My Maid, Lara!

My Maid, Lara!
Pelangi Kota



Tepuk tangan yang menggema di Atrium ruangan besar itu terdengar riuh sa'at seorang anak muda yang berusia sekitar 22 Tahun memberikan visi dan misi singkatnya tentang sebuah inovasi dan pengembangan fungsi Hutan Hujan bagi kelestarian Lingkungan hidup."Bagi Para Pengusaha yang ingin membuat perluasan harus memperhatikan kelestarian secara berkesinambungan dengan penyediaan bahan mentah yang tetap memperhatikan serta menjaga keseimbangan dan kelestarian Sumber Daya Alam yang harus tetap terjaga, Yang sebaiknya mengadakan reboisasi dan pemulihan kerusakan hutan yang telah dirambah oleh para penduduk lokal sebagai lahan pertanian dan perluasan lahan pemukiman." Sambungnya lagi disambut kembali dengan Aplaus yang begitu banyak.


Wajahnya terlihat kaku dan raut yang tegas . Mengenakan stelan resmi yang rapi, Hingga orang mungkin terkecoh dengan usianya yang masih begitu muda namun memiliki visi yang bagus didalam pengembangan usaha yang dicanangkan akan merambah kepulau Sumatera.


Dengan Potensi hutan hujan yang memiliki Sumber daya alam yang luar biasa. Dan akan membuat pagar betis bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk mengadakan reboisasi dan pelestarian hutan yang akan dijadikan media raksasa sebagai bahan penyedia bahan mentah bagi perusahaan Industri Meubel dan Furniture yang akan dikembangkannya diwilayah itu. Sebuah Lahan kering dan bersavana luas hampir seribu hektar yang telah masuk dalam pemukiman penduduk ditanami dengan palawija dan tanaman singkat lainnya.


Dan Zac akan berencana untuk membangun perusahaannya dengan relokasi Produksi bahan mentah yang bermutu dan kualitas tinggi sehingga menghasilkan Produk siap pakai bagi konsumen. Baik pangsa dalam negeri atau Pangsa ekspor.


Zac turun dari podium dengan langkah tegap dan penuh wibawa diikuti dengan pandangan mata dan mengundang decak kagum.


Ambarwati dan Hasril tersenyum dengan bangga dikursi pertama peserta seminar yang melihat kearah sang pencetus muda yang memiliki ide brilian untuk kelanjutan Planning kerjanya yang akan terwujud dalam waktu yang tak lama lagi. Hasril akhirnya bisa menarik nafas lega kala Sang Pembangkang itu berdiri dengan tegak menata hidupnya yang hampir berantakan dengan sepak terjangnya yang kotroversial.Sekarang Putra Bungsunya berbicara tentang Pemberdayaan Lingkungan Hidup manusia lainnya ditengah global maraknya Peningkatan Industri yang akan berkembang pesat dan dipimpin oleh seorang pemuda yang baru saja menyelesaikan Pendidikan perguruan Tingginya yang mengambil Bagian Pertambangan dan Energi Bumi dan Lingkungan Hidup. Yakni Zachary Hasril Rosyadi. Hasril akhirnya dapat mengandalkan putranya yang bersifat sarkas yang bahkan menyamai kakak lelakinya Devon.


Zac melangkah menuju barisan paling belakang Atrium luas pertemuan para eksekutif dari berbagai bidang penting perekonomian dan Industri negeri itu.


Notifikasi Ponselnya berbunyi.


"Zac, Gila! Aku tetap tak dapat menemukan titik koordinat keberadaan Lara! Mungkin dia sudah mati dan tidak tercatat diarsipku," kata Zac melalui pesan Whatshap.


"Tutup mulutmu Iz! Apa IQ mu yang diatas rata rata itu telah menurun karena terlalu lama menjomblo! Cari sampai dapat Brengsek!" Tulisnya dengan emot marah.


"Aku telah mencari selama tiga tahun Bangsat! Kau tak menghargai jerih payahku! Bisakah aku menciummu dari kejauhan agar syaraf perangsang diotakku berjalan kembali," Balasnya sambil menjulurkan lidah.


" Phuih! Cari saja gadis bodoh di Aussie untuk berkencan denganmu!" Balas Zac membuat Emot tertawa.


Dan menutup ponselnya menuju eskalator kaca. Dia lapar, Dan ingin mengisi perutnya yang sejak pagi belum sarapan karena mengikuti tingkah Leon yang tiba tiba sangat cengeng dan menyuruhnya menggendongnya berkeliling taman rumah besar untuk menangkap kupu kupu yang akan disimpan dikerangkeng besar disamping taman. Bu Ratna hanya bisa mengangkat bahu dengan sepiring sarapan buat Leon.


Dan Hillary masih tidur dengan Samirah ketika Zac akan berangkat untuk mengadakan sebuah seminar pentingnya. Devon yang biasanya menjaga Hillary kala sedang berada dirumah sedang bepergian dengan Calon istrinya, Mereka sedang mengadakan Photo shoot di Bali untuk photo Pra Weding yang akan diselenggarakan Satu bulan lagi.Kalau sedang bertingkah Leon tak ingin dijaga oleh pengasuhnya. Yang telah berfungsi sebagai seorang Ibu buat anak kecil berusia 3 tahun itu.


