
Meli mengerjapkan mata nya...
Suasana kamar yang asing
Dimana aku???? ...~meli
Seseorang membuka pintu kamar dan masuk
Selamat sore nona , anda sudah bangun~ ucap orang laki laki ber
jas
Siapa anda? Dan aku ada dimana? ~ tanya meli yang mulai menegang
Anda tidak perlu kawatir nona,,,
Tenanglah~ ucap pria itu
Ada 4 orang lagi masuk kamar , perempuan dan memakai baju seperti pelayan
Kalian persiapkan semuanya.. Lakukan seperti tuan muda inginkan...~perintah pria itu kepada para pelayan
Hey kalian mau apa? ~teriak meli saat dibawa kekamar mandi oleh para pelayan
Tenang saja nona,,,,,
Hey tunggu aku bisa mandi sendiri,...
Apa kalian tidak punya malu? ~ ucap meli sambil memegang bajunya yang hendak dilucuti oleh para pelayan
Tapi para pelayan tidak menghiraukanya.....
Setelah selesai mandi
Meli dibawa ke meja rias dan didandani oleh para pelayan
Anda cantik sekali nona..... ~ ucap para pelayan serempak
Mari nona ganti baju terlebih dahulu.....
Meli pun berganti baju , gaun berwarna merah maroon selutut..... Dan sandal hak tinggi berlapis emas
Anda sempurna nona ~ ucap salah satu pelayan
Hey sebenarnya aku mau diapakan, kenapa aku memakai baju seperti ini? ~ tanya meli
Tapi para pelayan hanya tersenyum
Apa aku mau dijual?~ tanya meli lagi?
Pria ber jas masuk kembali ke kamar
Apa semua sudah siap? ~ tanyanya pada para pelayan
Sudah tuan...~ jawab serempak
Bagus...
Nona mari ikutlah dengan saya....
~ pinta pria berjas itu
Meli mengikuti pria itu dibelakangnya sambil melihat seisi rumah yang begitu besar
Ini bukan rumah, tapi ini istana ~gumam meli
Tuan sebenarnya saya mau dibawa kemana?
Apa kita masih di Indonesia?
Apa kau mau menjualku dengan lelaki hidung belang?
Tuan kumohon kasihanilah aku.....
Orang tuaku pasti kawatir~ tanya meli sambil mengekor dibelakang nya
Nona tenanglah
Kita masih di indonesia~jawab pria itu
Anda beruntung nona,, anda satu satunya gadis yang pernah dibawa ke rumah~ ucap pria itu
Beruntung?
Beruntung pala loe?
Kalo dijual ke lelaki hidung belang apa itu namanya beruntung ~gumam meli sambil menggerutu
Pria itu mengetok pintu kamar
Tok tok tok
Masuk.....
Tuan muda nona sudah siap... ~ucap pria itu
Bagus, suruh dia masuk Sekretaris Yan....~balas tuan muda~
Meli pun masuk dengan kakï bergetar dan ketakutan sambil menatap sekretaris Yan berharap dia berbaik hati menyelamatkanya
Oh Tuhan... Aku memang bukan anak baik , tapi tolong selamatkan aku
Aku tidak mau menjadi santapan pria hidung belang
~gumam meli
Tuan muda membalikan badanya dan tersenyum ke meli...
Kau???????
meli kaget
iya pa kau terkejut?
jawab tuan muda
pemuda brengsek.... apa maksudmu dengan semua ini hah? apa kau mau mengerjai aku lagi hah?
apa sepedaku yang rusak belum memuaskanmu?
~jawab meli dengan sedikit berteriak
hey tenanglah...
kau sudah cantik , kenapa marah marah
~galih maju sambil menggandeng bahu meli dan membawanya ke depan cermin
lihatlah kau begitu cantik,,,, kita bahkan serasi
apa kau menyukainya? ~ tanya galih sambil memegang bahu meli menghadap cermin
meli terbengong dengan dirinya yang begitu cantik, ini seperti bukan dirinya
oh ya untuk sepeda mu yang rusak aku minta maaf... dan kau lihatlah kesana
itu sepeda baru untuk mu....
~ucap galih
meli berbalik menghadap galih
hey kau pikir aku senang dengan semua ini? kau menculik ku seenaknya dan merusak sepedaku
aku tidak akan pernah lupa cara mu menindas ku dan teman temanmu
~jawab meli
hey kenapa kau tidak berterima kasih?
bukankah aku sudah minta maaf, bahkan aku sudah menggantikan sepedamu?
dan kau tau aku menghabiskan 500 juta untuk mengubahmu
lihatlah sekarang kau begitu cantik seperti kucing mungil peliaraan bukan seperti kucing jalanan
~ ucap galih
hey kau yang selalu berfikir hanya dengan uang? kau pikir aku bisa dibeli?
~balas meli
kau tau aku tidak pernah sekalipun membawa gadis manapun ke rumah ku
dan kau tidak ada bersyukurnya~ ucap galih
apa ha pa
ah ya ini kalung berlian ini, sandal ini
aku lepaskan
baju ini aku lepaskan,
oh tidak....dimana seragamku?
kembalikan ~teriak meli
apa kau tidak bisa melihat sedikit ketulusanku hah?
lihatlah itu aku sudah menyiapkan makan malam romantis ~ucap galih frustasi
aku tidak butuh semua itu
aku membenci mu
meli keluar kamar
dan mengganti gaun nya dengan seragam yang diminta ke sekretaris Yan
meli pun keluar rumah galih dengan berjalan kaki....