MY SUGAR DADDY KNOWS MY SECRET

MY SUGAR DADDY KNOWS MY SECRET
masalah baru



Pertengkaran itu berakhir dan wanita itu pergi dari ruangan willi lalu zara keluar dari ruanganya lalu ia memberikan data tentang hana dan mark ke willi. Willi tersenyum dingin


"ternyata kau sangat paham"


"..."


"walaupun sudah lama tidak aktif tapi kemampuan mu tidak luntur"


"aku ingin pergi sebentar"


"baiklah lagi pula sebentar lagi jam makan siang"


Zara berjalan menjahui willi, saat zara akan membuka pintu ia di panggi oleh willi


"ada lift harasia Yang di tutup oleh dinding dari kantor ini berjalanlan 2meter lalu kau akan menenukanya"


"saat masuk ke sini aku sudah melihatnya"


Zara keluar dari kantor willi. Setelah willi mendengarkan perkataan zara ia merasa kalau zara gadis yang menarik lalu ia tersenyum, di sisi lain zara. zara keluar dari perusahaan itu ia melihat sekelilingnya lalu ia pergi ke mall yang berada tidak jauh dari perusahaan. Ia masuk ke moll tersebut, ia pergi ke toko pakaian ia melihat lihat pakaian dan ia tidak sengaja sedikit menginjak high heels orang lain


"apakah kau buta? "


"maaf aku tidak sengaja"


"heels ini sangat mahal dan juga hanya ada satu di negara ini"


Zara melihat heels orang itu lalu zara menginjaknya sekali lagi tetapi dengan keras


"au"


"sepertinya ada anjing yang melolong tadi, apakah aku salah dengar? "


"kau kurabg ajar"


"sepertinya aku mendengar orang yang sedang marah tapi tidak ada orang yang marah di sini" *pura pura tidak melihat


"kau kurang ajar"


Semua orang mengarahkan pandangan mereka kepada zara. Perempuan itu ingin menampar zara tetapi ia tidak berhasil. Zara menangkap tanganya lalu menedang kaki bagian bawah sehingga perempuan jatuh dengan posisi berlutut di depan zara, zara melepaskan tangan orang itu lalu ia pergi


"SATPAM SATPAM"


Zara sempat berhenti saat mendengar itu


"apakah kau takut? "


Zara berbalik badan dan ia berjalan menuju perempuan itu. Perempuan itu masih dalam posisi berlutut, zara meletakan kakinya di pundak perempuan itu lalu ia mendekatkan kepalanya


"perempuan malam"


"apa...... "


Zara menendang perempuan itu lalu ia mengeluarkan uang dari dompetnya, lalu melemparnya ke perempuan itu uang itu berhamburan dimana mana, lalu zara pergi dari toko itu lalu ia pergi ke food hall. Di sisi lain willi


"tuan, dia barusaja bertengkar denfan wanita lain"


"kenapa ia bertengkar?"


Ian menceritakan semua kejadian di mall tersebut dan menunjukan beberapa rekaman video kepada willi. Setelah itu willi tersenyum


Ian sedikit kebingungan karena ia melihat willi tersenyum lalu ian meninggalkan ruangan itu


"apa yang terjadi dengan tuan willi dia sangat aneh hari ini"


Willi bangkit dari tempat duduknya. Lalu ia pergi ke mall yang sama dengan zara. Zara selesai dengan makanya dan tiba tiba ada orang yang memukul mejanya zara langsung memasang maskernya, zara mencoba tidak bereaksi tetapi orang itu menarik rambut zara. Dalam sekejap zara memegang tangan orang itu lalu ia melihat wajahnya. Ternyata perempuan yang tadi dan ada satu cowok dan satu cewek.


"sayang dia yang mempermalukan ku hik.. hik..


"jane tenanglah jangan menangis"


"kau beraninya kau mempermalukan pacarku"


"..."


"hei kapakah kau bisu? Lihat dia, dia sangat takut " *sambil menepuk pundak zara


"jauhkan tangan kotor mu laki laki sampah"


"kau bilang apa"


Cowok itu memegang pundak zara dengan erat, Zara menyingkrikan tanganya.


"kau harus minta maaf ke jane"


"mira jangan dekat dekat dengannya"


Zara memanggil seorang pelayan untuk meminta bill dan setelah itu Zara segera pergi dari tempat itu tetapi teman perempuan itu melempar gelas yang tadi di gunakan zara untuk minum ke kepala zara. Gelas itu pecah kerena ngenai kepala zara, zara langsung berbalik badan


"hei aku tidak punya urusan dengan kalian. Masalahku hanya dengan dia" *pandangan mata zara menuju ke jane


"dia adalah pacarku jadi aku bisa mencampuri urusanya"


Zara mendekat ke arah cowok itu lalu ia membersihkan salah saru pundak cowok itu


"bukalah matamu dan lihat pacarmu"


Zara berbalik badan lalu ia pergi tetapi teman wanita itu memanggilnya dengan keras


"JALANG, kau akan mati jika ak bilang ke kekasihku"


"kekasih mu tidak akan sekuat aku"


Tiba tiba willi muncul di hadapan zara dengan pandangan mata yang tajam menuju ke tiga orang itu


"sayang kau disini" teman perempuan itu langsung menuju ke arah willi lalu ia memeluk tanga willi "sayang dia melecehkan teman ku kau harus beri dia pelajaran"


"kau kira siapa dirimu bisa memberiku perintah" menepis pelukan perempuan itu


"aku pacarmu" *matanya memandang ke arah willi sambil memohon


"kita sudah putus"


Perempuan itu sempat kaget karena willi mengatakan hal tersebut


"apa? Sejak kapan? "


"sajak teman mu bertengkar dengan orang yang berharga" menatap ke arah zara