...****************...


"Hai Hillary! Coba tebak apa yang Tante bawa buatmu," Kata gadis cantik berambut coklat itu menyembunyikan lengannya dibalik punggungnya.


Hillary! Adalah anak perempuan kecil yang bersifat rumit. Wataknya hampir sama seperti Ayahnya, Kasar dan nakal. Dia cukup kuat sebagai bayi prematur dengan berat yang tidak normal sa'at baru lahir.


Sekarang tumbuh menjadi anak yang sangat cantik dan menggemaskan.


Rambutnya yang hitam seperti rambut Ibunya Lara, Berwajah mirip sang Ayah yang berhidung mancung dan bibir yang indah. Hill, Begitu orang lebih sering memanggilnya.


Dia mandiri dan cekatan. Jarang sakit seperti adiknya Leon.


Leon yang cengeng dan bersifat lembut , Penyedih dan sering murung. Wajah tampannya sangat mirip Sang Ibu.


dengan sepasang alis tebalnya yang sangat rapi. dan mata jernihnya yang membuat siapapun akan jatuh hati.


Selain Ambarwati sang Nenek yang sama sekali tak menyukai anak anak Lara. Dan Hill tak peduli dengan semua itu. Dia lebih suka menyusun puzle dikamarnya atau berpetualang bersama Samirah dihutan buatan mini dibelakang rumah besar bersama Samirah dan Leo.


Mereka akan berkemah dan bertepuk tangan sa'at Leo berhasil menangkap ikan dikolam lebar dihutan kecil itu dan membakarnya sambil bernyanyi dengan riang.


Dia akan marah dan berbicara kotor sa'at kaus kaki atau bandananya hilang karena dia salah letak. Dengan menyalahkan orang lain yang telah menjadi kebiasaannya sejak kecil.


Kini Hillary mendongak keatas menatap kearah Cheryl dengan mata menyipit meremehkan, Dan mengangkat bahunya.


"Paling kau membawakan Coklat dengan topping kacang yang kumakan setiap hari, Aku sama sekali tak tertarik," Katanya sambil menunduk menggeleng gelengkan kepalanya.


Cheryl terkikik geli melihat gaya anak itu sa'at berbicara dengan mulut kecilnya yang berkicau seperti burung pelatuk hutan woody woodpecker yang cerewet.


" Tadaaaa!"Balas Cheryl membawa sebuah boneka cantik berambut panjang kedepan wajah gadis mungil itu.


"Ini Akuuu," Sorak Cheryl lagi membuat boneka itu ke sisi wajah cantiknya.


Anak itu merengsek kesamping dengan mulut meringis.


"Ini lebih mengerikan dari Anabel Jauhkan benda bodoh itu Cheryl! Aku takut melihat matanya yang bulat," Katanya ketakutan.


Hillary tak suka boneka manusia tapi dia lebih menyukai boneka berbentuk hewan atau boneka strawberry seperti yang sering dibeli oleh Papa Devon.


Hillary memanggil Devon dengan sebutan Papa. Karena Devon meminta memanggilnya demikian.


Sedangkan Zac dipanggil Ayah.


Cheryl mengeluh berpura pura kecewa.


"Padahal aku membelinya dengan pesanan susah payah kudapatkan. Boneka ini Limited Edition," Katanya pelan.


"Aku tak mengerti emotion itu, Letakkan saja di meja itu sebagai pajangan, Mungkin Ayahku bisa melihat boneka emotion itu," Katanya lugu. Membuat Cheryl tertawa dengan keras.


"Bukan Emotion Hill! Limited Edition," Katanya mengulang.


Anak itu tak persuli dan kembali menunduk menyusun bunga bingkai dan desain grafis sederhana sebagai sampul buku gambarnya yang nantinya akan discan oleh sang Ayah sa'at pulang kerumah.


"Oh. Anak yang jenius, " Kata Cheryl mengacak rambut anak kecil itu.


Kaget sa'at melihat desain yang sangat bagus untuk ukuran anak seusianya.


Dia tengah fokus dengan desain yang diajarkan Izmar dengan menggunakan Ipad lebarnya. Yang dibeli oleh Izmar dari Australia buatnya sebagai hadiah ulang tahunnya yang ketiga dua bulan yang lalu.


Cheryl menatap anak itu dari sofa yang tak jauh dari putri Zac yang cerdas. Cheryl harus bisa merebut hati gadis kecil yang menjadi kesayangan sang Ayah.


Agar bisa mendapatkan hati Zac menjadi miliknya seutuhnya.


Dan keluarga telah sepakat akan menyelenggarakan peresmian hubungan mereka tak lama setelah pernikahan Devon dan Airin terlaksana.


Yah!


Zac harus menjadi miliknya!