New Life

New Life
Episode 17 Come Back Home



"Ayah mengerti kalian berdua masih belum bisa menyukai satu sama lain...tapi bukan berarti kalian harus menipu kami..kami hanya ingin kalian dekat secara perlahan, makanya kami menyuruh kalian bulan madu.." Kata Ayah Riko dengan ekspresi serius


"kalian tidak perlu lagi bulan madu...tinggal saja dirumah...kalian mau lanjut kerja silakan..mau tidak kerja juga silakan...yang pastinya kami harap kalian rukun. Kalian juga dilarang Bercerai...Surat Kontrak Nikah ini sudah kami bakar..." kata Ayah Elvy sambil menunjukan kertas yang berisi kontrak mereka.


Elvy dan Riko kaget sambil mendekat kearah kertas yang sudah menjadi abu.


"Antar mereka kembali ke rumah besar mereka..."


Riko dan Elvy hanya terdiam didalam mobil. Mereka memasuki rumah mereka dan kembali ke kamar.


"gimana nih..kontraknya udah dibakar...kita buat ulang lagi ajhaa..." kata Riko sambil bersandar di sofa kamar mereka


"tenang ajhaa...kontrak aslinya ada di gue, gue kemana-mana selalu bawa kontraknya...yang mereka bakar itu hasil scan pdf yang gue print...nihh..." Elvy menyerahkan kontrak asli mereka ke arah Riko


"beneran ini asli...??!" Riko membolak balikan kertas kontrak tersebut dengan tidak percaya.


"beneran....gue mandi dulu..." Elvy langsung kekamar mandi meninggalkan Riko yang masih terus melihat kontrak mereka.


Setelah selesai mandi, Riko membaringkan dirinya di samping Elvy yang sudah nyenyak.


"Aahhhh aku rindu banget sama wangi tubuhnya...." ucap Riko dalam hati sambil mencium dan memeluk tubuh Elvy


"tinggal dihotel buat aku nggak bisa tidur kalau nggak ada dia...nggak apa-apa lha kembali ke rumah, setidaknya masih bisa tidur dengannya..." Riko nempererat pelukannya dan mencium kening Elvy lalu ikut nyenyak bersama Elvy.


**


Karena sudah tidak perlu bulan madu, Riko juga mulai bekerja tidak perlu berlibur lagi walaupun sempat libur 1 minggu. Setelah menikah Riko berpikir aktivitas kerjanya sama seperti biasa saat dia masih lajang, ternyata banyak sekali perubahan. Setiap pagi dia lebih suka sarapan dirumah karena masakan Elvy. Riko tidak menyangka seorang Elvy yang hanya suka nonton drama korea ternyata pintar masak juga dan sesuai selera Riko. Elvy juga sering diminta ibunya Riko untuk membawa makan siang untuk Riko, alhasilnya Riko yang sering makan siang di luar kantor lebih memilih menunggu Elvy untuk membawa makan siangnya. Elvy juga kadang dipaksa ibu Riko untuk menemani Riko dari pagi sampai pulang kerjanya Riko, sehingga Riko terpaksa memasang TV dikamar pribadinya yang ada diruang kerjanya. Black Kard Rikopun sering diambil Elvy karena Elvy selalu mendapati Riko bersama wanita lain dikantornya, pengeluaran yang dipake Elvy dari black kard Riko cukup besar karena Elvy belanja bersama teman-temannya. Sudah 3 minggu mereka tinggal bersama, Riko sudah duduk dengan rapi sambil memakan hidangan kesukaannya. Riko melirik ke arah Elvy yang juga lagi menikmati makanan.


"gue nggak masalah sama pengeluaran black kard gue, yang gue nggak ngerti udah 3 minggu dia sering kedapetan cewek lain meluk dan gandeng gue tapi dia sama sekali nggak cemburu. Orang bilang kalau udah berumah tangga, istri bakal cemburu kalau suaminya sama perempuan lain. Tapi dia malah senang, apa segithunya dia suka sama uang diblack kard gue...atau dia emang nggak suka sama gue ?? gue ganteng, nggak perlu seminggu, sehari ajha semua cewe pada suka dan nempel sama gue...apa mungkin gue bukan tipe cowonya...jangan bilang tipe cowonya kayak Dokter yang pernah jadi pasangan pestanya itu...tapi gue lebih ganteng dari dokter itu..oohh atau dia suka cowo yang bekerja jadi dokter, tapi pengusaha kayak gue lebih banyak uang..."


"kenapa lo...bukannya makan malah ngeliat gue...


"ehem...Eennnaaakkk bener makanan lo....entar siang menunya apa ? " tanya Riko lanjut menikmati makanannya


"nggak tau, liat ajhaaa..ooww iyaaa gue mau ngomong sama lo..."


"tentang ?"


"HAA!! Kenapa ? lo mau kemana ? lo mau libur ke rumah keluarga lo ?"


"nggak..."


"atau karena cewe-cewe yang pernah ke kantor gue..? gue bakal ngusir mereka kok...atau lo butuh 2 black kard-"


"nggak Riko...bukan itu...satu minggu lagi libur kerja gue udah selesai...gue juga harus kerja....."


"ohh iyaa yaa....brarti cuma makan pagi sama malam dong...makan siangnya yang nggak ada.."


"makan pagi, siang dan malampun nggak bisa juga..."


"kenapa ?? kan lo kerja cuma dari pagi sampai siang...pagi masih bisa makan sama gue, siang baru nggak makan sama-sama, trus malam bisa makan sama-sama..."


"dduuhh Ok..gue bisa masak buat lo pagi siang dan malam tapi nggak setiap hari. Pekerjaan gue beda sama pekerjaan lo...gue ini perawat di Rumah Sakit. Jadwal dinas gue ada sift pagi, sift siang dan sift malam... gue kalau dinas pagi mungkin bisa masak untuk makan pagi dan malam, kalau gue dinas siang gue cuma bisa masak untuk pagi dan siang, malamnya nggak bisa. Saat sift malam gue bisa masak untuk makan siang dan malam..githu jadi lo bisa menyesuaikan jadwal gue kalau mau makan masakan gue..."


Riko masih berpikir keras dan setelah lama berpikir akhirnya dia menghela napas cukup panjang.


"ok lah...githu ajhaa...gue ikuti sesuai jadwal dinas lo..."


"bagus-bagus...itu baru benar..."


"tapi mulai hari ini sampai selesai hari libur lo...lo harus siapin makanan untuk gue..."


"iye iyee....nyesel gue tunjukin jurus masak gue ke elo...."


"atau lo ikut gue dari pagi sampai gue pulang kerja...jadi pas gue pengen makan masakan lo gue tinggal nyuruh lo masak untuk gue..."


"yyeee enak banget lo....gue bosan di kantor lo...makan siangnya biar gue antar seperti biasanya."


"hhuufff....oke lhaa kalau begithu"


"jangan bilang, saat dia di kantor dia mau makan bareng sama dokter itu " Curiga Riko