MY SUGAR DADDY KNOWS MY SECRET

MY SUGAR DADDY KNOWS MY SECRET
masalah kecil



mereka sampai di apartemen, gabriel tidak berani mendekati zara. zara memasang tampang dingin dan kesal ia duduk di sofa, zara menutup kedua matanya agar lebih tenang sambil memikirkan hal positif. gabriel naik ke kamarnya untuk menaruh tas sekolahnya lalu ia pergi ke dapur, ia membuatkan ice americano lalu ia memberikanya pada zara. pikiran zara menjadi sedikit lebih tenang


"mami gak perlu marah," sambil memegang tangan zara " mami, gabriel lebih kuat kok dari yang mami bayangkan, gabriel bisa jaga diri pas di sekolah"


"huh....." zara menghela nafas "bwsok gak usah masuk sekolah di rumah aja "


"maksud mami?" tanya gabriel


"gak perlu masuk sekolah, besok mami akan urus buat pindah sekolah "


"mami, gabriel betah kok di sekolah itu, gabriel gak mau pindah lagi"


derrrrrt..... derrrrrt....


'kau dimana? ' suara willi


"apartemen "


'gak balik? '


" gak mood ku lagi gak e....... "


"PAPA CEPET PULANG, PAPA PULANG SEKARANG, PULANG SEKARANG INI PENTING" saut gabriel dengan cepat dan keras


zara langsung mematikan telponnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"aaaaaaaah" ian menguap " akhirnya tinggal di tanda tangani"


Ian berdiri dari tempat duduknya, ian berjalan menuju ruangan willi sambil membawa dokumen. Ia berjalan sambil memeriksa dokumen dokumen itu, tiba tiba willi membuka pintu dan berjalan terburu buru


"hei..." ucap ian


Willi sama sekali tidak menoleh ke arah ian,


"kenapa orang itu? Aneh."


Ian masuk ke ruangan willi, ian menaruh dokumenya di meja willi, ian melihat laci meja yang terbuka. Ian bermaksud untuk menutup lavi itu tetapi ian melihat sesuatu yang menarik


"ohh" sambil tersenyum


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hana sampai di bandara hongkong bersama dengan pelayanya, pelayan itu langsung memanggil taksi, setelah dua tu merrka langsung pergi dari bandara


"nona...."


"berhenti memanggil ku nona, lagian saat itu, kak jordan juga menolongku jadi aku tidak mau kalau kak jordan menganggap ku sebagai penolong kak jordan, saat itu aku membantu kak jordan dan kak jordan membantuku jadi kita impas. " ucap hana


"baiklah"


"kak jordan tadi mau ngomong apa? "


"tidak perlu"


"kak jordan juga gak perlu ngomong terlalu sopan yang seharusnya yang mengomong sopan itu hana bukan kak jordan karena hana lebih muda dari kak jordan."


"iya"


Suasana dalam taksi berubah yang awalnya sedikit tegang menjadi suasana sunyi tetapi hangat


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"mami, mami gak perlu lakukan itu. Mami, mami."


"gabriel masih mau di sekolah itu? "


"iya"


"kenapa ?"


"karena ada key di situ, key itu sahabat terbaik gabriel "


"huh... Ya udah"


" ya udah?"


"beneran mami,"


"iya"


"gabriel janji kok, gabriel akan jadi anak baik"


Suara pintu terbuka, masuklah willi sambil terngah-ngah. Zara bingung karena melihat willi dengan kondisi tersebut


"papa udah kembali? " tanya gabriel "masalahnya baru aja selesai"


"masalah apa? "


"gak papa"


Gabriel pergi ke kamarnya sambil tersenyum


"ada apa tadi?" tanya willi


"gak papa hanya masalah kecil "


zara berdiri dari sofa dan pergi ke dapur tapi willi menghentikannya, willi memegang tangan zara lalu menariknya


" ada apa?" pandangan willi tajam "katakan !"


" tidak pa-pa"


"masalah tentang sekolah gabriel? aku papanya berarti aku juga harus tau Masalahnya ."


zara kembali duduj du sofa, willu mengikuti zara duduk. lalu zara mulai menceritakan semuanya yang ia ketahui. setelah beberapa menit zara selesai menceritakan semua kejadian


"kau kesal karena itu?"


" aku hanya tidak suka ada orang yang mengganggu gabriel"


"hanya masalah nama marga, tidak perlu di khawatirkan, tidak masalah kalau seorang anak memakau nama marga ibunya lagi pula nama marga ku yang dulu juga nama marga ibuku, jujur aku lebih suka nama marga ibuku"


"bukankah nama marga ibumu adalah long juga"


"tidak aku hanya anak angkat keluarga long nama marga ku aku Yang sebenarnya adalah calmati, bukankah kau juga sama menggunakan nama ibumu?"


zara sedikit terkejut karena willi tau kalau nama marganya adalah nama marga ibunya


"iya mana margaku dari ibuku"


"kalau begitu gabriel tidak perlu mengganti nama marganya dan juga gabriel tidak perlu pindah sekolah "


braaaaak......


willi dan zara langsung lari menuju arah suara karena suara tersebut berasal dari kamar gabriel. saat willi membuka pintu ia melihat gabriel yang jatuh dalam posisi di atas kursi belajar. zara menghampiri gabriel, zara membantu gabriel duduk


" gabriel gak pa-pa? " tanya willi " apa yang sakit? "


" gabriel gak pa-pa kok "


"kok bisa jatuh" tanya zara


" he he"


gabriel kenpa ia bisa jatuh, saat gabriel mengatakan kenapa dia jatuh zara langsung marah ke gabriel


" lain kali jangan di ulang, jangan taruh kak di atas meja, selain gak sopan juga bahaya"


"iya mi gabriel gak ulangi lagi kok"


"huh.... bikin khawatir aja " keluh zara


"mi gabriel boleh gak panggil mama aja?"


"gak pa-pa"


"berarti mulai sekalarang gabriel panggil mama"


"iya"