MY SUGAR DADDY KNOWS MY SECRET

MY SUGAR DADDY KNOWS MY SECRET
la vie en gris



Zara terdiam beberapa saat, selama ini tidak ada orang yang menciumnya jadi ini adalah firts kissnya. zara kembali sadar, ia mendorong willi lalu memalingkan wajahnya zara tidak berani menatap willi karena malu, suasana saat itu seketika menjadi sangat canggung dan hening


"sudah merasa baik?" ucap willi


'apanya yang merasa baik, ini jelas malah lebih buruk' pikir zara "tidak" ucap zara


"apakah aku perlu mencium mu sekali lagi? "


Seketika zara menoleh ke arah willi, ia menatap willi tiba tiba wajahnya merona


"Za........"


"BODOH" saut zara cepat dan keras


Zara keluar dari mobil willi, zara berjalan menjauh dari mobil itu. Willi tersenyum kecil melihat zara yang salah tingkah itu


"huh, susah di ajak bicara mudah di dekati, kau seperti blue morpho yang terbang sangat indah"


derrrrrt... derrrrrt...


willi melihat ponselnya, ia menerima telpon dari ian


"ada apa? "


'rapat! '


"huh. aku segera kembali"


willi mematikan telpon itu lalu mencati nomer zara


"dimana? "


'kenapa?'


"aku tanya dimana? "


'di jalan'


willi mengerutkan dahinya karena perkataan ajaib zara


"dijalan mana? "


' dih tanya tanya terus, aku mau jemput gabriel kalo kamu mau balik ke kantor balik aja sendiri, lagian aku juga bukan akan kecil yang akan tersesat'


zara menutup telponya, willi menjadi kesal karena sikap zara tetapi di lain sisi willi semakin tertarik denganya. willi menyalakan mesin mobilnya ia pergi ke perusahaan.


zara duduk di halte sambil memikirkam apakah dirinya terlalu kasar pada willi atau itu sikap yang semestinya. tidak lama bus datang, zara naik bus itu ia duduk di kursi nomer 3 baris kanan dari belakang, bus itu berjalan ia teringat kejadian 5 tahun lalu


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


zara duduk di kursi halte ia bermain ponsel sambil menunggu bus datang, beberapa menit kemudian datang zara naik bus itu ia duduk di kursi nomer 3 dari belakang baris kanan ia duduk sedikit jauh dari jendela. saat bus mau berjalan tiba tiba ada seseorang orang lari masuk dalam bus, pria itu melopati kedua kaki zara dan bersembunyi di bawah jendel bus. zara melihat keluar ada beberapa orang berpakaian jas rapi yang sedang mondar mandir, akhirnya bus jalan tidak lama setelah bus jalan pria itu berdiri dan duduk di samping zara, zara melihat wajah pria otu dari samping. ada belas luka di ujung mulutnya dan luka gores di leher pria itu,


'apakah dia gangster? 'pikir zara


pria itu sadar kalau ada yang memandanganya pria itu menoleh ke arah zara, zara respek langsung memalingkan wajahnya ke arah lain


bus berhenti, zara segerah turun dari bus tersebut meninggalkan pria itu sendiri


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


zara teringat ingat akan kejadian itu. tidak sadar teryata zara hampir tiba di halte bus dekat sekolah gabriel. bus berhenti, zara turun dari bus itu ia berjalan menuju sekolah gabriel. sekolah gabriel tampak sepi sepertinya zara telat menjemput gabriel. zara masuk ke dalam sekolah tersebut untuk mencari gabriel, zara mengelilingin zekolah akhirnya ia menemukan gabriel. gabriel sedang dimarahi oleh seorang wanita swpertinya gabriel bertengkar dengan seorang anak Sebelumnya. zara langsung menghampiri gabriel, wanita itu ingin menampar gabriel tapi tanganya di hentikan oleh zara


"jangan ikut campur!"


zara menarik tangan wanita itu ke belokan alhasil wanita itu terjatuh ke tanah, lalu zara menghampiri gabriel


"kau tidak papa ?" tangan zara menghapus tanah yang menempel pada pipi gabreil "bagian mana yang sakit? "


"gak papa kok mi gabriel kan anak kuat." tersenyum ke arah zara


"ternyata kau ibunya" sambil menunjuk nunjuk zara " ajari anak mu! "


zara berdiri dan berbalik badan, wanita itu kaget karena zara adalah wanita yang bertengkar denganya kemarin malam (eps16)


"memang pepatah benar buah tidak jatuh jauh dari pohonnya" sindir wanita itu


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


zara duduk bersebrangan dengan wanita itu di kantor guru, di sana ada kepala sekolah. gabrirl dan juga anak wanita itu.


"huh" zara menghela nafas


"kau harus bertanggung jawab karena anak ku terluka karena ulahnya, dia Memukul leo " sambil menunjuk gabriel


"anak ku juga terluka karena leo, lagi pula lukanya lebih besar" zara tetap tenang


"anak ku luka di wajah, untuk menghilangkan luka agat kembali seperti kulit aslinya sangat mahal "


"berapa? "


"nyonya marion segeralah minta maaf maka masalahnya akan selesai " saut kepala sekolah


"kau tidak menjawab? " mengabaikan kepala sekolah "aku akan mencarikan dokter bedah plastik untuk anak mu, dan aku akan membayar Biayanya"


"bagaimana kau bisa bilang semuda itu? aku tidak mau kalau leo melakukan oprasi plastik"


"repot"


zara berdiri wanita itu juga ikut berdiri


"kalau kau tidak mau aku nenebusnya dengan uang ku makan aku akan pergi sekarang " ucap zara


"bagaimana...." zara pergi dari kantor kepala swkolah sambil menggandeng tangan gabriel "HEI.....HEI..... "


la vie en gris


------------------


hidup dalam warna abu-abu