
Dengan langkah panjang pria berwajah tampan itu berjalan dengan terburu buru. menuju Kantor konsultan pembangunan Pabriknya yang telah dikembangkan oleh tangan emas sang kakak Devon.
Zachary!
Yap Pria itu adalah Zachary yang telah mulai bangkit dari masa Hibernasi panjangnya sejak kehilangan Lara yang sangat membekas dihatinya. Dia berjanji tak akan memberikan hatinya lagi pada seorang wanita yang pada akhirnya meninggalkannya seperti Lara.
Dia hampir mati menangisi kepergian Lara. Dan Lara denga teganya meninggalnya dan anak anaknya yang masih kecil.
Dengan dorongan putri dan teman temannya dia akan bangkit menata kehidupannya yang telah hancur berkeping keping itu.
Kini dia mulai menatap kearah depan.
Zac mulai menjalin beberapa hubungan dengan beberapa orang wanita yang menarik hatinya.
Dan Zac mulai kembali kesirkuit untuk mengambil bagian dalam sebuah kompetisi penting pada sebuah ajang pertarungan klub Balapnya.
Zac tetap bersinar dengan Wajah tampan dan dewasa itu tampak lebih matang sa'at berinteraksi kembali di klub. dan dengan para mitranya.Sepuluh tahun perpisahannya dengan Lara membuatnya semakin mantap menentang hidup.
Dia tak perlu khawatir tentang siapa dan bagaimana wanita pendampingnya.
Dia hanya perlu merefresh kembali dirinya yang sekian lama hidup dengan bayang bayang Lara.
Dia akan bangkit melupakan kisah kelamnya. Dia punya banyak kesempatan dan memperbaiki kesalahan masa lalunya tanpa harus kehilangan karakter dan jati dirinya yang sebenarnya.
Dia Adalah Zachary Hasril yang kuat dan tegas dalam mengambil keputusan penting dalam hidupnya.
Nama Lara tetap tersimpan dilemari teratas hatinya disimpan dengan bungkusan yang terbaik tanpa ada yang dapat membuka atau mengusiknya. Namun Dia tak berharap Lara akan kembali kepelukannya. Prinsip hidup Lara yang dianggapnya aneh dan tak masuk akal membuatnya merasa banyak membuang buang waktunya. Hanya Demi Lara. Yang tak lagi menghargai kepedulian dan rasa cintanya.
Zac hanya tersenyum jika ditanya kapan akan memberi Ibu buat anak anaknya.
Dia tetap melajang diusianya yang merangkak kearah Angka tiga puluh empat tahun.
Dan jika ditanya kemana para Ibu anak anaknya dia menjawab dengan jawaban ditambah Dengan keterangan yang tidak akurat. Membuat oran enggan bertanya tentang masalah pribadinya.
Walau membuat orang orang penasaran. Tanpa melihat dengan seksama bagaimana kehidupan masa lalunya. Dan Disini , Dihari yang hangat ini azac berjalan seakan ingin berlomba dengan sang waktu.
Sampai dia tak menyadari tubuhnya membentur seorang wanita yang memakai stelan resmi yang sangat serasi ditubuhnya.
"Oh Ma'af! Anda tak apa apa? " Tanya Zac merasa bersalah.Wanita itu hanya mengangguk dan melangkah pergi. Dan Zac pun tak ingin ambil perduli dengan wanita itu.
Dia hanya perlu sedikit pengertian atas perbuatan yang tak dia sengaja.
" Hai Zac, Apa kau telah menerima tanda terima pengiriman produk yang dikirim oleh Aiman?" Kata suara itu menggema dipantulkan oleh dinding koridor kantornya.
"Belum Roland! Bagaimana dengan sekretaris baruku itu? Apakah dia terlihat cekatan?" Tanyanya. kepada temannya ini.
"Aku baru tahu kalau sekretarismu itu sangat cerdas Zac, Dia bisa membuka pakaian dalamnya dan memakainya kembali dalam tempo 30 detik," Katanya sambil tertawa.
"Itu hal yang sangat mustahil bukan," sambung Zac tertawa.
Hari harinya mulai bercahaya diantara sikapnya yang dingin terhadap wanita.
Dia tak suka terlalu well come kepada makhluk yang pernah membuatnya terpuruk dan bahkan hampir tak bisa bernafas lagi , Dia berfikir dan sepaham dengan Izmar yang terus melajang seperti dirinya. Prinsip Izmar yang berkata " Jangan terlalu mencinta karena kau akan kecewa. Zac!
