MY SUGAR DADDY KNOWS MY SECRET

MY SUGAR DADDY KNOWS MY SECRET
masalah gabriel



zara berdiri lalu mesuk ke kamatnya tidak lama kemudian ia membawa setumpukan koran tentang pembunuhan di panti asuhan yang ia tinggali dulu. ia menunjukanya ke willi


"setelah itu aku aku berencana tidak mengganti identitas gabriel setelah sampai di hongkong aku menitipannya di panti asuhan dan aku tinggal di asrama aku sering datang ke panti asuhan untuk melihat gabriel dan juga sering membawar seseorang untuk melindungi panti asuhan. kau mau percaya atau tidak itu terserah dirimu"


"aku percaya pada mu"


"hm.. sekarang aku berencara untuk mengetahui ibunya atau orang yang mencarinya malam itu"


"aku bisa membantu mu. walaupun memkenyataan lebih dari yang aku bayangkan aku tidak akan melepaskan orang yang pernah mau menyakiti anakku"


zara tersenyum saat willi mengatakan hal itu. dan tidak lama ada sesworamg yang mengetuk pintu


"mami"


willi dan zara langsung panik untuk menyembunyikan koran karena gabriel masih terlalu kecil untuk mengetahui tentang pembunuhan. gabriel menarik tangan zara jadi muka mereka sangat dekat


"sembunyikan korannya" *suara kecil


zara membawa koran itu ke kamarnya lalu willi membukakan pintu untuk gabriel


"papa ?"


"gabriel kenapa kau pulamg begitu cepat? "


"tidak ada mami jadi sangat membosankan"


willi menggendong gabriel


"apakah jika mami ikut itu akan lebih menyenangkan? "


" ya "


"bagaimana jika papa ?"


"..."


"gabriel sudah pulang"


gabriel turun dari gendongan willi lali ia langsung ke arah zara. gabriel memeluk zara dengan sangat erat


"mami tidak akan meninggalkan gabriel kan? "


zara terdiam mendengar perkataan gabriel lalu zara mengelus kepalanya


"tidak"


"hari sudah semakin sore bagaimana kalau kita makan bersama untuk merayakan kehadiran gabriel"


"apa maksudmu ian ?"


"baiklah ayo pergi"


willi keluar dari apartemen zara lali yang lain pun juga keluar


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"kau mau makan apa? " *bertanya ke zara


"gabriel mau apa? "


"gabriel kau harus makan makanan berat juga"


"aku tidak mau"


"gabriel"


"aku pesan roast goose "


"aku juga mau makan roast goose"


"ternyata anak dan ayah sama saja ya"


"diam ian"


mereka makan bersama di restoran tersebut dan setelah itu willi mengantarkan zara pulang ke depan pintu apartemennya


"tidak terasa sudah malam sebaiknya kita juga harus cepat pulang willi "


menggegam tangan gabriel


"ayo gabriel"


"tidak aku tidak mau. aku mau tinggal dengan mami "


gabriel menepis tangan willi lalu gabriel memegang tangan zara dengan erat


"papa jahat saat di rumah sakit papa tidak menjawab"


"gabriel apa makaudmu"


"saat mami bilang 'kau tidak pernah berharap bertemu anak mu' saat itu papa pergi tampa mengucapkan sekata pun"


gabriel masuk ke dalam kamarnya


"aku bisa menangani gabriel sendirian"


"biar aku saja. ian kau pulang saja aku menginap di aini malam ini"


"apa.. bagaimana kau seenaknya masuk dalam rumah orang"


willi masuk ke dalam apartemen zara dan ian pulang. willi pergi ke kamar gabriel. willi mengetuk pintu kamar gabriel lalu ia masuk ia menvoba menenangkan gabriel bahwa ia menyayangi gabriel. gabriel sempat mengelak tetapi lama kelamaan gabriel memdengarkan willi dan mulai percaya, hati zara menjadi lebih tenang karena gabriel mulai berubah sikapnya walaupun zara masih yakin gabriel hanya berpura pura saja. willi tertidur di sofa yang ada di kara gabriel. zara menyelimuti willi lalu ia dusuk di samping gabriel


"tidak baik seperti itu"


"mami menyadarinya"


"eil dunia ini seperti roda yang berputar kadang ada kala di atas dan di bawah. ayah mu hanya tau tentang wanita itu dan tidak tau tentan kamu dan bukan berarti ayahmu salah. sia mungkin hanya kaget kalau kau adalah anaknya dan juga mungkin dia juga bingung, hal itu sangan wajar"


"mami saat ini aku tidak tau harus seperti apa? "


"dia ayah mu tidak seharusnya kau bersikap seperti itu padanya besok pagi minta maaflah dan kau harus merubah sikap mu"


"ya mami"


gabriel memeluk zara dan zara membalas pelukanya, willi tidak tidur sepenuhnya willi melihat itu ia merasa sangat bahagia dan senang karena ada orang yang mau merawat dan menjaga akanya dengan baik


'wanita yang unik tetapi penyayang dan memiliki aura yang hangat, juga aku memilikimu aku akan bahagia tidak perlu mencari siapa ibu gabriel yang sebenarnya kau sudah cukup untuk posisi itu'*pikir willi