My Maid, Lara!

My Maid, Lara!
Dia Yang Berbeda.



Dengan berjalan perlahan Zac memperhatikan Sekitar Perkebunan Aswin yang tampak tak berubah Sejak dulu.


Dengan buah buah merah, Sumber penghasilan utama Aswin itu tampak menyemut memerah bagaikan butir butir buah berry saat musim semi tiba.


Seorang wanita yang melintas membawa baki dari suatu ruangan yang agak terasing dari ruang yang lainnya. Terletak dipavilyun samping yang menjorok kebelakang menjauhi bangunan lainnya.


Perlahan Zac terus mengikuti wanita itu dengan setengah mengendap endap.


Beberapa.pekerja yang sedang bekerja dibagian. penjemuran tampak sibuk dengan pekerjaannya.


Diruangan itu tampak seorang wanita dengan pakaian lelaki yang mengenakan. kaos kuning yang kebesaran.Tengah berdiri didepan sebuah cermin besar. Melempar topi kupluk rajutnya keranjang


Perlahan lelaki itu membuka kaos kuningnya dari atas kepalanya dan menyibak rambut pendek ikal tebal itu terjatuh kelantai. membuat mata Zac terbelalak dengan mulut yang hampir memekik bagai pria yang melihat sesuatu menyeramkan terjadi kepada sang kekasih.


Kaos itu terbuka melalui bagian atas kepalanya.


Aneh!


Badan lelaki tu terekat busa yang sangat tebal sehingga lelaki itu tampak gemuk dengan bantalan busa ditubuhnya.


Dan bantalan busa itu mulai terbuka dengan tali mengurai satu demi satu dan meninggalkan satu gumpalan didadanya yang menyerupai Payudara wanita yang berbentuk besar dan sempurna. Dan ...Asli!


Zac mengenali bentuk dada itu.


Yang akrab dihari harinya yang lalu.


Dan sangat menggilai benda itu.


Zac mengusap bibirnya yang terasa kering kini.


Dan semakin kerontang , Disaat melihat kulit wajah yang ternyata palsu itu kini disibak dengan pelan oleh si pria berkaos kuning itu.


dan Zac mengenali pria berkaos kuning.


Ya ! Lelaki penjual buah yang sering dilihatnya diperempatan jalan kantornya yang sering memberi hadiah buah buahan kepadanya lewat Ronal. Dan sering mencuri pandang menatapnya dari kejauhan . Sehingga terkadang Zac merasa jengah. Karena berfikir lelaki itu adalah seorang Gay.


Ya Lelaki penjual buah itu kini membuka topeng yang terbuat dari silikon tipis yang menutupi wajahnya dengan kumis tipis palsunya.


Dan meletakkannya didekat jendela kacanya.


Lara!


Tubuh Zac serasa limbung.


Zac mengepalkan tangan dengan marah Saat pria yang telah berubah menjadi Lara itu memakai baju wanita yang layaknya wanita kantoran dengan sedikit lapisan karet bagai silikon lembut itu diperutnya yang terkesan membuncit.


Blazer coklat yang bagus itu tampak tak berbentuk. Dikarenakan lipatan diperutnya yang menggelembung bengkak.


Kulit indahnya membuat Zac jadi muak.


Dia benci dengan penyamaran konyol ini.


Entah apa yang ingin dituju Lara. Dengan Penyamaran demi Penyamaran yang membuat Zac hampir muntah.


Dengan tubuh langsingnya yang tetap memukau seperti 10 Tahun yang lalu.


dengan Bentuk tubuh yang sempurna itu.


Mengapa Lara tega meninggalkannya dengan bertahan menghilang begitu lama meninggalkan Zac dan putra putri mereka.


Wanita ini tak menarik hatinya kini.


Zac terlalu sakit dan kecewa dengan segala permainan Lara.


Dengan tatapan penuh kebencian melihat Wanita berambut pendek dengan Stelan coklat cerah itu.


Lara melangkah pelan menuju kejalan berbatu menuju kejalan beraspal dimana seorang lelaki yang bertindak sebagai sopirnya menunggu .


Lara mengeluarkan ponselnya dan menelepon seseorang.


"Pak Aswin, Aku telah bebas hari ini, Dari kunggungan rambut palsu dengan tubuh terbebat busa!! Dan aku akan


pergi kekantor Zac! Agar aku dapat melihatnya lebih dekat setiap waktu."Katanya dengan pelan


Sahutan dari telpon itu tampak memuaskannya dan membuatnya tersenyum dengan tipis. Dari dalam topeng silikon tipis yang menutup permukaan wajahnya.


Berjalan kemobil yang akhirnya meluncur pelan dijalan yang tak rata.


...****************...


Zac tersenyum sinis kearah wanita pengelap kaca itu.


