MY SUGAR DADDY KNOWS MY SECRET

MY SUGAR DADDY KNOWS MY SECRET
permainan yang berlanjut



mobil willi sampai di depan rumah anak itu, anak itu turun dari mobil willi lalu willi melanjutkan perjalanan ke apartemen zara selang beberapa menit saat di perjalanan gabriel ingin berhenti


"ada apa?" tanya willi


"aku ingin membeli sesuatu untuk mochi"


"mochi? "


"makluk kecil itu yang tadi di bawah oleh gabriel" kata zara


"mami papa, gabriel ingin masuk ke sana"


jari gabriel menunjuk ke arah pet shop


"baiklah tapi jangan lama lama. "


willi meminggirkan mobilnya lalu mereka bertiga turun dari mobil tersebut


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


dalam pet shop tersebut banyak sekali peralatan hewan dan juga binatang


"papa, gabriel mau beli kalung buat mochi"


gabriel memegang tangan willi lalu pergi ke peralatan khusus anj*ng


"gabriel juga mau beli makatan mochi, temap tidur mochi, tempat makan mochi, snack mochi, sama mainan buat mochi"


"kamu pilih sendiri aja" willi mengusap rambut gabriel


"ya"


gabriel memberikan mochi pada zara lalu ia pergi untuk mwmilih barang mochi


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


20 menit sudah berlalu dan gabriel baru selesai memilih barang. willi segerah membayar barang barang itu laku mereka pergi dari tempat itu saat di tengah perjalanan gabriel lapar


"gabriel mau kana apa?" ucap zara


"pangsit, gabriel mau pangsit"


"baiklah" ucap willi


mereka mampir ke restoran pangsit dan mereka makan di reatoran restoran tersebut setelah makan willi mengantar gabriel pulang. setelah mengantar gabriel mereka pergi ke perusahaan lagi


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


seperti biasa willi langsung masuk ke ruangannya tampa mengucapkan apapun. ian menghampiri zara lalu menyodorkan surat lamaran.


"apa?"


"ada seseorang yang melamar menjadi sekertasin persid kau cari dulu datanya, pastikan dia tidak berhubungan dengan geng gester atau apapun yang mirip"


"baiklah "


zara masuk ke dalam ruanganya dan melakukan 3 ritual yang selalu ia lakukan. pertama mencari data orang tersebut, kedua mempelajari data orang tersebut, ketiga melaporkan data


"selesai"


"putrinya melamar menjadi sekretariat mu," ucap ian sambil memandang willi "padahal ayahnya adalah presid juga, oh tuhan apakah wanita ini adalah jodoh willi?"


"haha" zara mencoba menahan ketawa tetapi ia kelepasan sedikit


"jaga mulut mu" memandang ian dengan sinis


"iya iya maaf, tapi keluarga anggara mengitimkan putrinya untuk menjadi sekertaris mu itu sangat aneh, mereka pasti memiliki maksud tersembunyi. "


"kalau mereka datang dengan permainan yang baru kita harus menyambut itu. " willi tersenyum sinis


"kau sangat suka sekali dengan permainan yang menyusahkan." ucap ian


"udah gak usah banyak omong tinggal ikuti alur saja apa susahnya." sindir zara untuk ian


"idih, mentang mentang orang yang bisa dekat dengan willi dalam waktu singkat. "balas ian


"au ah"


mereka berbincang bincang tentang gabriel sampai masalah willi, tidak terasa matahari sudah tenggelam langit sudah gelat. lampu lampu kota mulai menyalah tampak indah dari atas


"nona zara bersiaplah sebentar lagi kita ak..."


"akan masuk medan perang yang kedua," jawab zara cepat "melawan anggota keluarga mu, pasti sangat lelah menjadi dirimu tapi kau punya cahaya semangat yang baru" zara tersenyum pada willi


willi membahas senyuman zara uang hangat itu


"kau bisa memanggilku zara saja aku tisak keberatan" menundukan kepala


"kalau brgitu kau juga boleh memanggilku willi, jadi kau tidak perlu kebingungan saat memanggiku" mengusap kepala zara


mereka keluar dari ruanga itu dan menuju ke kediaman long


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


sesampainya di kediaman long willi mengingatkan zara untuk berhati hati san tetap mengginakan nama palsu, zara mengerti dan mereka masuk dalam kediam tersebut. mereka di sambut kira kira 10-14 pembantu dan kepala pembantu mereka di arahkan ke ruang makan. saat zara sedang mengikuti willi ia dihentikan oleh penjaga


"maaf nona, nona tidak boleh masuk" menghalangi zarra


"dia orang ku kau tidak pantas menghalangnya untuk masuk"


"tapi tuan... "


"kalau begitu aku alu pulang saja"


"tidak tuan, baiklah nona ini boleh masuk "


seperti kejadian siang tadi zara menunggu di belakang willi jauh beberapa langka, ia berdiri sejajar dengan pilar yang ada di sana sehingga tidak bisa menoleh ke arah kiri. tiba tiba ada seseorang yang duduk berhadapan dengan willi. pria yang tidak kalah tampan dengan willi memiliki rupa yang manis.


"sudah lama ya tidak bertemu dengan mu, kak"


"...."


"seperti biasanya kakak selalu dingin pada ku dan juga tidak pernah memperhatikan ku" mark tersenyum ke willi


"sudahlah jangan ribut ribut " kata lelaki tua yang ada di ujung kiri


mark baru menyadari kalau willi membawa seseorang wanita, mark familiar dengan wajah zara, mark terus memperhatikan zara malau dari ujung kaki sampai kepala ia merasa kalau zara mirip alice. willi menyadari kalau mark terus memandang dan mengamati zara lalu willi mengetuk meja makan. fokus mark ke zara tergangu karena ketukan tersebut.