MY SUGAR DADDY KNOWS MY SECRET

MY SUGAR DADDY KNOWS MY SECRET
bibit segalah hal



zara terbangun dari tidurnya dengan tergesa- gesa, ian serempak sedikit kaget karena melihat zara. zara melihat ke arah ian


"kau tidak pa-pa?"


tidak ada respon dari zara, zara meloleh ke arah layar komputer


"di tanya malam diem, nanti willi akan makan siang dengan kakeknya, kau ikuti dia "


"aku tau, pergi sekarang"


ian tidak berkata apapun karena ian tau mood zara sedang kacau, ian keluar dari ruanganya zara. zara memegang kepalanya ia merasakan pusing dan mau munta.


tok.... tok.....


"zara"


zara tidak merespon, zara berdiri dari tempat duduknya ia menghampiri pintu, zara membuka pintu dan tampaklah willi


"nanti jangan jauh jauh! "


willi langsung menyingkrih dari zara, zara merasa bingung karena perkataan willi uang simpel dan padat itu,


tok..... tok....


seorang wanita yang berparas cantik masuk ke dalam ruangan willi, zara merasa familiar dengan muka wanita itu, zara menvoba mengingat ingat wanita itu


"siang tuan willi"


willi tidak merespon, zara ingat wanita itu ia adalah liona kakak hana,


'masuk dalam permainan dramanya lagi' pikir zara


wanita itu berjalan mendekati meja willi, wanita itu duduk di ujung meja, willi memberi tanda kepada zara untuk menyingkri. zara segera menyingkri dari ruangan itu tetapi saat zara berjalan ia melemparkan perekam suara micro di sofa


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"nona saya mendapat kabar kalau nona liona sekarang ada di kantor tuan willi. "


"kenapa dia kesana?"


"maaf nona saya tidak mengerti."


"baiklah, setelah turun dari pesawat kita langsung ke tempat penginapan dan juga besok buat janji untuk bertemu dengan willi."


"baik nona. "


'kenapa semakin rumit, apa tujuan kakak' pikir hana


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


zara menunggu di luar ruangan willli, ia melihat ian tidak tenang zara berjalan menuju ian


"kenapa? " ucap zara


"apanya?"


"khawatir"


"ohhh"


ian menceritakan semua hal yang membuat ia khawati, selang beberapa menit ian sudah tidak khawatir dan juga liona keluar dari ruangan willi. liona keluar dengan raut muka kecewa


'sepertinya dia di abaikan, memang orang aneh sudah tau willi sikapnya dingin masih aja di kejar' pikir zara


setelah liona keluar, zara masuk ke ruangan willi. zara melihat wajah willi yang tampak kesal, zara menghampiri willi ia memegan tangan willi, willi langsung menoleh ke arah zara


"sudah waktunya makan siang, ayo keluar."


"kau ada janji makan siang dengan kakek mu, jangan ingkar janji kasihan kakek mu menugguh mu"


willi berdiri dan ia keluar dari ruanganya zara mengikuti willi


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


willi dan zara sampai di restoran yang di pesan oleh kakeknya willi. mereka keluar dari mobil dan masuk ke restoran itu, seperti biasa zara selalu berdiri di sudut ruangan sambil menunggu willi


"akhirnya kau datang" ucap kakek itu


" maaf jika aku terlambat"


"tidak apa apa," kakek itu melihat zara berdiri di sudut ruangan "hei" zara menoleh ke arah suara itu " ya kau, gadis yang di sana, kenapa kau berdiri di sudut ruangan?"


sara memberikan salam kepada kakek willi dati ke jahuan


"karena saya hanya mendampingi tu...."


"duduklah di sini" saut dengan cepat


zara menoleh ke arah willi, willi membdri tanda 'ya' kepada zara, zara berjalan menuju mereka, zara duduk di samping willi persis


"sekarang sudah lengkap."


zara bingung dengan perkataan kakek willi


"apakah dia main kasar?" ucap kakek sambil menghadap zara


"main kasar? " jawab zara bingung


"huh... ranjang"


willi tiba tiba tersedak saat dia minum, zara cepat cepat mengambil tissu untuk willi dan langsung menjawab pertanyaan kakek


"maksud tuan apa?"


"huh...." kakek itu menghela nafas dengan kecewa kerena zara tidak mengerti maksudnya


"jangan membahas hal yang aneh " ucap willi


"baiklah, hmmm kalian terlihat begitu cocok dari segi manapun, sejak kapan kalian bersama? "


zara semakin bingung Karena perkataan kakek willi, sedangkan willi terpaku oleh pertanyaan kekaknya


"aku harap kalian bisa bersama, aku ingin mempunyai cicit. aku ingin melihat cicit ku sebelum aku tidak ada"


zara baru paham saat kakek itu bilang 'cicit' muka zara langsung merona


"sudah jangan di pikirkan, makan saja" ucap kakek


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


zara berjalan teburu buru menuju ke mobil, bahkan ia meninggalkan willi. ia masuk ke dalam mobil dan menutup wajahnya tengan tanganya sambil teringat ingat kata kata kekak willi. lalu willi masuk ke dalam mobil ia melihat zara lalu ia nemegang puncak kepala zara sambil mengelus elus kepalanya. zara menepis tangan willi


"jangan di pikirkan perkataan kakek memang selalu begitu" melihat ke arah zara


" bukan begitu aku takut kalau orang lain salah paham tentang ku"


"kau mau melakukanya?"


"apa? "


willi mendekat ke arah zara, willi menarik tangan zara sehingga wajah zara terbuka, dengan segera willi langsung mencium mulut mungil zara