
Setelah pesta Nikah kemarin, Negara Indo digemparkan dengan Berita kemunculan nama Keluarga besar Wijaya yang sudah lama disembunyikan, begitupun dengan berita nikah antara keluarga Mahendra dan Wijaya. Semua media hanya menunjukan foto Ayah dan kakaknya Elvy, dan juga wajah Riko sebagai pasangan Nikah dari anak keluarga Wijaya, foto Elvy sendiri tidak di tampilkan oleh media karena dilarang keras oleh kedua keluarga tersebut. Tetapi wajah para wanita yang pernah digosipkan dengan Riko Mahendra, diekspos oleh para media gosip.
"wwwuuuiihhh...papa gue akhirnya menunjukan wujud keluarga gue...ada muka lo juga, syukur nggak ada muka gue...berani ada muka gue, gue ceraiin lo hari ini juga..." ucap Elvy sambil menunjuk Riko yang lagi makan.
"emang lo berani..."
"berani lhaa...meskipun nanti gue dihapus dari kartu keluarga gue.." Elvy menunjukan ekspresi sedih yang dibuat buat.
Riko hanya tertawa mengejek ke Elvy
"eewwhhh ada gosip tentang mantan-mantan lo nih...dari artis terkenal sampai model terkenal...eeww ada juga tentang cinta pertama lo di SMA nih..." Elvy menunjukan foto seorang wanita cantik yang memiliki fhasion nanpolos bagaikan malaikat.
Riko menghentikan makannya dan menatap foto tersebut dengan ekspresi kesal tapi dari matanya menunjukan kerinduan yang dalam. Elvy yang melihat ekspresi itu langsung mengetahui bahwa cewek yang difoto itu adalah kekasih sebenarnya.
"oowww ini kekasih lo yang asli..cantik juga..tenang saja, setelah 1 tahun perjanjian kontrak ini berakhir kita bisa kembali bebas..lo bisa ketemu dia lagi.." ucap Elvy menenangkan teman seperjuangannya itu.
Riko tidak lanjut makan dan langsung menuju keruang kerjanya...
"hhaaiihhh kasian sekali dia...masih punya kekasih tapi sudah dijodohkan..syukur gue udah putus jadi nggak terlalu sedih..." Elvy juga menghentikan makannya dan melanjutkan nonton drama kesukaannya.
**
Sudah 2 hari Riko dan Elvy tinggal serumah yang sudah pasti tidak pernah damai. Riko sudah 2 kali tidur melewati pembatas tempat tidur sambil meluk Elvy, Riko juga sering mengganggu Elvy yang menonton Drama Korea, begitupun dengan Elvy yang selalu mengganggu Riko saat kerja untuk membalas dendam atas kejahilan Riko. Sekitar jam 10.00 pagi Riko sudah memulai rapat melalui leptopnya. Elvy yang melihat Riko begitu serius ikut rapat, membuat rencana untuk menjahilinya.
"Riko...Riri...." panggil Elvy dengan nada yang dibuat buat sehalus mungkin tapi bisa kedengaran oleh para pegawai Riko.
Riko yang mendengar itu mulai memasang wajah kesalnya.
"yayang....kamu kok cuma pakai kemeja putih sama jas...celananya kok nggak di pake sih...mau aku bantu pakein lagi yaaa " Elvy tambah menyaringkan suaranya sehingga para pegawai Riko yang mendengar suara Elvy menahan tawa. Riko segera menutup leptopnya untuk menghentikan bencana yang dibuat Elvy selanjutnya.
"lo bisa nggak sih jangan dulu ganggu gue pas lagi kerja..."
"trus lo bisa githu ganggu gue pas lagi nonton.."
"nonton sama kerja thu beda..."
"terserah gue lhaaa...kalau lo mau gue nggak gangguin lo, lo juga nggak boleh gangguin gue..." Elvy segera berlari keluar ketika Riko bangun dari tempat duduknya. Riko mengikuti Elvy dengan ekspresi kesal karena cewek tersebut selalu saja tidak mau mengalah.
