupun dengan Riko, memasuki pesta tersebut. Elvy segera menghindar agar tidak bertemu dengan Riko, tapi seseorang memeluknya dengan erat...
"Elvy..lo juga datang...aadduuhhh senangnya akhirnya gue ada teman ngobrol dipesta ini..." ucap salah seorang cewe yang tidak lain adalah Rara.
"ooww elo..gue kira siapa..."
"lo sama siapa ke sini ? pasti sendiri..."
"aahh nggak kok..gue tadi sama-" belum juga sempat menjelaskan, Rara sudah menariknya untuk bertemu dengan Riko dkk.
"Haii guyss....kita bertemu lagi..." sapa Rara dengan antusias, sedangkan Elvy disamping Rara sudah sangat gugup ketika dilihat Riko dkk.
"elo juga di sini..." Riko kaget karena Elvy juga ada disitu. Cewek disebelah Riko mengalungkkan tangannya dilengan Riko dengan manja yang sengaja dipamerkan didepan Elvy. Elvy yang saat itu mngingat denga perjanjian kontrak mereka, tiba-tiba memfoto mereka secara diam-diam dengan Hpnya tanpa sepengetahuan Riko.
"guekan juga punya undangan...emang nggak boleh..." balas Elvy tidak mau kalah
"bukannya hari ini ketemuan sama teman-teman lo..."
"udah..tadi siang...malamnya kesini...eewww ketemu elo sama si eneng cantik..jangan lupa perjanjiannya...besok gue udah terima black kard..." senyum Elvy dengan puas
Riko yang baru teringat dengan janji tersebut langsung melepaskan gandengan manja disebelahnya dengan kasar.
"udah lhaaa....kasian ceweknya nggak ada yang temani..." ejek Elvy senang
"elo yang salah liat...gue nggak datang sama dia kok..." ucap Riko yang berusaha menipu Elvy
"lhooo beb, kan ini malam aku pendampingmu...kamu juga bilang githu..." kata cewek disampingnya
"nohh.... ceweknya ajha jujur...masa elo masih tetap nggak mau ngaku.." ucap Elvy sambil terus mengejek Riko yang mulai kesal.
"Elvy...kamu di sini yaa..aku tadi nnyariin kamu...aku pikir kamu pulang..." ucap Dr. Rian yang tiba tiba datang dan menggenggam tangan Elvy dengan lembut.
Riko yang melihat tangan Elvy digenggam Riko menunjukan ekspresi tidak suka pada Dr.Rian.
"ooowww ternyata kamu sama cowok juga....masih ingatkan dengan perjanjian kita..." ucap Riko dengan ekspresi yang sulit diartikan kearah Elvy.