
willi membuka pintu. suara langka kaki yang cepat menghampiri willi tetusaja suara itu milik gabriel. gabriel terdiam melihat zara yang berada pada gendongan willi
"papa, mama kenapa? "
"mama hanya kelelahan," jawab willi "papa baringkan mama sebentar"
"iya"
lalu willi pergi meninggalkan gabreil. wilki pergi ke kamar zara ia membaringkan zara di kasurnya,
"dia sudah terditur dari tadi" ucap willi
willi membalikan badanya ia melihat beberapa foto masa kecil zara. willi melihat ada anak kecel laki laki di foto masa kecil zara
"sepertinya ini kakaknya"
willi melihat foto foto tersebut, tetapi ia merasakan hal yang aneh mulai dari awal ia melihat sama sekali tidak ada sosok pria dewasa sama sekali. willi melihat sekelilingnya beberapa kali hingga dia sadar ada satu bingkai foto yang di turunkan dan kacanya pecah. ia mengambil bingkai tersebut dan melihatnya, ada sososk pria dewasa dalam foto tersebut, willi mengamati foto pria itu sampai akhirnya willi tidak percaya bahwa pria itu adalah ayah zara.
"ah.... hm... " zara ngigau
willi kaget ia langsung meletakan bingkai foto tersebut lalu ia peluar dari kamar zara. di depan kamar ada gabriel yang sedang menunggu
"mama bqgaimana? "
"dia udah gak pa-pa" willi melihat ke arah gabriel lalu ia melihat ke jam "gabriel sudah makan malam"
"blom"
"tunggu sebentar papa bakal masak "
lalu willi turun dan pergi ke dapur ia melepas jasnya dan mulai memasak
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
brakkk...
mark meletakan gelas dentan kasar. ia menundukan krpalanya dan memegangnya.
"kamu kenapa sih? mulai dari kemari otak mu udah keputar ya," canda lukas "habis putus cinta?"
"diam"
"siapapun wanita yang udah nolak kamu pasti dia ngyesel"
"DIAM"
lukas langsung diam seketika.
"kamu kok tega sama aku," air mata mark mulai menetes "padahal aku udah cari kamu ke mana mana tapi sekarang saat kita udah ketemu kamu lupain aku, kamu bahkan berubah jadi orang lain agar aku gak bisa nemui kamu"
"aku gak berubah jadi orang lain kok"
seorang wanita datang, wanita yang catik dengan perpakaian minim
"aku gak bakal jadi orang lain "
suara yang yang terdengar familiar siapa lagi kalau bukan lucy gadis penggoda, mark berbalik badan menghadap ke lucy. mark melihat lucy sebagai alice karena mark sekarang mabuk.
"alice" suara pelan
mark berjalan menghampiri lucy lalu ia memeluk lucy dengan erat
"jangan tinggalkan aku lagi"
"iya aku gak tinggalin kamu"
lalu mark memegang tangan lucy dan ia membawanya pergi ke suatu tempat.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"hmm... "
mark mulai membuka dan merobek baju lucy
(kalian lanjutin sendirin ceritanya author udah gak kuat 😥maaf)
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
setelah makan malam, gabriel selalu masuk kedalam kamarnya untuk mengerjalan tugas dari sekolah. willi melihat kamar zara, ia naik ke lantai dua dan masuk ke kamar zara untuk melihat kondisi zara lagi. zara mendesis kesakitan, willi menghampiri zara dan mengelus elus kepalanya dengan pelan. sekejap zara menangkap tangan willi
"jangan tinggalkan aku, aku takut sendiri disini sangat gelap"
tangan zara gemetar hebat. willi semakin khawatir dengan ke adaan zara willi tetap berada di samping zara beberapa waktu. sampai tangan zara sudah tidak gemetar. saat willi ingin meninggalkan zara, zara mulai mengigau lagi
"jangan pergi, setidaknya jangan biarkan aku sendirian"
hati willi mejadi tidak tega. lalu ia tidur di samping zara, ia memeluk zara, zara menjadi tenang seketika
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
ke esokan paginya
zara membuka matanya perlaha lahan ia melihat rambut putih. ia memegang ramput tersebut dan seketika muka zara langsung di jilat, zara langsung bangun.
"mochi kok ada di lama kamar?" ucap zara bingung
lalu zara mendengar suara kompor yang baru dinyalakan, zara langsung bergegas keluar kamar utuk memeriksa. saat zara sudah di bawa ia di kejutkan dengan willi, wilki sedang memasak untuk sarapan
"bagaimana tidur mu? " ucap willi sambil tersenyum ke zara
zara hanya terdiam, ia melihat muka willi. ia merasa kalau hari ini willi tampak berbeda.
"zara" ucap willi dengan lembut
"ah.. cukup nyenyak" ucap zara sambil memegang leher bagian belakang
"oh. duduklah "
zara menghampiri willi.
"ada yang perlu aku bantu? " ucap zara
"gak"
"beneran gak ada? "
"ada, kamu bantu aku liatin aku "
"apa..... "
"pagi mama papa" ucap gabriel
"pagi gabriel" jawab zara dan willi bersama
"papa masak lagi? "
"iya"
'kok gabriel bilang katak gitu, memangnya dia masak untuk makan malam kemarin? ' pikir zara
"iya aku masak buat makan malam kemarin," ucap willi "gabrie duduk sini, makananya udah siap"
"iya pa"
gabriel berjalan menuju meja makan ia duduk di samping zara, lalu mereka makan bersama sama