Mendengar suara langkah Riko yang semakin dekat dengan ruang TV, Elvy segera menutup kepalanya dengan tangan karena takut dijitak lagi sama Riko. Benar yangdiperkirakan oleh Elvy, Riko menarik tangannya dan langsung menjitak kepala Elvy dengan keras.
"kasar bener lo jadi orang..." protes Elvy
"terserah gue lhaaa...kalau lo mau gue nggak gangguin lo, lo juga nggak boleh gangguin gue..." Riko mencontohi ucapan dan gerakan Elvy saat diruang kerjanya tadi.
tiba-tiba HP Riko yang diletakan disofa berdering dengan profil cewek cantik. Riko segera mengangkat dengan ekspresi yang kembali dingin.
"haloo Tuan Riko sayang..." terdengar suara manja wanita dari sebrang.
Elvy yang mendengar suara itu langsung menunjukan ekspresi mau muntah ke arah Riko, Riko segera meninggalkan Elvy sendirian di ruang TV.
"cowok ini aneh... bukannya dia punya kekasih, kok malah genit sama cewe lain...kasian bener ceweknya..." Elvy hanya menggelengkan kepala. Saat asyik nonton, Hp Elvy bergetar. Elvy segera melihat pesan yang masuk dari Dr.Rian
_¤¤¤_
(Dr.Rian)
>kamu ada waktu nggak kamis ini ?
(Elvy)
>masih belum tau😔
(Dr.Rian)
>kalau nggak ada, ikut aku makan malam yaa..aku yang teraktir dhe..😆
(Elvy)
>okok... nanti aku chat kamu yaa kalau aku kosong...
_¤¤¤_
Riko yang melihat Elvy senyum-senyum sendiri dengan Hpnya mulai mendekati Elvy...
"siapa thu..."
"ah..teman gue.."
"ooww...teman....ada yang mau gue omongin nih.."
"apa.."Elvy masih sibuk sama Hpnya..
"dengerin dulu napa sih.."
"iicchhh yyaa udah ngomong sekarang.." Elvy terpaksa menghentikan chatnya
"kitakan disuruh bulan madu nih...lo beneran mau bulan madu sama gue..."
"kalau orangtua kita nanya gimana..."
"yyaa bilang ajhaa kita bulan madu di rumah...eewww nggak...nggak..pasti mereka bakal paksa kita"
"gue punya ide, gimana kalau kita beli tiket pesawat ke luar negri, lalu kita fotokan tiket pesawat dan kirim ke orangtua kita kalau kita bulan madunya di luar negri..tapi sebenarnya kita tetap di rumah ini.."
"ide lo bagus...tapi kalau tinggal di sini masih ada mata-mata..pak Amir. Kita pesan hotel yang agak jauh dari rumah kita dan dari rumah keluarga kita, kita tinggal di hotel selama 1 bulan madunya kita..gimana.."
"boleh juga....tapi kita satu kamar atau beda kamar ?"
"yyaa 2 kamar lhaa..siapa juga yg mau satu kamar sama lo..yang ada tiap pagi lo meluk gue...iiihhh "
"nggak usah segitunya kaleee..."
"yyaaa gue nggak bisa meluk tubuh montoknya dia lagi dong..." ucap Riko dalam hati
Merekapun langsung membeli tiket pesawat ke Eropa dan ke Paris, lalu memberitahu keduaorangtua mereka, mereka juga sudah pesan hotel CAB milik temannya Riko secara diam-diam. Besoknya mereka sudah bersiap dengan koper, lalu diantar supir pribadi Riko ke hotel tersebut. Elvy juga memiliki sopir pribadi yang juga mengikuti mobilnya Riko. Kedua sopir tersebut merupakan orang terpercaya mereka untuk merahasiakan rencana mereka.
