MY SUGAR DADDY KNOWS MY SECRET

MY SUGAR DADDY KNOWS MY SECRET
rahasia



Bar itu penuh dengan orang orang, zara duduk di maja bar, ia memesan minuman keras ia memegang kepalanya sambil mengingat dan merenungkan sesuatau lalu terjadi keramaian. Ada seseorang yang di seret keluar oleh perugas ke amanan. Zara mencoba tidak memperdulikan hal itu padahal ia nginin membantu orang itu. Zara kembali minum .di sisi lain willi


"apa katamu ada orang yang mirip hana di sini"


"iya dia duduk di meja bar sambil minum ,apakah kau mau aku menyuruhnya untyk ke sini? "


"tidak"


Willi mengambil gelas yang ada alkoholnya lalu ia meminum alkohol itu


'kalau ada orang yang mirip dengan hana belum tentu dia hana bisa saja dia zara' *pikir willi


Willi tidak sengaja menjatuhkan gelas yang ada di tanganya


"sayang kau kenapa? "


Willi berdiri dari tempat duduknya lalu ia keluar dari ruangan VIPnya ia mencari keberadaan zara di bar itu lalu tidak lama kemudia ia menemukan zara. Zara terlihat sudah agak mabuk, zara berdiri lalu ia pergi ke rooftop, zara berdiri di ujung rooftop sambil melihat ke bawah. Willi tetap mengikuti zara sampai ke rooftop, saat itu willi ngira kalau zara akan bunuh diri tetapi tiba tiba zara menangis


"kenapa semua orang sama saja?, mereka selalu melihat orang dari fisik, mereka menyakiti orang lain. Willi bre*gsek kejadian di pertunangan dan sekarang aku tidak akan melupakanya."


Willi kebingungan karena perkataan zara ia sempat memikirkan peristiwa saat di pertunangan. Sampai pada akhirnya ia sadar kalau zara berbalik badan willi langsung sembunyi


"aku harus membalas dendam"


Zara turun ke bawa lalu ia pergi dari bar itu ia pulang ke rumah. Tetapi willi tetap ada di rooftop sambil berpikir apa hubunganya dengan pertunangan. Lalu ian datang ke willi


"ada apa? "


"aku ingin kau menyelidiki informasi tentang masa kicil zara sampai sekarang"


"aku sudah memberikan informasi tentang zara ke kamu"


" aku ingin kau mencari informasi tentangnya dari saat dia masih kecil"


"baiklah"


Ke esokan harinya


Willi menerima telfon dari ian lali ia mengangkat telpon tersebut. Ian telah mengirimkan informasi tentang zar melalui email. Willi menutup telpon itu lalu ia langsung mengecek emailnya, ia membaca informasi tersebut lalu ia menemukan suatu data yang mencengangkan. Lalu Ada telpon masuk ke ponselnya ternyata itu dari ian ia mengangkat tepon itu


"ada apa? "


"tuan nona marion ada di sini apa yang harus aku lakukan"


" bilang padanya kalau aku ada perjalanan bisnis jadi dia tidak perlu datang"


"baik tuan"


Willi menutup telponya lalu ia membaca informasi itu lagi. Di lain sisi zara


"maaf nona marion ruan sedang perjalanan bisnis jadi kau tidak bisa menemuinnya dan juga tuan berpesan nona tidak perlu berkerjaa selama tuan tidak ada"


"berapa lama ia ia kana pergi"


"1 bulan"


Zara pergi dari perusahaan willi lalu ia pulang ke rumah


"gabriel bangun walaupun ini hari minggu jangan tidur sampai siang"


"ya mami, 5 menit lagi"


"tidak, ayo sekarang mandi"


gabriel bangsun dari tempat tidurnya lalu mandi sedangkan zara pergi ke dapur untuk memasak sarapan selang beberapa menit gabriel sudah selelai mandi dan sarapan. setelah itu zara menerima telpon dari W dan tidak lama ada suara seseorang mengetok pintu lalu zara menyuruh gabriel untuk membukakan pintu. gabriel sedikit kaget karena ia melihat seseorang yang mirip denganya tetapi orang itu adalah orang dewasa dan di sebelah orang itu ada satu orang lagi tang sedang memebawa beberapa dokumen


"tuan ia sangan mirip dengan anda"


"gabriel siapa yang di luar?"


"sepertinya dia adalah ayah ku! "


zara segerah menuju ke pintu lalu melihat siapa yang datang


"oh tuan long kenapa anda datang ke sini? "


"zara bisa kah kua menjelaskan sesuatu"


"apa maksud tuan long"


"ternyata nona marion juga bisa bersikap bodoh ternyata"


willi sempat menunggu zara berbicara sesuatu tetapi zara tidak bebrbicara apa pun dan akhirnya willi memegang tangan zara lalu mengajaknya keluar


"ian tolong jaga gabriel"


willi membawa zara pergi ke taman yang tidak jauh dari apartemennya


"kau harus menjelaskannya!"


"apa maksudmu?"


"apakah di anak mu? "


"dia adalah anak ku"


"siapa ayahnya? "


"..."


"aku bilang siapa ayahnya?"


"aku tidak tau"


"nona marion mana mungkit tidak tau"


"aku sunggu tidak tau"


"..."


"aku akan menjelaskan saat di apartemen ku"


willi langsung mengajak zara kembali ke apartemennya