
Setelah makan bersama, gabriel naik ke atas untuk mengganti pakaiannya. Zara membereskan piring piring itu dan membawanya ke tempat cuci piring, saat zara mencuci piring tiba tiba ada yang mendekapnya dari belakang.
"biar aku saja."
willi berada di belakang zara, seasananya langsung berubah menjadi canggung.
"gak, aku bisa sendiri" sambil mendorong wilki ke belakang
"kalau gitu aku bantu saja," willi berpindah tempat, ia berada di samping zara "biar aku uang mengeringkan."
suasana canggung itu lama-kelamaan mulai memudar. mereka selesai mencuci piring
"jam berapa ini?" tanya zara
"setengah 7"
"aku akan mengganti pakaian ku"
"memangnya mau pergi kemana?" tanya willi
"tentu saja ke kantor"
zara berjalan menaiki anak tangga, saqt zara sudah di anak tangga yang ketiga
"gak perlu ke kantor," ucap willi "kau beristirahat lah di rumah."
"kalau aku gak berangkat ke kantor siapa yang memainkan drama ku?" tanya zara
"kalau begitu aku akan mengurus perkerjaan ku dari rumah " ucap willi
"mama, gabriel harus berangkat sekolah"
"iya sebentar mama ganti dulu" jawab zara
"gak perlu, gabriel hari ini papa yang antar ya."
"kenapa? " gabriel bingung
"kemarin dokter bilang kalau mama mu harus istirahat, untuk sementara gabriel di antar sama papa ya" jelas willi
"iya" jawab gabriel singkat
willi mengambil jasnya lalu memakainya. gabriel berjalan terlebih dahulu karena ia harus mengenakan sepatu. willi berhenti di hadapan zara
"jangan kemana-mana, tetap di depan umah sampai aku pulang" ucap willi
lalu wilki meninggalkan zara, willi dan gabriel keluar bersamaan. zara memikirkan perkataan willi, tiba tiba muka zara menjadi merah karena malu.
"ahhhh" zara duduk di anak tangga "wahhhh, zara pikiran mu kok kemana mana sih, kamu itu masih muda masih bisa cari cowok yang lebih tampan lagi, lagian ya zara masih banyak cowok tampan di luar sana yang umurnya deket sama kamu. tapi kalo di pikir pikor tahun ini umurku 22tahun dan umur willi 28tahun, udah udah " zara berbicara pada dirinya sendiri
zara naik ke atas, dan masuk ke dalam kamarnya. ia bingung mau melakukan apa, ia melihat dirinya di cermin
"huuu, zara hani ini kamu lagi free sekarang lakukan sesuatu yang membuatmu senang"
"gug" suara mochi
zara melihat mochi untuk sementara waktu.
"greee" gerang mochi
zara semakin bingung apa yang harus ia lakukan, ia hanya mengingat ingat yang di lakukan mochi setiap hari
"oh ya kamu belum makan pagi "
"gug"
"ayo turun"
zara turun ke bawah ia mengambil mengkok makan mochi dan menuangkan dogfood di mangkok tersebut dan menaruhnya di lantai. zara hanya melihat mochi makan. zara tidak tau apa yang harus ia lakukan, ia hanya mengingat ingat kejadian kemarin
"kemarin aku mengancam seorang dokter," suara kecil "aku harus kembali ke rumah sakit"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"ah kepala ku sakit"
mark memegang kepalanya, ada suara langka kaki yang semakin mendekat dengan mark
"mark minum jus ini dulu," mengucapkan dengan lembut "rasa sakitmu akan perlahan menghilang, kalau kau meminim jus ini"
mark berbalik ke arah suara itu, mark terkejut karena ada lucy di kamarnya
"apa yang kau lakukan di sini?" mark langsung duduk " JAWAB"
"sayang, sepertinya kemarin malam kau begitu bergairah sampai-sampai kau lupa kalau kau yang meniduri ku terlebih dahulu. "
"tidak, kemarin itu..."
"bukan alice, walaupun aku tidak tau siapa alice tapi sepertinya sayangku sangat menginginkannya, apakah alice mirip dengan ku sehingga kau tertari tidur dengan ku? "
mark mengenakan pakaiannya ia mengeluarkan uang dari dompetnya dan manaruhnya di laci.
"ini kompensasinya "
mark pergi meninggalkan lucy.
"aku akan menerima uang ini, katena dari uang ini adalah awal dari tanggu jawqb mu untuk ke depannya. dia sangat bodoh sekali, dia sama sekali tidak berpikir apa yang akan terjadi sebulan kedepan hehe"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
zara sampai di rumah sakit yang kemarin, ia langsung mencari dokter yang kemarin menanganinya.
tok.... tok...
"masuk"
"dok" ucao zara
dokter itu seketika langsung berdiri.
"kenapa nona ada di sini? "
"aku ingin tau apa yang terjadi padaku"
"baiklah saya kaan memberitau anda "
zara duduk berseberangan dengan dokter tersebut, dokter itu mulai berbicara. sekitar lima menit telah berlalu, zara keluar dari ruangan dokter itu
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"pati nona saya juga kurang yakit anda terkena penyakit tersebut untuk itu anda harus melakukan pemotretan dan juga tes darah, karena penyakit anada langkah jadi anda harus segerah melakukan kedua hal tersebut agar anda cepat mendapatkan obat," jelas dokter "ini, ini adalah surat rujukan untuk pemotretan dan tes darah" memberikan surat
"kalau begitu terimakasi dok "
"tentu nona"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"aku harus cepat bertindak"
zara melangkah tampa takut. ia menuju ke loket dan mendaftarkan diri untuk cek darah dan pemotretan. setelah beberapa menit
"nona zara" kata suster
"iya"
zara berjalan ke arah suster tersebut.
"silakan duduk di sini"
"iya"