"Dasar wanita bodoh! Dan kau tetap bodoh dimataku dengan baju Cleaning service yang bagai tukang sampah itu,"Bisik hatinya yang membara


Wanita itu tampak sudah tampak kepayahan mengangkat ember berisi air dengan tubuhnya yang terlihat berat. Dengan pelan Zac datang menghampiri perempuan yang bekerja sebagai Cleaning service dikantornya itu.


Hmmm Lara!


Apa kau tidak capek dengan sandiwara murahan ini, Gumamnya dalam hati.


wajahnya yang terbalut silikon tipis itu tampak menunduk dalam saat Zac mendekat.


" Ayo! Ikut aku keruanganku," Kata Zac dengan suara datar.


Wanita itu mengangguk pelan.


Dan mengekor dari belakang dengan langah berat. Topi kupluk dan celana panjang kedodoran itu lebih mirip badut di pesta ulang tahun anak anaknya.


Zac melangkah lebar seakan tak sabar dengan sesuatu yang dengan berbagai pertanyaan besar yang belum terjawab.


Zac menoleh kebelakang melihat kearah wanita yang sama sekali tidak berpenampilan menarik itu.


Wanita itu masuk dan berdiri disisi sofa besar dengan pandangan menunduk tanpa berani bersuara.


Klik! Zac menekan remote pintu otomatis.


Dan mereka berdua terkunci didalam ruangan yang luas itu.


Wanita itu tampak gelisah dan tak kelihatan tak merasa nyaman.


Baju celemek Besarnya tampak sedikit basah dengan kemeja kotak kotak kecil yang tampak besar.


"Hmm! Blazer coklatmu kau taruh dimana ?"Tanya Zac dari sofa besar dengan gaya santai. Dan melihat wanita itu dengan memicingkan matanya. Ada kilatan aneh dimata Zac.


Rambut wanita itu tertutup kap dan dilapisi dengan topi kupluk hitam dan tertutup topi dengan pelindung wajah.


Suhu ruangan yang sangat dingin ini membuat tubuh orang yang berada didalamnya selalu sejuk dan melembut.


Zac mendekat bagai kucing hutan dengan gaya yang anggun mengelilingi wanita yang terlihat gemetar itu.


wajahnya menunduk kian dalam.


dan Zac memastikan wajah itu pucat pias dibalik topeng murahannya.


Tangan Zac melepas topi dan penutup kepalanya tanpa terasa olehnya.


Membuat wanita itu bagai demam panas.


Dan dengan sekali sentakan menarik celemek besar berwarna biru berkontak kotak kec itu.


Wanita itu mulai meronta tatkala tangan Zac membuka kancing kemejanya.


Dan tangan itu sama sekali tak berhenti atau terhalangi.


"Diamlah Penyamar, Jelek! " Bisik Zac pelan.


Dan kemeja itu terbuka terjatuh kelantai granit dengan lunglai. Dengan liukan jari yang indah Zac melepas rekatan rambut palsu yang mengerikan itu.


hingga menyisakan bebatan Silikon dilapisi kain katun tipis disekujur tubuhnya.


Wanita itu meronta dengan sekuat tenaganya.


Namun dengan sigap Zac memeluknya dan melepaskan topeng penutup wajahnya dan mengurai rambutnya yang halus berkilau laksana sutra.


Lara!


Wanita yang berpenampilan buruk itu adalah Lara!


Zac semakin menggila saat mengetahui kenyataan ini.


Dengan kasar dia melepas bebatan didada dan diperut wanita itu, Membuat matanya menggelegak seketika.


Bagai mana mungkin! Sepuluh tahun telah berlalu.


Dan tubuh wanita ini masih bersinar dan tetap menggairahkan dirinya?


Zac membuang semua penghalang dan menatap tubuh dengan lekukan yang sempurna itu dengan takjub .


"Selamat datang Lara," Katanya sinis.


"Zac! Maafkan aku! ," Cicit wanita itu seperti tikus got yang kedinginan.


" Maaf? Untuk apa? Kau tahu? Kau menyiksaku selama puluhan tahun, Disaat aku ingin menikahimu, Kau pergi dariku dan meninggalkan kami. Aku dan anak anakku! Dan sekarang aku tak ingin menikahimu lagi,"Kata Zac dengan kejam.


Tubuh Lara yang polos bergetar.


" Kurasa Tubuhmu masih bisa kusimpan diruang rahasiaku dan kujadikan sebagai penghangat tubuhku! Yang telah kau siksa selama sepuluh tahun! Lara! Kau harus menebusnya dengan kelihaianmu hingga membuatku puas! Jika tidak kau akan tahu akibatnya!" Katanya kejam sambil membuka gaspernya.


Dan Brak!!


Memukulkannya keatas meja kerjanya.


Membuat bunyi yang keras sehingga tubuh Lara terlonjak kaget.


Dan suasana semakin dingin .


Belum ada pertanyaan yang terjawab .


Selain tangis Lara yang mengalun pelan.


Bagai desiran musik yang indah ditelinga Zac.