
"salam kenal nona megover"
liona memandangi zara dari atas sampai bawah. gaya berpakaian zara dan karisman yang ia keluarkan sungguh membuat orang iri. zara sadar kalau liona terus memandangi dirinya,
"willi apakah kau masih ingat kalau kau tidak suka kalau ada wanita yang mengikutimu" menyindir zara
"saat itu aku masih kecil" membela zara
"begituhkan, kau juga bilang kalau kau tidak suka dengan wanita yang mengenakan pakaian minim" menyindir zara
"bisahkah kau berhenti membicarakan masa lalu? "
"willi apakah kau tidak ada rencana untuk membatalkan pertunangan mu dengan adik ku?"
zara menyadari kalau liona mempunyai perasaan untuk willi
"aku akan membatalkanya"
"benarkah" liona seketika langsung gembira "maksudku bukan begitu kau tau kan kalau adik ku itu sudah tersentuh dengan beberapa pria di luar sana apa mungkin juga dia memiliki anak di luar nikah aku tidak tau. aku hanya membeti saran ke kamu untuk meninggalkan hana"
'perempuan ini udah gak beres, adahal itu adik sendiri tapi dia merusak nama baik adiknya' pikir zara
"kau harus mendapatkan wanita yang pantas untuk jadi istri mu" memandang zara "wanita yang bisa memasak, menjaga anak, dan melayani suaminya. dan juga tidak pernah meninggalkan dirimu sendirian yang dan menanggung beban yang berat serta ia meninggalkan anak "
"diam" willi berdiri
"ada apa? "
"zara ayo pergi"
willi dan zara meninggalkan ruangan itu. liona sangat kesal karrna willi meninggalkanya padahal hari ini dia sudah merencanakan sesuatu
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
willi masuk ke mobil dengan kesal ia menutup pintu mobil dengan sangat keras. zara menyusul masuk ke dalam mobil zara mengelus elus pundak willi untuk menenangkanya, willi menaruh kepalanya di pundak zara
'orang selalu menilai dari cover tetapi tidak tau back ground, perasaan kecewa dari masa lalu yang menjadi bekas si masa kini itu lebih sakit dari pada luka patah hati, bekas masalah lalu yang bisa semakin dalam dan bahkan tidak bisa di obati itu akan sangat menyakitkan' pikir zara
"tidak apa apa" ucap zara sambil mengelus elus punggung willi
"semuanya selalu di luar kendali"
willi mengangkat kepalanya dari pundak zara, zara memberikan senyuman hangat kepada willi san juga zara memegang tangan willi
"kalau kita mengasihi diri kita sendiri dunia tidak akan mengasihi diri kita tapi kalau kita tidak mengasihi diri kita dunia akan mengasihi diri kita"
lagi lagi zara memberikan senyuman sangat Kepad willi. willi ke bingungan dengan kata kata zara tentapi ia menanpilkan ekspesi kalau ia mengerti perkataan itu
"jam berapa sekarang?" zara mwngabil ponswlnya lalu ia melihat jam sudah saatnya gabriel pulang
"ada apa? "
"sekarang waktunya gabriel pulang"
willi langsung bergegas mengedarai mobil
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"lepaskan aku! " pintanya
"mami"
"gabriel suruh mami utuk melepaskan tangan ku !"
"aku tidak akan melepaskan tangan mu sebelum kau meminta maaf pada gabriel"
"aku tidak akan minta maaf pada anak haram itu harga diri ku lebuh bes...."
zara meremas pergelangan tangan itu akan itu menjerit kesakita tetapi zara tidak mempedulikan hal itu.
"baik baik aku minta maaf"
zara melepaskan tangan anak itu dan seketika akan itu kabur. zara tidak mengejar akan itu karena ia menganggap itu tidak menarik sama sekali, zara berbalik badan ia melihat gabriel membawa kotak kecil yang berisi ****** berbulu putih di dalamnya dan juga ada anak di samping gabriel, zara merasa sangat familiar dengan anak itu
"mami dia teman ku namanya key"
"hai bibi"
"sepertinya kita pernah bertemu" zara masih mengingat ingat
"bibi benar bibi yang menolongku saat di supermarket"
"ah, kau sekelas dengan gabriel"
"iya "
"mami, mami boleh gak kalau aku pelihara ******? "
zara ingin memjawab tidak tetapi ia lagi lagi tersiam saat melihat mata gabriel
"baiklah. ayo pulang sekarang"
zara, gabriel dan ken berjalan menuju gerbang sekolah, willi menunggu di luar mobil karena zara terlalu lama, key mengucapkan perpisahan ke gabriel dan anak itu pulang sendiri, willi langsung reflek memanggil akan itu san mengajaknya pulang Bersama
"tidak perlu paman"
"tidak papa lagian kau adalh teman gabriel"
"tidak, key takut kalau key akan menjadi beban untuk paman dan bibi"
"key mengantar mu pulang itu bukan beban" zara memegang pundak key
"ayo key pulang bersama"
"baiklah"
willi, zara, gabriel dan key masuk ke dalam mobil, gabriel dan key asik berbicara dan membuat rencana untuk ****** itu