"lo udah pesankan hotelnya..." tanya Elvy ke Riko yang sibuk main game PUBG
"udahhh"
"kedap suarakan.."
"iyaa....kenapa lo nanya itu.."
"gue mau bawa cowok ke kamar gue..mau ena ena.."
"HA!! yang benar lo..?!" Riko menghentikan gamenya dan menatap Elvy tidak percaya
"just kidding..percaya amat lo.." Elvy sengaja berbicara seperti itu, karena dia tau bukan dia yang bawa cowok tapi Rikonya yang pasti bawa Cewek, playboy kayak Riko siapa sih nggak tau.
"ingat...jangan pernah ganggu kehidupan pribadi gue, dan jangan pernah sampai ketahuan media kalau lo lagi sama cewek-cewek lo...lo taukan media nggak tau muka gue tapi muka lo pasti mereka tau..."
"okok itu aman...dan lo juga jangan sampai gue dapat lo jalan sama cowok lain dengan mata kepala gue sendiri..lo taukan perjanjiannya..." ucap Riko mengingat kembali kemarin saat Elvy chat-chatan sambil tersenyum.
"ooww... lo juga hati-hati, gue lebih gampang dapatin lo sama cewek-cewek lain..jangan lupa siap memang black kard"
"oh iya gue nggak bakal minta black kard lo, tapi gue punya rencana lain untuk lo.."
"kok diubah lagi sih..."
"nggak ..beneran... kalau lo dapat gue sama cewe lain gue kasih black kard gue..tapi kalau gue dapat lo sama cowok lain, lo harus ngikutin perintah gue.."
"perintah ?!! jangan bilang lo mau perintah gue untuk serahkan saham keluarga gue ke elo..gue nggak mau kalau yang itu.."
"nggak..gak ada hubungannya sama keluarga kita dan saham keluarga kita..."
"ok..setuju.."
merekapun saling berjabat tangan sebagai tanda penyetujuan perjanjian itu.
"hahahahaha...gue bakal perintah lo jadi pembantu gue.." ucap Riko dalam hati sambil tersenyum senang
Sesampainya di Hotel Riko memberikan kartu kamar Elvy dan mereka memasuki kamar masing-masing. Mereka mulai merapikan pakaian mereka dan beristirahat sampai sore.
tok..tok..tok..
Terdengar pintu kamar Elvy diketuk. Elvy yang baru selesai mandi dan masih dengan handuk yang melilit di tubuhnya dan rambut panjangnya yang basah karena keramas, dengan cepat membuka pintu karena berpikir itu adalah layanan makan.
"layanan makan yaa.." Elvy kaget karena kepalanya tiba-tiba dijitak.
"layanan makan pala lo.." ucap Riko dan langsung masuk kamar Elvy.
"ngapain lo masuk kamar gue...bukannya udah janji nggak mengganggu kehidupan pribadi masing-masing" Elvy kesal karena Riko seenaknya masuk kamar dan tidur diranjangnya juga.
Melihat Elvy yang hanya menggunakan handul tipis menutup tubuhnya, membuat Riko menelan air liurnya.
"ngapain lo liat-liat badan gue..." Elvy menyilangkan kedua tangan didadanya.
"ituu...apa..teman gue pemilik hotel ini ngajak kita berdua makan malam bersama"
" tunggu...dia tau kalau kita nikah kontrak ??"
"iyaa kedua teman gue tau..."
"ok lhaa kalau githu...kita makan malam dengan mereka..kali ini ajha yaa...gue juga punya kesibukan lain..."
"iya iyaa..."
"yaa udah keluar lo..gue mau ganti pakaian..." usir Elvy dengan kasar.
Rikopun keluar dengan dorongan kasar dari Elvy.
"lo mau nutup juga percuma...gue udah liat semua tubuh lo.." ucap Riko bangga ketika sudah masuk dikamarnya sendiri.