Karena pada akhirnya nanti mereka akan menghancurkan," Ini memang terjadi persis seperti Lara yang pergi meninggalkannya tanpa bekas.
Namun dibalik itu masih menjadi misteri kemana Lara pergi.
Bertualang? Lara bukanlah seseorang yang suka memilih jalan hidupnya dengan cara yang aneh.
Dia memang ingin tinggal dipsangrahan itu namun bukan menjadi petualang yang penuh dengan misteri
Zac memiringkan kepalanya menatap kepada lelaki penjual bunga yang baginya sangat aneh.
Tubuhnya yang terlihat seperti wanita namun dengan rambut pendek seperti pria itu selalu mengenakan masker diwajahnya. Dua bulan yang lalu toko bunga kecil yang menyajikan berbagai ragam bentuk bunga itu belum ada di perempatan jalan menuju kantornya. Dan Zac bukanlah tipe orang yang memiliki opini besar terhadap orang yang tidak terlibat dalam kehidupannya.
Aneh sekali rasanya.
pemilik toko yang menatapnya dibalik kacamatanya itu seakan mengelak saat Zac menatapnya.
Siapa dia?
Bentuk tubuhnya yang sedikit berisi itu sama sekali tak menarik untuk dilihat.
Namun mengapa Zac tampak penasaran dengan penjual bunga yang bertingkah aneh itu dan membuat Zac terganggu.
"Perlahan Zac melangkah mendekat dan menatapnya tajam sehingga pria itu menunduk ketakutan.
"Hei ada apa denganmu! Apa kau yang selalu mengirimkan bunga keruanganku?" Tanya Zac heran. Namun anak lelaki itu malah masuk keruang dalam dan membuat Zac emosi.
"Hei, Persetan denganmu! Aku hanya ingin tahu siapa yang menyuruhmu mengirim bunga kepadaku," Kejar Zac sambil masuk kearah ruangan.
Dan tiba tiba terbelalak dengan mata melotot melihat seorang wanita yang selama ini dicarinya tengah duduk dikursi bagian dalam rumah dengan senyumnya yang tak berubah.Lara!
Jilbab yang membingkai wajahnya terlihat terulur kedepan Dadanya.
Kini Jilbab itu tak panjang seperti dulu. Dan saat tangan Zac terulur menyentuhnya Wanita itu berubah jadi seorang laki laki yang mirip dengan Aswin bangkit dan menyeringai lebar dengan wajah menyeramkan.
"Aswiiiiin, Keparat!"Katanya terlonjak dengan keras dari ranjangnya dan hampir terjatuh.
"Oh Aku bermimpi buruk lagi!"Keluh Zac sambil meraih air putih didekat mejanya dan meneguknya pelan.
Dia mulai mencurigai mimpinya yang datang berulang ulang semua berkisar tentang Aswin dan Lara.
Ada Apa dibalik semua mimpi ini?
Dengan segera Zac meraih telepon genggamnya dan menghubungi satu nomor yang tertera.
"John coba selidiki Aswin, Kerahkan orang orangmu mencari secara detail kehidupan pribadinya dan orang orang terdekatnya.
Dan jangan lupa selidiki juga tentang perkebunannya, Beri laporan untukku jika ada hal yang mencurigakan," Katanya memberi perintah kepada seorang lelaki.
Zac heran! Mengapa Lara menghilang tanpa bekas. Dan dengan penyamaran yang tak masuk diakalnya. Setelah sepuluh tahun berlalu Zac tak percaya kalau Lara bisa menghilang begitu saja.
bdan kalaupun Lara meninggal pasti ada sebuah bukti atau tanda yang menunjukkan kematiannya.
Zac Yakin ada sesuatu yang terjadi pada Lara.
Yang menurut orang orang yang melihatnya Lara benar benar masuk kebiliknya disaat hari dia menghilang.
Dan sama sekali tak membawa apa apa.
Bahkan sandal yang baru dipakainya masih tergeletak dengan masih menghangat.
Zac dapat menyimpulkan selama sepuluh tahun kalau Lara tidak menghilang begitu saja.
Dan ada kemungkinan yang membuka intuisinya kalau sebenarnya Lara Diculik!
Namun Zac masih menunggu kabar dari orang yang bernama Jhon itu.
Mengapa Dia dan Izmar tak dapat bertindak lebih cepat? Mungkin Karena Zac terlalu yakin Lara bertualang dari tempat satu ketempat lain.Dia mulai yakin cerita yang sengaja dikarang untuk merekayasa agar kehilangan Lara tak dapat terungkap.